Sukses Membawa Start-upnya ke Silicon Valley, Inilah 9 Pelajaran Hidup dari Steven Wongsoredjo!

22 Maret 2018
|Romlah Sundari
0SHARES

Desember tahun lalu, Nusantara Technology berhasil terpilih sebagai Start-up pertama dari Indonesia yang berbasis teknologi Artificial Intelligence atau AI, dalam Y-Combinator musim dingin 2018. Bagi yang belum familiar, Y-Combinator adalah inkubator start-up paling bergengsi dan selektif di dunia menurut Majalah Forbes. Inkubator ini terbukti telah melahirkan start-up bergengsi kelas dunia seperti Airbnb, Dropbox, Reddit, hingga 9GAG. Menjadi salah satu start-up terpilih di Y-Combinator tentu saja menjadi kesempatan emas bagi Nusantara Technology untuk mulai mengembangkan diri hingga ke kancah global. Hal ini pun membuktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi start-up kelas dunia yang mampu bersaing secara global.

Dengan terpilihnya Nusantara Technology sebagai start-up binaan Y-Combinator, maka berangkatlah CEO Nusantara Technology, Steven Wongsoredjo, ke Silicon Valley demi mengikuti program inkubasi yang berlangsung selama 3 bulan. Pencapaian ini tentunya tidak datang begitu saja, melainkan dengan melewati serangkaian proses yang berat dan pelik. Proses ini terus berlangsung. Dari Nusantara Technology hanya berkantor di kedai kopi dengan empat orang personil, hingga seperti sekarang, memiliki 40 personil yang berkantor di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya serta menjadi start-up terpilih Y-Combinator. Karena itu, bagi kamu pelaku start-up, atau kamu yang ingin turut membangun start-upmu sendiri, berikut 9 pelajaran yang bisa kita petik dari proses Steven Wongsoredjo membangun Nusantara Technology.

1. Percayalah pada dirimu sendiri, bahkan ketika tidak ada yang percaya padamu. Tetap pegang teguh mimpimu, meskipun jalan yang ditempuh mungkin berat

Berbicara mengenai kesuksesan start-up kelas dunia seperti Airbnb dan DropBox mungkin terkesan mudah dan menyenangkan. Akan tetapi kesuksesan mereka tidak berdiri tanpa air mata dan keringat yang membanjir saat mereka baru saja memulainya.

Begitu pula dengan Nusantara Technology. Pada awalnya, keluarga serta orang-orang terdekat Steven mempertanyakan dan meragukan keputusannya untuk memulai mimpinya mendirikan Nusantara Technology. Steven merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya yang diharapkan dapat melanjutkan usaha ayahnya saat ia kembali dari studinya di Amerika. Tapi Steven memutuskan untuk melepaskan diri dari perusahaan ayahnya dan tetap percaya pada mimpinya untuk mendirikan start-up berbasis AI yang bertujuan menjadi solusi bagi Generasi Z dan Milenial. Segala perjuangannya kini pun terbayar dengan pesatnya pertumbuhan Nusantara Technology.

2. Kerja keras dan passion tidak akan pernah mengkhianati hasil

Membangun Start-up bukanlah perkara mudah. Ada banyak yang harus dikorbankan demi membangun mimpi tersebut dari nol. Kita sering kali harus mengorbankan berbagai kenyamanan hidup demi mencapai tujuan yang besar ini. Pun bagi Steve, perjalanan membangun Nusantara Technology tidaklah mudah.

Tidak terhitung lagi berapa kali ia harus merelakan waktu tidurnya dan hari liburnya demi mimpinya ini. Satu hal yang membuat Steven terus bertahan adalah karena ia percaya pada passionnya, percaya bahwa kerja kerasnya ini akan berbuah manis bagi generasi muda Indonesia. Dan benar saja, segala upaya yang telah dilakukan Steve pun kini mulai menunjukkan hasilnya.

3. Kehidupan Start-up adalah kisah panjang yang penuh dengan penolakan serta kegagalan

Jangan kira kehidupan di Start-up itu mudah dan mulus tanpa hambatan. Seperti halnya dalam hidup, di dunia Start-up pun kita akan banyak menemukan berbagai kegagalan dan penolakan. Akan tetapi kegagalan yang sebenarnya hanya akan terjadi jika kita memutuskan untuk menyerah. Nusantara Technology pun kerap mengalami berbagai kegagalan dan penolakan. Akan tetapi Steven percaya bahwa kegagalan tersebut akan membawanya meraih kesuksesan. Karena itu, penolakan bukan menjadi alasan bagi Steven dan Nusantara Technology untuk menyerah.

