Ternyata Pura-Pura Bahagia Itu Berbahaya! Kok Bisa, Ya?

20 Oktober 2017
|Galih Wisnu Brata
1.8 KSHARES

 

Hidup dipenuhi dengan kebahagiaan adalah impian semua orang. Tetapi, tak selamanya hidup akan selalu bahagia. Pasti ada saat-saat manusia merasa terpuruk dalam kesedihan dan kegelisahan. Kehilangan seseorang yang disayangi, kehilangan benda yang dimiliki, bertengkar dengan orang terdekat, menghadapi masalah berat, atau gagal mendapat yang dinginkan bisa menjadi salah satu penyebab keterpurukan.

Tak jarang orang menutupi kesedihan dan masalah yang dimilikinya dengan pura-pura bahagia. Mereka memasang senyum palsu di wajahnya untuk menutupi kegelisahan yang sedang melanda. Senyum dijadikan topeng agar terlihat bahagia di depan oranh lain. Ternyata, bertopeng senyum saat sedih itu berbahaya.

 

Bahaya pura-pura bahagia dipaparkan oleh Anirban Mukhopadhyay, seorang peneliti dari Hongkong University. Ia bersama tim melakukan tiga kali eksperimen. Pertama, ia menanyai 108 orang seberapa sering tersenyum dan merasa puas terhadap diri sendiri. Kedua, 63 orang dilibatkan sebagai responden untuk dilihatkan gambar lucu lalu ditanyai seberapa mereka bersemangat. Ketiga, sebanyak 85 orang menjadi responden yang menjabarkan perasaam dan emosi saat sedang bahagia dan diminta untuk menunjukkan cara tersenyumnya.

Dari tiga eksperimen tersebut disimpulkan bahwa banyak tersenyum saat sedang sedih malah mengingatkan bahwa seseorang sedang dalam keadaan sedih. Senyum palsu mengaktifkan syaraf pada otak yang mengirim sinyal bahwa kita telah menipu diri sendiri dan membuat syaraf rasa sedih bergejolak. Hal itu membuat kita semakin merasa sedih. Selain itu, menurut Mukhopadhyay, membuat orang sedih untuk tersenyum bisa menjadi bumerang yang membuat mereka menjadi semakin sedih.

Hal serupa diungkapkan oleh seorang Profesor Psikologi dari Aalborg University, Svend Brinkmann. Menurutnya, memaksakan diri untuk bahagia dapat mengerdilkan emosi. Pikiran dan emosi harus mencerminkan dunia yang kita alami. Jika buruk, izinkanlah untuk berpikiran negatif. Dengan merasakan hal buruk, kita bisa memahami dunia. Berpura-pura bahagia akan membuat kita tidak mampu menghargai rasa, baik sedih, marah, bersalah, malu, maupun senang.

Jadi, kalau kita sedang merasa terpuruk dan sedih alangkah lebih baik kita nikmati keadaan itu. Jangan berpura-pura atau memaksa diri untuk tampil bahagia. Manusia memang diciptakan untuk merasakan berbagai rasa. So, jangan tolak rasa sedih, marah, dan lainnya dengan senyum palsumu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
Gak Punya Quote Nih!
1.8 KSHARES