Teman Tapi Menikah dan Alasan Kenapa Sahabat Bisa Jadi Teman Hidup Untuk Selamanya

31 Oktober 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Dua tahun yang lalu dunia percintaan di Indonesia dihebohkan dengan pernikahan Ayudia Bing Slamet dan Muhammad Pradana Budiarto atau biasa disapa Ditto. Pernikahan artis memang biasanya menghebohkan, tapi yang ini lebih heboh karena Ditto dan Ayudia telah bersahabat sejak SMP. Keduanya nggak menyangka bisa jadi teman hidup, meski Ditto di satu sisi mengakui bahwa ia sudah lama menyimpan perasaan untuk Ayudia. Pernikahan mereka pun melahirkan fenomena dan tren TTM alias Teman Tapi Menikah.

1. Aneh nggak sih rasanya menikah dengan teman sendiri?

Orang lain mungkin akan memandangnya aneh dan berpikiran bahwa menikah dengan sahabat sendiri adalah friendzone yang dipaksakan. Atau kepepet saking nggak ada pilihannya, akhirnya memilih untuk mengakhiri masa lajang dengan sahabat. Padahal kenyataannya, menikah dengan sahabat justru sangat menyenangkan lho. 

2. Kalian nggak perlu jaim-jaiman lagi satu sama lain

Karena sudah tahu keburukan masing-masing dari zaman buluk sampai zaman sosialita, nggak ada lagi citra yang perlu dipertahankan. Kamu udah tahu dia hobi ngupil sebelum makan, jadi nggak kaget lagi pas candle light dinner malam kedua setelah pernikahan. Sementara pasangan-pasangan di luar sana masih harus sembunyi ke kamar mandi setiap kepingin kentut karena masih malu-malu bahkan setelah menikah.

3. Ketika ada masalah, nggak ada halangan untuk langsung bercerita

Bahkan tanpa memberitahunya pun, dia sudah tahu kamu ada masalah. Ya iya dong, selama bertahun-tahun dia adalah orang pertama yang kamu datangi ketika ada masalah. Hanya dengan melihat tatapanmu aja, dia bisa tahu kalau ada yang nggak beres dan kamu butuh tempat untuk bercerita. Bayangkan memiliki orang seperti itu di sampingmu untuk selamanya. Menenangkan sekali bukan?

4. Nggak perlu repot mengenalkannya pada teman-teman

Lingkaran sosial kalian sama, temanmu adalah temannya juga sejak dulu. Jadi nggak ada tuh awkward moment mengenalkan pasangan ke teman-teman. Kalian juga masih bisa main bareng rame-rame tanpa bersikap canggung. Ibarat masuk kuliah, nggak perlu melewati masa ospek. 

5. PDKT? Apaan tuh?

Pasangan di luar sana bisa menjadi pasangan dengan niat sejak awal PDKT. Kalian sudah dekat dan lebih dekat dari siapapun dan semua itu terjadi begitu saja tanpa niatan PDKT. Tinggal menjalani apa yang akan terjadi ke depannya. Cinta di antara kalian juga lebih tulus karena dari awal benar-benar nggak ada niatan untuk menjadikan sahabat sebagai pasangan. Sementara orang lain hanya menampakkan sisi baiknya saja ketika PDKT, kalian bisa skip dan sama-sama memperlihatkan kejelekan tanpa malu-malu lagi.

6. Keluarga udah saling kenal

Apalagi kalau sahabatannya karena rumahnya tetanggaan. Ketika akhirnya memutuskan untuk menikah, paling orang tua akan kaget sejenak, lalu segera merestui. Karena adakah yang menjaga kita lebih baik dari sahabat (dan ibu tentunya)? 

7. Nggak ada rahasia

Karena pondasi hubungan yang paling penting adalah kepercayaan dan komunikasi, menikah dengan sahabat yang notabene sudah tahu rahasiamu dari orok sampai kemarin dan selama ini menjaganya dengan baik serta dengan lapang dada mendengarkan semua curhatanmu juga memberikan solusi dan pelukan hangat adalah salah satu pilihan terbaik yang bisa kamu lakukan sepanjang hidup. Siapa lagi yang bisa menerimamu lebih baik dari dia?

Jadi kalau kamu sahabatan, lalu tiba-tiba ada perasaan lain yang muncul, itu wajar kok. Ditto aja nungguin Ayudia 13 tahun karena selama itu dia hanya jadi ‘tempat sampah’ setiap Ayu putus dan sebelum sempat menyatakan perasaannya, selalu Ayu udah punya pacar lagi. Makanya pas ada kesempatan, Ditto langsung menembak Ayu, mereka pacaran sebentar lalu bersanding di pelaminan. Menikah dengan sahabat, siapa takut?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES