Sering Ngatain Orang Lain Gendut? Hati-hati, Dampaknya Bisa Lebih Serius Dari yang Kamu Bayangkan

25 Februari 2018
|Chandra W.
0SHARES

“Kamu gendutan ya?” Tiga kata yang mungkin kita pikir biasa saja itu, bikin orang yang ditanya (atau dibilang) gendutan, merasa tidak percaya diri, malu, minder, dan mungkin juga, marah. Tidak ada yang tahu seberapa besar keinginannya untuk menurunkan berat badan dan betapa ia telah menyembunyikan semua kekecewaannya di balik senyum dan ucapan, “Iya nih kayaknya hehe,”.

Apalagi kalau kamu melecehkan atau menghina seseorang karena gendut di depan orang banyak. Parah sih. Fenomena ini dinamakan fatshaming.

Salah satu contohnya adalah desainer ternama Prabal Gurung yang diduga melakukan fatshaming terhadap salah satu mantan karyawannya, Melissa Teitel yang bekerja sebagai direktur pemasaran pada tahun 2014. Saat itu Melissa hamil dan berdasarkan penuturannya, Gurung mengejek bentuk tubuhnya lalu memecatnya setelah melahirkan. Gurung juga sering mengejek kebiasaan Melissa ngemil selama hamil.

Ejekan itu ia katakan di depan karyawan lain juga. Padahal, camilan yang dibawa Melissa dalam jumlah cukup banyak bukan hanya dimakan sendiri, melainkan untuk dimakan bersama teman yang lain juga. Dijawab begitu, si desainer malah tertawa. Lanjutnya, Prabal Gurung mengatakan karena perubahan bentuk tubuh Melissa, banyak investor yang batal menyuntikkan dana ke lini busananya. Ia memahami bahwa Melissa sedang hamil, namun juga melarangnya memakai sepatu flat dan dress.

Melissa mengalami pre-eclampsia, suatu komplikasi kehamilan yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan menyebabkan pembengkakan pada tangan dan kaki. Ini juga yang menjadi sasaran fatshaming. Gurung meminta agar Melissa tidak mengenakan gaun pendek karena ‘tidak ada yang ingin melihat kaki seperti itu’. Setelah melahirkan sesar dan masih dalam masa menyusui, ia malah dipecat dari perusahaan. Pihak juru bicara perusahaan menampik pemecatan terhadap Melissa. 

Sebelumnya ia diminta bekerja kembali pada Oktober 2015 setelah melahirkan pada September 2015 atau sebulan sebelumnya. Namun karena masih menyusui, Melissa mengajukan kerja paruh waktu. Prabal Gurung tidak setuju lalu Melissa mendapat pemberitahuan bahwa ia dianggap telah efektif resign. Padahal selama hamil, Melissa mengaku merasa menjalani hari-hari penuh siksaan.

Fatshaming sebenarnya sering kita jumpai sehari-hari, di sekolah, bahkan juga di rumah atau ketika bertemu dengan saudara. Mengucapkan ‘lo gendutan ih’ di depan banyak orang tanpa berpikir dampak ucapan tersebut. Di luar negeri bahkan banyak kasus bunuh diri akibat bullying sekaligus fatshaming. Yuk kita kurang-kurangin. Hentikan bilang begitu. Lagian nggak ada untungnya juga kan ngatain orang gendut?

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES