Simak Kutipan Bapak Bangsa ini Soal Makna Pluralisme, Penting Banget Loh!

25 November 2016
|Atik Kencana S.
Life
1296SHARES

Pasti kita tahu dong mantan presiden RI yang keempat ini. Bener banget, beliau adalah KH. Abdurrahman Wahid. Beliau lahir di Jombang 7 September 1940 dan wafat tanggal 30 Desember 2009. Meskipun bapak yang satu ini sering dianggap ngawur oleh orang-orang, dasar pemikirannya soal pluralisme patut kita jadikan contoh. Pasti penasaran kan tentang kutipan-kutipan beliau? Yuk, kita lihat satu-satu makna dari pluralisme. 

1. Jangan jadi bangsa penakut

Pesan dari bapak bangsa satu ini memang sarat akan beribu makna. Pesan yang harusnya dapat diimplementasikan sebagai anak bangsa yang akan menjalankan cita-cita bangsa ini. Jangan jadi penakut untuk menindak orang yang salah. Haram itu hukumnya.

2. Beda pendapat itu baik

Pendapat itu memang nggak untuk diseragamkan kok. Semakin kita berbeda pendapat, semakin kuat kita. Semakin juga kita tahu cara untuk mempersatukannya.

3. Berbuat baik itu kewajiban semua orang

Sepakat banget sama kutipan yang satu ini. Nampaknya nyata banget. Mau apa pun agama, suku, ras, golongan sekalipun semua akan saling menghormati kalau sama-sama berbuat baik. Sepakat gak?

4. Jangan sembarangan melegitimasi kekuasaan

Sekarang ini makin banyak orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekuasaan. Apalagi bawa-bawa sejarah. Ada yang bilang sih kalau sejarah itu dibuat oleh para pemenang. Ya gak?

5. Utamakan kepentingan bersama

Sudah bukan waktunya lagi untuk bersikap egois. Mari dong kita bareng-bareng mengubah mindset kita demi kemajuan bersama. Kan yang enak nanti kita-kita juga.

6. Perbedaan untuk bersatu

Masih paham kan tentang semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Semboyan itu emang bagus banget dan pas buat kehidupan Indonesia. Bukan lagi harus golongan tertentu yang diutamakan. Perbedaan itu indah kok.

7. Paham kan?

Tuhan memang menciptakan kita berbeda-beda kok. Hal itu yang membuat dunia ini indah. Contohnya soal tangga nada. Tangga nada dasar itu ada delapan, bayangin cuma ada satu nada. Pasti gak akan enak kan kalo didengerin? Ya, kayak gitulah contohnya.

Kutipan bapak pluralisme ini penting banget untuk kita resapi. Gak hanya diresapi kok tapi juga diimplementasikan. Dunia akan lebih indah kalo kita bisa saling menghargai perbedaan yang ada. Jangan mau diadu domba ya, guys.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
1296SHARES