Tak Perlu Malu Jika Menikah Tapi Belum Mapan, Justru Berjuang Bersama Itu Indah

16 Juni 2017
|Yuniar Dwi Setiawati
883SHARES

Banyak orang takut menikah mayoritas disebabkan karena tidak punya uang alias belum mapan. Entah mengapa saat melihat besarnya biaya gedung, catering makanan, dan pernak pernik resepsi pernikahan itu seakan jantung berdegup kencang. Kenyataan inilah yang membuat para pria khususnya sering menunda pernikahan. Perasaan takut yang mencekam ini terkadang banyak dialami oleh mereka yang menurut tradisinya sudah harus punya tanggung jawab lebih untuk menikahi wanita pujaan hati. 

Seperti yang dialami oleh Martinus Asworo, pria asal Lampung berusia 32 tahun ini. September 2017, rencananya ia akan menikahi Chatarina Wiedyawati yang berusia 30 tahun yang merupakan pacarnya selama ini. Asworo memang siap untuk menikah, tapi ia malu karena belum mapan secara finansial.

Menurut lansiran dari detik.com, perasaan malu itu membuatnya harus rela berbohong kepada pasangannya bahwa ia sudah mapan dan memiliki percetakan. Pada saat orang tua Chatarina sudah menyetujui hubungan mereka, Asworo seakan merasa dituntut lebih. Sampai akhirnya ia nekat membunuh pacarnya saat mereka akan pergi untuk foto prewedding. Saat ditangkap polisi, ia mengakui bahwa sebenarnya ia malu karena sudah berbohong pada keluarga pasangannya tentang dirinya yang hanyalah pegawai fotokopi di salah satu sekolah di Palembang.

Padahal dalam hidup ini, pria seharusnya tidak perlu malu jika belum mapan. Justru saat menikah dalam kondisi belum mapan itu membuat pasangan bisa berjuang bersama, karena di situlah letak keindahan sebuah pernikahan. Pernikahan itu bukan soal finansial saja, tapi lebih kepada siap atau tidaknya pasangan dalam menjalani hubungan. Urusan mapan atau tidak itu urusan belakangan!

Perjuangan bersama dari nol itulah yang membuat ikatan batin semakin kuat antara satu sama lain. Coba bayangkan jika pasangan menikah dengan kondisi sudah mapan! Pastinya kenikmatan pernikahan itu tidak bisa dirasakan, karena semuanya sudah tercukupi dengan uang. Beda halnya saat pasangan menikah dalam kondisi belum mapan, mereka akan paham artinya tangisan dalam perjuangan yang membuat mereka bisa bahagia jika berhasil mencapai kesuksesan.

Kesuksesan dengan proses perjuangan pasti beda rasanya dengan kesuksesan tanpa perjuangan. Saat belum mapan, mau tidak mau pasangan diajarkan untuk menghargai setiap rupiah yang dibelanjakan, sebutir nasi yang dimakan, setetes keringat dalam kerja keras, dan pelukan saat tidak ada jalan keluar yang ditemui bersama.

Justru jika ada pria yang masih menunggu harus mapan baru berani menikah, itu artinya ia masih meletakkan standar kebahagiaannya hanya pada harta dan bukan pada esensi dasar pernikahan yaitu perjuangan bersama-sama. Percayalah, harta itu bukan segala-galanya, yang terpenting itu komitmen menjaga hubungan tetap langgeng! Lagipula jika ada wanita yang belum siap untuk berjuang dari nol, justru ia masih belum dewasa dan belum siap untuk masuk dalam mahligai pernikahan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Yuniar Dwi Setiawati
Gak Punya Quote Nih!
883SHARES