4. Jika sesuatu memang sudah ditakdirkan untuk terjadi, maka terjadilah. Dan jika tidak, maka relakanlah

Prinsip ini menjadi salah satu prinsip yang dipegang teguh oleh Steven. Tidak terhitung sudah berapa kali ia bekerja sangat keras untuk mencapai sesuatu namun upayanya berakhir pada penolakan. Tapi ia percaya dan telah berhasil membuktikan bahwa setiap penolakan adalah berkah yang terselubung. Pasalnya, ia justru mendapatkan kesempatan lain yang lebih baik. Jadi, bekerja keras memang wajib, akan tetapi kita juga perlu belajar menerima bahwa ada kuasa lain yang juga menentukan keberhasilan kita.

5. Tidak ada manusia yang sempurna, maka katakan maaf saat kita melakukan kesalahan dan maafkanlah mereka yang berbuat salah

Sebagai manusia, berbuat salah menjadi salah satu kemutlakan yang tidak dapat kita tampik. Karena itu, Steven tidak malu untuk meminta maaf dan dapat dengan rela memaafkan mereka yang berbuat salah. Keterbukaan pada kesalahan dan keberanian meminta maaf, berperan penting dalam membangun tim Nusantara Technology hingga dapat menjadi tim yang solid dengan berbagai pencapaian hebat.

6. Kita tidak dapat menyenangkan semua orang, dan itu bukan masalah

Sejalan dengan poin di atas, manusia memang bukan makhluk sempurna. Sehingga mustahil bagi kita untuk menyenangkan semua orang, dan hal ini mungkin berdampak pada perginya beberapa orang dari kehidupan kita. Hal ini sangat wajar dan tidak perlu dipikirkan terlalu dalam, karena memang kita hanya manusia yang tidak dapat menyenangkan semua pihak.

7. Bermimpilah setinggi mungkin, sehingga ketika kamu gagal, kamu masih akan mendarat di awan. Tapi Plan B jangan sampai ketinggalan

Steven selalu menekankan kepada timnya untuk menjadi pribadi yang ambisius. Ia memotivasi timnya untuk berupaya mewujudkan sesuatu yang mungkin rasanya mustahil bagi mereka. Karena ia tahu bahwa jikapun upaya tersebut gagal, timnya masih dapat belajar dari kegagalannya dan mengembangkan strategi baru untuk mencapai mimpinya.

8. Bakat individual itu memang penting, tapi yang memenangkan sebuah pertandingan adalah kerjasama tim yang baik

Ada tiga hal yang dipercaya Steve dapat membangun Nusantara Technology, yaitu tim, produk, dan pertumbuhan yang positif. Tiga hal ini didapatkan Steven dari kutipan Michael Jordan, pebasket professional kelas dunia. Dan tiga hal ini pula yang Steven terapkan dalam Nusantara Technology. Ia begitu memerhatikan bagaimana membangun tim yang solid dan dinamis sehingga dapat mencapai hal-hal besar.

Untuk membangun tim yang baik, tidak perlu diisi oleh personil-personil yang ‘berbakat’. Yang dibutuhkan justru personil yang mampu mengisi kekurangan satu sama lain sehingga dinamika tim berjalan baik. Dengan tim yang hebat, maka kita akan mampu menghasilkan produk-produk hebat dan mencapai pertumbuhan yang juga hebat.

9. “Be a missionary not a mercenary”

Tim Nusantara Technology selalu memegang prinsip ini; untuk bekerja sebagai seorang misionaris yang penuh kasih alih-alih tentara yang penuh perintah dan paksaan. Nusantara Technology berdiri demi satu mimpi, yaitu untuk menjadi perusahaan teknologi yang dapat merepresentasikan Indonesia di kancah global, dan membanggakan negeri Indonesia tercinta.

Pada akhirnya, partisipasi Nusantara Technology dalam program inkubasi start-up Y-Combinator di musim dingin 2018 ini dapat terwujud berkat kerjasama tim yang begitu baik dan dukungan dari berbagai pihak yang percaya pada mimpi Steven Wongsoredjo selaku pendiri dan CEO Nusantara Technology.

Kesuksesan Steven dalam membangun Nusantara Technology ini mengajarkan kepada kita bahwa jika kita bekerja keras demi mimpi-mimpi yang mulia, maka semesta akan mendukung. Meskipun perjalanannya mungkin akan dipenuhi dengan berbagai fase naik dan turun layaknya roller coaster, namun persistensi dan komitmen akan selalu membawa kita selangkah lebih dekat pada mimpi.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES