Sosok Di Balik Kerjabilitas, Platform Pemberdayaan Kaum Disabilitas di Indonesia

11 Desember 2017
|Chandra W.
270SHARES

Namanya Rubby Emir. Bersama Komunitas Saujana ia mendirikan start-up bernama Kerjabilitas yang tujuannya menjembatani kaum disabilitas dengan penyedia kerja.

Inisiatif Rubby bermula dari keadaan adiknya yang juga penyandang disabilitas dan fakta bahwa kaum difabel di Indonesia kesulitan mencari pekerjaan. Selain itu, banyak keluarga yang menganggap bahwa anggota keluarganya yang difabel tidak perlu bekerja, padahal mereka sebenarnya bisa mandiri.

Saujana sebenarnya adalah nama Lembaga Swadaya Masyarakat yang fokus pada isu-isu disabilitas. LSM ini didirikan pada tahun 2014 di Yogyakarta. Ide menciptakan Kerjabilitas muncul tak lama setelah itu. Rubby pun mulai mengadakan diskusi di beberapa kota besar termasuk Malang dengan para penyandang disabilitas. Ia menemukan bahwa banyak difabel di luar sana yang semangat mencari pekerjaan namun kesulitan mendapatkannya karena mencari di platform jobseeker umum seperti jobs.id, JobsDB dan JobStreet.

Kerjabilitas akhirnya resmi berdiri pada Maret 2015. Pada awalnya terdapat 50 difabel pencari kerja. Bulan berikutnya, jumlahnya meningkat hingga 300 orang. Tantangan dalam berbisnis non-profit seperti ini tentu ada. Bagi Kerjabilitas, tantangannya adalah tentang bagaimana meyakinkan perusahaan bahwa difabel punya kapabilitas untuk bekerja layaknya orang pada umumnya, jika ditempatkan di bagian yang sesuai. Banyak perusahaan yang takut duluan untuk menerima difabel. Alasan paling klasik, gedung mereka tidak aksesibel untuk difabel.

Berkat kerja yang tak kenal lelah baik dari Rubby Emir maupun timnya, kini sudah ada lebih dari 350 perusahaan yang menjadi mitra Kerjabilitas dan tentunya mau menerima pekerja yang mohon maaf, tidak sempurna fisiknya. Termasuk di antaranya L'Oreal, Carefour, BRI, Sale Stock, dan Eiger. Kerjabilitas juga masuk ke komunitas-komunitas disabilitas di daerah-daerah untuk merangkul mereka agar tidak merasa minder dengan disabilitasnya. Ketika difabel bekerja, mereka merasa kembali percaya diri. 

Menurut Rubby, mestinya lebih banyak lagi anak muda Indonesia yang bisa menemukan solusi praktis atas masalah yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan mencoba untuk kritis dalam segala situasi. Dengan berpikir begitu, akan ada banyak inisiatif cemerlang yang lahir dari anak muda Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
270SHARES