Sering Merasa Bosan? Jangan-jangan Kamu Depresi. Cek Yuk Tanda-tandanya!

11 Oktober 2017
|Chandra W.
0SHARES

Kebosanan bisa melanda siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Pernah nggak sih kamu merasa bosan terus menerus dan malas melakukan apa saja? Lalu ketika diajak teman untuk pergi ke suatu tempat atau main untuk menghilangkan kebosanan, kamu malah malas. Bukannya mencari alternatif kegiatan yang seru, kamu malah mengalihkan rasa bosan itu ke kegiatan yang justru bikin lebih gabut, seperti melamun dan tidur. Hati-hati, bisa jadi bosanmu kali ini bukan bosan biasa, melainkan tanda bahwa kamu sebenarnya depresi.

Jangan dikira, hanya karena usiamu masih muda kamu nggak bisa terkena depresi. Gangguan ini bisa menjangkiti siapa saja, tak mengenal batas usia. Dari anak SD sampai nenek-nenek juga bisa depresi lho. Meskipun kita nggak bisa memastikan apakah yang sedang dialami itu depresi atau bukan, kita bisa melihat tanda-tandanya, antara lain:

Kamu bosan dengan yang namanya basa-basi. Apa sih itu? Ngobrol yang nggak ada esensinya. Kayak nggak ada pertanyaan selain kelas berapa, ranking berapa, kuliah di mana, IPK berapa, kapan wisuda, kapan nikah. Besok lagi mending nggak usah ikut arisan keluarga lah. Atau yang biasanya rajin ikutan kegiatan komunitas, mendadak malas aja mau berangkat. Tapi keterusan. Akhirnya kamu jadi lebih sering menyendiri.

Cara paling mudah untuk melawan kebosanan sebenarnya adalah dengan melakukan kegiatan yang sama sekali berbeda dari rutinitas biasanya, kecuali sekolah, kuliah dan kerja yang jadi kewajiban. Misal kamu biasa menghabiskan akhir pekan dengan nonton drama seri di laptop dan baca buku di kost, coba deh sekali-kali pergi ke tempat yang baru. Bosannya bisa aja nggak langsung hilang, tapi setidaknya ada hal berbeda yang kamu rasakan.

Kalau sampai rasa bosan itu mengakar hingga berbulan-bulan, mungkin ini saatnya kamu terbuka pada orang sekitar dan bercerita apa yang kamu rasakan. Kalau malu, kamu bisa juga mendatangi psikolog dan konsultasi. Mereka pasti bisa memandang persoalanmu dari kacamata yang berbeda. Biar bagaimanapun, yang bisa menyembuhkanmu dari kebosanan (dan depresi) adalah dirimu sendiri. Orang lain hanya bisa membantu. Sebelum terlambat, sadari dan kenali tanda-tandanya dan segera cari pertolongan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES