Sudah Qerja Lembur Bagai Quda, Tapi Nggak Kunjung Kaya? Kebiasaan Buruk Ini Penyebabnya!

02 Juli 2018
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Siapa sih orang yang nggak mau kaya? Kalaupun ada, mungkin jumlahnya akan sangat sedikit jika dibandingkan jumlah orang yang mendambakannya. Kekayaan bisa diperoleh dengan dua cara. Yang pertama, sudah kaya sejak lahir karena status orang tua, atau menjadi kaya karena berusaha.

Meskipun banyak orang yang ingin kaya, tapi tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk menjadi orang yang sukses secara finansial. Bahkan banyak yang memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menghambat mereka dari meraih kekayaan. Lantas, seperti apakah ciri-ciri orang yang tidak siap untuk memupuk kekayaan? Kebiasaan apa saja yang mereka miliki? Apakah kamu salah satunya?

1. Boros

Kalau yang ini sudah jelas lah ya. Setiap orang sebenarnya memiliki kesempatan untuk menjadi kaya. Akan tetapi, semua usaha untuk memupuk kekayaan akan menjadi percuma jika gaya hidup kita masih terlalu boros. Sebesar apapun penghasilan kita dalam jangka waktu tertentu, kita tidak akan pernah kaya jika kita tidak bisa menabung dan berinvestasi karena semua uang yang kita dapatkan habis dalam sekejap. Maka dari itu, kurang-kurangilah kebiasaan konsumtif kamu dengan menata skala prioritas dengan baik. Ingat, yang harus kita beli adalah yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

2. Tidak membayar utang

Mungkin ada saja teman atau saudara kamu yang mengikhlaskan utang yang kamu pinjam. Akan tetapi, jika kamu terbiasa tidak membayar utang, nantinya kamu akan lebih mudah terlena dan menganggap bahwa kebutuhan kamu bisa didapatkan dengan cara berhutang. Pada gilirannya, kamu akan menganggap persoalan utang-piutang sebagai hal yang sepele.

Selain nantinya kamu jadi malas berusaha, pandangan yang menyepelekan utang akan justru membuat utang semakin menumpuk dan nantinya hal itu bisa berdampak kepada kondisi kesehatan keuangan kamu. Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan batas akhir pembayaran utang kepada orang lain agar kamu bisa terus termotivasi untuk mencari uang.

3. Mengikuti gaya hidup orang lain

Terkadang, pengeluaran yang paling besar itu bukan berasal dari kebutuhan primer seperti pakaian, makanan, dan tempat tinggal, melainkan gaya hidup. Jika kita masuk ke dalam suatu lingkaran sosial tertentu, nantinya gaya hidup kita pun akan mengikuti kebiasaan yang berlaku dalam lingkaran tersebut. Contoh konkritnya, jika kamu sering bergaul dengan orang-orang yang senang foya-foya, nantinya kamu akan terus terbawa gaya hidup mereka dan kamu akan melupakan prioritas pengeluaran yang lebih penting.

4. Banyak menuntut di tempat kerja

Apakah kamu termasuk orang yang sering mengeluh akan sistem kerja di tempat kamu mencari nafkah? Jika kamu termasuk orang yang seperti itu, kamu harus menghentikan kebiasaan itu sesegera mungkin. Keluhan-keluhan yang kamu lontarkan akan menanamkan sugesti yang membuat produktivitas kerja kamu menurun. Daripada banyak mengeluh, lebih baik jika kamu terus meningkatkan performa kerja kamu dan berusaha untuk mencetak prestasi sebaik mungkin. Kalau kinerja kamu menunjukkan perkembangan, niscaya atasan kamu pun akan lebih menghargai kamu dan mungkin saja memberimu promosi atau kenaikan gaji!

5. Sering berkelit dari kesalahan

Membela diri tentunya berbeda dengan berkelit dari kesalahan. Ketimbang mencari-cari kesalahan dari orang lain, sebaiknya kamu terus berintrospeksi diri dan berani untuk mengakui kesalahan kamu. Jika kamu bekerja pada orang lain, kamu mungkin akan kena semprot oleh atasan saat kamu mengakui kesalahan yang kamu lakukan. Akan tetapi, setidaknya kamu akan memahami kesalahanmu dan mengevaluasi diri sehingga kinerjamu pun menjadi lebih baik.

6. Selalu berpikir negatif

Dalam mencari nafkah, kita memang harus memikirkan kemungkinan terburuk agar kita selalu siap menghadapi kemungkinan itu sendiri. Akan tetapi, kamu juga tetap harus mengambil sisi positif dari segala hal buruk yang bisa saja menimpa kamu pada suatu waktu. Perspektif yang hanya memikirkan hal-hal negatif nantinya akan membuat kamu malas berusaha untuk lebih maju. Ingat, segala kejadian pasti ada hikmahnya.

7. Menyerahkan semuanya kepada nasib

Apakah uang turun dari langit? Jelas tidak! Kebiasaan menyerahkan segalanya kepada nasib biasanya bersumber dari pikiran yang selalu tertuju kepada apa saja yang kita tidak bisa lakukan. Jangan fokuskan pikiran kamu terhadap hal yang “tidak bisa” kamu lakukan. Jauh lebih baik jika kamu memfokuskan diri pada apa yang bisa kamu lakukan, dan lakukan dengan sebaik mungkin.

 

Itulah beberapa kebiasaan yang menghambat produktivitas kerja dan berimbas kepada sulitnya kita untuk bisa memupuk kekayaan. Sebelum kita memikirkan cara-cara untuk bisa menjadi kaya, lebih baik introspeksi diri dulu, apakah kita masih melakukan berbagai kebiasaan buruk di atas?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES