Tentang Cinta yang Tak Terucap, 7 Kutipan Novel Rectoverso Ini Bikin Hati Menangis

15 Oktober 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Cinta, sesuatu yang semestinya sederhana tapi dibuat rumit oleh manusia. Mulai dari definisinya, cara mengungkapkannya, cara melakukannya hingga simbolnya. Karena itu juga, novel bergenre romansa masih laris di Indonesia. Barangkali kita memang butuh dibantu definisi-definisi mengenai cinta dari orang lain. Dan tampaknya, penulis-penulis novel pun gemar menguliahi pembacanya tentang cinta. Salah satunya dari penulis kenamaan Indonesia, Dewi Lestari. Beberapa tahun yang lalu, penulis yang akrab disapa Dee ini mengeluarkan buku yang berjudul Rectoverso, kumpulan cerita dan lagu yang berkaitan antara satu sama lain. Isinya, tentang cinta yang tak terucap. Bagaimana rasanya? Berikut kutipan-kutipan novel Rectoverso yang sudah YuKepo rangkum untuk kamu. Yuk, kepo!

1. Rindu, tapi tak ada sarana untuk menyampaikannya

Rindu itu indah, jika kamu tahu kelak akan bertemu lagi dengan sosok yang dirindukan. Sebaliknya, jika tak bisa diungkapkan, merindu sendiri dalam diam, rindu itu tak lagi bahagia, tapi menjadi duri dalam hati.

2. Menerima kenyataan pahit, seperti kenyataan bahwa kamu tak bisa menjadikan dia milikmu selamanya

Ada hal-hal dalam hidup ini yang sulit sekali diterima. Karena seharusnya bisa terjadi, tapi tidak terjadi, atau sebaliknya. Tapi semakin kamu menampikkan keadaan, semakin terpuruk pula jiwamu. Maka terimalah dan hidupilah kenyataan yang ada.

3. Ini sangat relevan untuk generasi sekarang yang rawan merasa kesepian dan terlalu berorientasi pada 'memiliki pasangan'

Kamu harus utuh dan bahagia dengan dirimu sendiri sebelum memutuskan untuk bersama dengan orang lain.

5. Barangkali cinta memang kata kerja, maka harus dilakukan. Bukan kata benda, yang hanya patut didefinisikan

Mencintai itu bukan soal memberi hadiah, ucapan sayang setiap hari, dan hal-hal istimewa lainnya. Hanya soal upaya untuk membuat setiap hari jadi lebih bisa diterima meski hidup sedang di titik nadir.

6. Kenapa selalu waktu yang dijadikan tumpuan? Kenapa tidak kita yang buktikan?

Tidakkah kita semestinya berhenti menumpu segalanya pada waktu? Menunggu waktu untuk membuktikan segalanya adalah kegiatan yang sia-sia. Kita harus mencintai sekarang juga.

7. Ketika tidak ada lagi yang bisa diusahakan...

Berusahalah secukupnya, jika sudah lelah, istirahatlah. Tak bisa lagi diperjuangkan? Berhentilah dan terima keadaannya.

Novel Rectoverso karya Dee ini juga sudah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Film Rectoverso juga menuai kesuksesan di Indonesia dengan artis papan atas seperti Asmirandah, Sophia Latjuba, dan Acha Septriasa yang memerankan tokoh-tokoh di novel Rectoverso. Dari kutipan-kutipan novel di atas saja kita bisa merasakan betapa perihnya cinta yang tak terucap, ya? Meski kita dapat banyak belajar dari kutipan novel di atas, namun jangan jadikan kutipan novel sebagai pedoman hidupmu. Cukup jadikan kata-kata indah tersebut sebagai bahan perenungan untuk mengembangkan dirimu menjadi lebih baik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES