Tidak Hanya Ngehits di Indonesia, Warteg Juga Ada di Luar Negeri

134SHARES

Warteg (Warung Tegal) yang banyak menjamur di kawasan Jakarta sudah menjadi alternatif yang mudah ditemukan bagi kamu yang sedang lapar. Kamu tak perlu merogoh kocek yang banyak untuk bisa mengenyangkan perut kamu. Beda halnya kalau kamu beli makanan di mall atau restoran-restoran mewah yang harganya selangit dan porsinya sedikit.

Warung yang dulunya dibawa oleh pendatang dari Tegal, Jawa Tengah ini juga menyediakan banyak menu makanan. Mulai dari sayur sop, tumis kangkung, tempe goreng, telur dadar, dan masih banyak lagi pilihannya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir jika datang ke warung ini, tinggal tunjukkan tanganmu ke kaca tempat makanan dihidangkan, pilih makanan yang kamu suka dan teriakkan pesananmu kepada pelayan yang ada di sana. Dijamin deh, makananmu akan segera datang setelah kamu memesannya.

Tak disangka-sangka juga, warteg ternyata tidak hanya nge-_hits_ di kawasan Jakarta saja. Ada beberapa pengusaha warteg yang sudah membawa dagangannya ini menembus pasaran mancanegara. Tidak hanya melayani orang Indonesia yang tinggal di luar negeri saja, tapi juga para penduduk lokal yang penasaran dengan masakan Indonesia. Kamu mau tahu bagaimana kisah warteg ini bisa ada di luar negeri? Simak ulasan berikut ini.

Di Berlin, Bram Fernandin yang berusia 48 tahun membuka warteg yang diberi nama ‘Nusantara Halal Restaurant’. Mantan pebulu tangkis dari klub bulu tangkis Djarum Kudus ini berniat ingin memperkenalkan masakan Indonesia kepada penduduk Berlin dan rata-rata harga makanannya dibanderol 5,9 euro atau setara Rp 88.000. Pelayan yang direkrut di Warteg ini juga asalnya asli dari Tegal. Jadi, rasa makanannya dijamin tidak terkontaminasi rasa khas daerah lain. Warteg ini bisa kamu temukan di Turn Str 18, 10559, Berlin. Mampir yuk!

Sudah 16 tahun tinggal di Korea Selatan, menggugah Yannie Kim untuk membuka bisnis warteg. Warteg yang bernama Gembul ini menyajikan masakan Indonesia seperti ketoprak, pepes tahu teri, ayam bakar, sate kambing, dan lain-lain. Yannie juga mempekerjakan orang-orang Indonesia yang bekerja atau sedang kuliah di Korea sebagai koki wartegnya. Dan uniknya, presiden Jokowi juga dikabarkan pernah berkunjung ke warteg Gembul saat beliau ada di Korea lho. Keren kan?

Fatma Martak dan Budi Santoso asal Indonesia ini membuka bisnis warteg sudah lama. Warteg yang jam bukanya mulai jam 11 pagi dan tutup jam 8 malam ini sudah memiliki pelanggan asli Belanda. Jadi, pasangan pemilik warteg ini melihat ada kesempatan yang menjanjikan dari bisnis warteg yang dikelolanya. Tidak hanya uang, tapi dengan adanya warteg ini akan banyak menolong warga Indonesia yang bermukim di Belanda membentuk komunitas yang bisa memperkenalkan Indonesia secara luas di negeri Paman Sam.

Warteg di luar negeri memang terlihat unik di mata dunia. Jadi, kamu wajib bangga nih kalau akhirnya masakan Indonesia bisa dikenal banyak orang melalui warteg di sana. Gimana, apa kamu berminat buka bisnis warteg juga di luar negeri?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Yuniar Dwi Setiawati
Gak Punya Quote Nih!
134SHARES