Terlihat Sepele, Ini Hal-hal yang Perlu Kamu Syukuri Selama Sahabat Ada di Sisi

01 Maret 2018
|Chandra W.

Kehadiran sahabat dalam hidup kita adalah suatu anugerah, sebuah takdir yang baik. Coba bayangkan kalau nggak ada sahabat. Kontak siapa yang akan mengisi speed dial favoritmu? Siapa yang bakal tetap rela mendengarkan curhatanmu yang sebenarnya isinya itu-itu saja meski sudah pukul tiga pagi? Siapa coba? Nggak ada. Memang peran itu sepertinya sengaja diciptakan untuk seseorang yang kita sebut sahabat.

1. Selama hidup, dari kecil sampai sekarang sudah dewasa, berapa sih orang yang akhirnya menetap dalam hidupmu sebagai sahabat?

Dalam dua rentang waktu (masa kecil – remaja, remaja-dewasa) pasti ada banyak sekali orang yang kamu kenal. Tapi apakah semuanya lalu menjadi teman, teman baik, hingga bersahabat? Pasti nggak, kan? Sebagian jadi orang yang hanya berinteraksi ketika kamu atau dia sedang membutuhkan, beberapa jadi musuh, beberapa hanya menjadi teman untuk sementara, lalu hilang karena kesibukanmu dan kesibukannya, berpisah kota, dan seterusnya.

2. Lalu orang-orang yang ‘terpilih’ menjadi sahabatmu bertahan di waktu-waktumu yang paling bahagia sampai ketika kamu lagi sengsara

Dari zaman SD waktu kamu jatuh di lapangan sampai menang lomba tujuhbelasan, siapa yang mengantarmu ke rumah dengan lutut lecet dan bersorak gembira melihat hadiah lomba di tanganmu? Bukankah kenangan semacam itu pasti menghadirkan kembali sosok sahabat kecil di benakmu? Kemudian setelah tumbuh remaja dan dewasa sahabatmu juga bertambah atau berganti.

3. Kehadirannya di momen-momen penting dalam hidupmu selalu bisa bikin peristiwa bahagia jadi lebih bahagia

Siapa itu yang repot-repot bikin surprise party pas kamu ulang tahun meskipun endingnya gagal? Siapa yang bela-belain cari bunga favoritmu waktu kamu mau wisuda? Siapa yang seberapapun mengantuknya, tetap menerima kedatanganmu atau teleponmu dan mendengarkan keluh kesahmu dengan sabar tanpa menghakimi? Sahabatmu kan?

4. Kalau nggak ada dia (atau mereka), bayangkan betapa sepinya hari-harimu

Nggak ada lelucon garing, panggilan sayang yang seringkali malah menjelek-jelekkan meskipun maksudnya adalah sebaliknya (Eh, gembel mau ke mana? Ikut dong!), atau sekadar ngobrol-ngobrol ringan setelah lelah dengan hidup yang gitu-gitu aja. Yup, kehadiran sahabat kadang kita anggap biasa saja, sampai akhirnya kita harus berpisah atau ditinggalkan.

5. Bawelnya sahabat ketika mengetahui kamu memilih sesuatu yang sepertinya ‘salah’ dan bakal bikin hidupmu berantakan

Ini wajib banget disyukuri nih. Sebagai salah satu orang yang paling dekat denganmu, sahabat biasanya tahu ketika ada yang nggak beres atau ‘bakal ada yang nggak beres’ berkaitan dengan pillihanmu. Makanya dia bisa bawel banget menyarankan ini itu bahkan marahin kamu. Kadang kitanya kesal, padahal maksud mereka baik. Kalau mereka udah jauh atau nggak ada lagi, pasti kita bakal kangen banget ‘dibawelin’.

Jadi jangan remehkan kehadiran, kesabaran, banyolan, dan bawelnya sahabatmu ya. Jangan lupa selalu bilang makasih dan maaf juga setiap kali dia membuat harimu lebih baik dan saat kamu punya salah. Kita nggak tahu kesempatan kita sama dia sahabatan sampai kapan. Jangan sampai menyesal.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES