Tak Hanya Cantik, Nadine Alexandra Juga Peduli Nasib Petani Kopi. Gimana Ceritanya?

17 Januari 2018
|Chandra W.

Kalau kamu suka menonton acara petualangan di televisi, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan Nadine Alexandra. Presenter acara My Trip My Adventure ini terkenal karena cantik dan tangguh. Tipikal goals anak muda zaman now. Perempuan yang menyandang gelar Puteri Indonesia 2010 ini nyatanya tak hanya cantik dan berjiwa petualang, tapi juga pecinta lingkungan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini ia tuangkan di Java Mountain Coffee.

Selain sibuk dengan syuting MTMA, perempuan bernama lengkap Nadine Alexandra Dewi Ames ini juga sempat membintangi film Filosofi Kopi. Dari film ini Nadine belajar banyak soal kopi dari proses tanam hingga pascapanen. Tak disangka-sangka, ia melihat ketidakberdayaan petani perempuan dalam proses pengolahan kopi. Untuk memperbaiki keadaan tersebut, Nadine bergabung dalam Java Mountain Coffee sebuah gerakan sosial untuk memberdayakan petani kopi khususnya yang perempuan.

Dilansir dari JPNN, menurut Nadine sekitar 60 persen proses penanaman kopi dari menanam, memetik, mengolah hingga memisahkan biji kopi dari kulit dan buahnya dilakukan oleh petani perempuan. Sayangnya mereka hanya menerima hasil sekitar 10 persen dari total penjualan dan hanya memiliki 1 persen dari seluruh kebun kopi.

Belum lagi ketika cuaca buruk, gagal panen, dan lain-lain hingga mengakibatkan sia-sia segala proses yang dilalui sejak awal. Java Mountain Coffee memberi edukasi kepada para petani tentang proses penanaman kopi yang hasilnya tak akan dipengaruhi cuaca agar bisa terhindar dari kerugian-kerugian yang tidak perlu.

Kini Java Mountain Coffee telah bekerjasama dengan Boncafe, perusahaan yang mendistribusikan kopi asal Singapura. Dengan kerjasama berskala multinasional seperti ini, kopi dari Indonesia diharapkan bisa lebih mendunia dan secara langsung memperbaiki kondisi sosial petani kopi tanah air. Kopi Indonesia akan didistribusikan ke negara-negara Asia seperti Thailand, Hongkong, Singapura, Vietnam dan Kamboja. Setiap pembelian kopi akan disisihkan untuk lembaga non-profit yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan.

Menurut Nadine, bukan hanya petani kopi yang perlu diberi edukasi. Peminum kopi juga mulai sekarang harus sadar dan tahu dari mana kopi yang diminumnya berasal. Masak mau sih minum kopi dari petani yang hidupnya masih di bawah standar hidup layak? 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES