Sikap Dewasa untuk Menyikapi Rasa Baper Ketika Harus Wisuda Online

www.pexels.com

Lulus dengan predikat sarjana Corona membuat banyak diantara kerabat kita menjadi tersinggung. Seolah-olah perjuangan selama kurang lebih empat tahun dianggap sepele karena sidang dan wisuda dilakukan secara daring.

Kalau galau karena mantan pacar, rasanya lumrah saja. Tapi kalau karena harus wisuda online, urusannya sudah lain lagi. Rasa tidak puas karena harus wisuda online dan dapat cibiran dari warganet terlanjur bikin baper alias terbawa perasaan.

Nah, daripada baper berkelanjutan dan mengakibatkan hal yang tidak seharusnya, lakukan beberapa hal berikut supaya kamu bisa tetap on track pada cita-cita. Sikapi dengan dewasa dan lapang dada, ya.

1. Lupakan tipe ideal lulus kuliah

pixabay.com

Sehabis sidang, persiapan menyewa kebaya, salon, makeup, hingga buket bunga adalah hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan wisuda. Stop membayangkan gak yang belum terjadi tidak akan ada habisnya. Wisuda secara online ataupun offline, semuanya punya kekurangan.

Kalau mengira wisuda offline enak bisa berfoto bersama keluarga dan teman teman, kamu mungkin tidak tahu betapa ribetnya harus makeup jam 4 pagi karena harus checkin ke balai wisuda tepat pukul 7 pagi. Belum lagi balai dipenuhi orang yang bikin susah jalan dan harus senyum sepanjang waktu.

Wisuda online justru lebih tenang, santai, tidak banyak orang karena melalui video conference. Prosesi ini nggak seburuk itu kalau kamu mau melihatnya dari sudur pandang yang lain. 

2. Screenshot bukti wisuda

pixabay.com

Mungkin ini saatnya untuk mengetahui siapa teman dekatmu. Ketika wisuda offline, semua orang bisa saja datang memenuhi balai wisuda dan menemuimu. Tapi ketika wisuda online, kamu bisa tahu siapa yang mendukung proses hidupmu sejak penulisan bab 1.

Tidak ada janji kado wisuda, mereka memberikmu dukungan via chat dan video call yang bisa kamu screenshoot. Mereka yang benar-benar sayang padamu, akan selalu ada 24/7 untuk menemani dalam suka dan duka di proses akademik ini.

Khawatir tidak punya teman? Kamu bisa screenshoot layar ketika sidang dan wisuda. Setelah itu, bagikan ke social media. Pasti banyak dari temanmu yang ikut berbahagia karena sudah lulus menjadi sarjana.

3. Bersenang-senang dengan sahabat

pixabay.com

Menjadi sarjana yang sidangnya virtual pasti rasanya agak aneh. Kamu jadi ingin curhat perkara keanehan yang dialami sehabis wisuda online. Maka dari itu, bersenang-senang dengan sahabat bisa dilakukan juga dengan video call group. Misalnya kalian janjian melakukan aktivitas yang sama, meminta pendapat, dan party di kamar masing-masing. Bersenang-senang dengan sahabat bisa membuatmu lebih santai menghadapi hidup.

4. Cari kesibukan
pixabay.com

Daripada sibuk mengagumi kesuksesan orang lain dan sensitif dengan ocehan tentang sarjana Corona, lebih baik siibukkan diri untuk membangun self esteem atau kepercayaan diri. Kamu bisa mulai dari hal yang pernah disukai saat masih kecil. Misalnya menulis, menggambar, ataupun berkebun.

Kamu bisa bersenang-senang dengan diri sendiri tanpa harus peduli bagaimana image di media sosial. Tanamkan kalau kamu hanya perlu bangga pada diri sendiri. Pembuktian diri pada orang lain hanya akan melelahkan saja. You are worth it good enough. 

5. Hindari hal yang menimbulkan sakit hati
pixabay.com

Kalau merasa social media dan orag lain berpotensi menyakiti, kamu boleh untuk menjauh darinya. Sediakan waktu untuk meditasi, mengingat hal yang disenangi, dan mempelajari hal yang sempat membuat sakit hati.

Kamu bisa logout sementara dari media sosial, kok. Jangan merasa terjebak dengan stereotip masyarakat. Kamu bebas merdeka atas dirimu sendiri. Jadilah kuat dengan mengetahui kelemahanmu. Dengan begitu, jika ada ancaman yang membuatmu terluka nanti, kamu sudah bisa menghindarinya dan bahkan sudah bisa menghadapi ancaman tersebut.

6. Menentukan pilihan hidup

pixabay.com

Kita semua akan selalu bingung untuk menentukan pilihan hidup. Bahkan orang tua pun sering bingung untuk menginginkan hidup seperti apa. Setidaknya, buatlah pilihan apakah selamanya mau mendengarkan orang lain atau berpegang teguh atas prinsip sendiri.

Apa yang kamu inginkan ke depannya? Wisuda daring atau tidak, apa yang akan dilakukan selanjutnya? Mencari kerja? Berlibur? Ikut sertifikasi? Hal baik membutuhkan waktu. Pastikan kamu menyiapkan diri untuk segala konsekuensi yang akan didapat dari pilihan tersebut, ya! 

7. Jalani saja

pixabay.com

Hidup ini memang rumit. Kadang tampak sederhana, kadang bikin pusing. Mau bagaimana pun, semuanya hanya tinggal dijalani. Berat atau ringan, hidup selalu memberikan warna di kanvas hidup. Daripada mengeluh dan merasa baper, jalani saja apa adanya.

Meskipun introvert, kamu juga tetap bisa untuk menghindari kebaperan. Memiliki hati yang sensitif bukan kesalahan. Yang perlu dilakukan adalah tidak ambil hati dengan ucapan orang lain. Kalau ada orang yang bicara aneh-aneh tentangmu, coba lihat sekitar. Masih banyak orang yang mencintai dan mendukung di belakangmu. Tidak perlu lagi baper karena ejekan sarjana Corona ataupun harus wisuda online.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Sandingkan Foto Wajah Maruf Amin dan Kakek Sugiono, Netizen ini Dipolisikan GP Ansor | Keepo.me

Sandingkan Foto Wajah Maruf Amin dan Kakek Sugiono, Netizen ini Dipolisikan GP Ansor | Keepo.me

Inspirasi Padu Padan Jeans Putih dengan Atasan yang Chic

Inspirasi Padu Padan Jeans Putih dengan Atasan yang Chic

Tak Lagi Canggung, 8 Artis Ini Unggah Foto Bersama Sang Mantan | Keepo.me

Tak Lagi Canggung, 8 Artis Ini Unggah Foto Bersama Sang Mantan | Keepo.me

Hal Esensial yang Perlu Diketahui dari Jerawat Punggung

Hal Esensial yang Perlu Diketahui dari Jerawat Punggung

Buta Sebelah, Pria ini Mengganti Bola Matanya dengan Kamera | Keepo.me

Buta Sebelah, Pria ini Mengganti Bola Matanya dengan Kamera | Keepo.me

Benda di Sekitar yang Ternyata Dapat Memicu Munculnya Breakout

Benda di Sekitar yang Ternyata Dapat Memicu Munculnya Breakout

loading