Tolak Aturan, Perempuan Jepang Tak Mau Lagi Ikuti Nama Marga Suami

unsplash.com

Nama adalah doa dan harapan orang tua atau siapapun kepada buah hati menyandangnya. Laki-laki beragam Islam banyak menyandang nama Muhammad sebab para orang tua agar meneladani Nabi Muhammad.

Bagaimana jika kamu dipaksa berganti nama oleh aturan yang dibuat negara? Seperti yang dialami oleh para perempuan Jepang. Mereka diharus mengganti nama sesuai dengan nama suami mereka. Tahu apa yang mereka lakukan? Melawan!

1. Mengganti nama adalah melanggar HAM

wallpaperaccess.com

"Dipaksa mengganti nama sama saja pelanggaran hak asasi manusia. Tidak adil," ujar Miki Haga, yang namanya berubah menjadi Miki Ishizawa dua tahun lalu. Hukum di Jepang mewajibkan pasangan suami istri memiliki satu nama keluarga. Lelaki sebenarnya diperbolehkan memakai nama keluarga istri, tetapi hanya ada 4% orang yang melakukannya.

Itu berarti perempuan menjadi yang paling sering mengubah namanya supaya tidak melanggar hukum. Namun, hal ini tidak jarang justru menyulitkan perempuan, baik dalam karier maupun proses hukum. Tidak mengherankan apabila sebagian besar wanita kini berusaha melawan aturan tersebut.

2. Pendapat Partai Demokratik Liberal

www.shutterstock.com

Asal muasal terbentuknya hukum tersebut menjadi perdebatan di Jepang. Anggota Partai Demokratik Liberal (LDP) yang dipimpin Abe bersikukuh memiliki satu nama keluarga sudah lama menjadi bagian dari tradisi Jepang, sehingga perlu dipertahankan.

Akan tetapi, pihak lain menentang pendapat LDP. Mengganti nama belakang adalah hal baru. Sebelum 1898, orang Jepang hampir tak punya nama keluarga. Pada 1948, pasangan bisa memilih nama akhir sesuai persetujuan kedua belah pihak.

3. Pasangan enggan menuruti tradisi

hdwallpaperim.com

Beberapa pasangan lebih memilih berhubungan di luar nikah daripada menikah, karena mereka enggan menuruti tradisi. Masalahnya, mereka jadi tidak bisa merasakan keuntungan yang didapatkan pasutri. Misalnya, hanya salah satu dari mereka yang bisa memiliki hak asuh anak. Mereka juga tidak memperoleh pengurangan pajak.

Beberapa orang memutuskan pakai nama akhir sendiri dalam dunia kerja dan menggunakan nama pasangan untuk urusan lain. Walaupun dapat menyebabkan kebingungan, banyak yang memandangnya sebagai persoalan prinsip.

4. Kesetaraan gender di Jepang
free4kwallpapers.com

Jepang sendiri sudah mulai memperjuangkan kesetaraan gender dalam beberapa urusan lainnya. Abe telah berjanji akan melibatkan lebih banyak perempuan di dunia bisnis Jepang. Tetapi kenyataannya belum juga kesampaian.

Hanya ada 4% perempuan yang menjabat posisi manajerial dan 2% yang menduduki Majelis Rendah (Dewan Perwakilan Rakyat Jepang). Terlepas dari peningkatan jumlah kandidat perempuan, parlemen masih didominasi laki-laki.

Aturan yang memaksa perempuan Jepang mengganti namanya sesuai dengan nama suaminya hanya bentuk penindasan terhadap perempuan dan kemanusiaan. Siapa yang berhak mengganti nama seseorang selain dengan kesadaran orang itu sendiri? Perlawanan yang perempuan Jepang lakukan terhadap aturan tersebut terbilang cukup tepat.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Siap Guncang Box Office, Ini Daftar Film Superhero yang Bakal Tayang 2020-2022 | Keepo.me

Siap Guncang Box Office, Ini Daftar Film Superhero yang Bakal Tayang 2020-2022 | Keepo.me

Bukan buat Jalan-jalan, Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu S2 di Luar Negeri

Bukan buat Jalan-jalan, Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu S2 di Luar Negeri

Mau Konten Audio yang Jernih? Pakai Aplikasi Perekam Suara PC Ini! | Keepo.me

Mau Konten Audio yang Jernih? Pakai Aplikasi Perekam Suara PC Ini! | Keepo.me

Mengapa Cincin Nikah Dipakai di Jari Manis? Baca Sejarah Singkatnya!

Mengapa Cincin Nikah Dipakai di Jari Manis? Baca Sejarah Singkatnya!

Lupakan Rasa Pahitnya, Manfaat Pare Ini Berikan Efek Baik untuk Badan dan Wajahmu | Keepo.me

Lupakan Rasa Pahitnya, Manfaat Pare Ini Berikan Efek Baik untuk Badan dan Wajahmu | Keepo.me

Alasan Mengapa Ayah Selalu Jadi Cinta Pertama Anak Perempuannya

Alasan Mengapa Ayah Selalu Jadi Cinta Pertama Anak Perempuannya

loading