Selain 'Which is', Ini 10 Kata yang Harus Kamu Hindari Agar Terlihat Lebih Profesional!

17 Mei 2018
|Chandra W.

Memasuki dunia kerja, seseorang diharapkan bersikap profesional dari perkataan dan perbuatan. Kata-kata yang keluar dari bibir seorang pekerja menunjukkan kepandaiannya dalam berkomunikasi. Apalagi dengan adanya globalisasi seperti sekarang, banyak orang yang mendadak kebarat-baratan. Menggunakan sepatah dua patah kata berbahasa Inggris seperti sudah lazim dilakukan. Padahal, jangankan sampai kebarat-baratan, dalam bahasa Indonesia saja ada kata dan kalimat yang tidak sepatutnya diucapkan oleh pekerja. Jadi, kecuali kamu ingin dianggap tidak profesional, jangan coba-coba mengucapkan ini ya di lingkungan pekerjaan.

1. Sumpah demi apa aja

Bahkan kalaupun apa yang kamu katakan itu benar dan murni kejujuran, kamu malah akan terlihat sebaliknya. Sumpah apaan, memangnya zaman sekolah? 

2. Terserah

Sebagaimana kata ini berpotensi merusak hubungan sepasang insan ketika mau makan bareng, 'terserah' dalam dunia kerja menunjukkan kamu nggak punya inisiatif dan akan lepas tangan jika terjadi masalah.

3. Aku bosan

Bosan itu bisa diatasi asal kamu kreatif dan berpikiran positif dalam menghadapi situasi. Bukan salah pekerjaanmu jika kamu merasa bosan. Kamu sendiri yang harus mengatasinya. 

4. Sori telat

Bahkan jika tempatmu bekerja budayanya santai, terlambat jelas bukan suatu hal yang pantas dilakukan. Terlambat menunjukkan bahwa kamu nggak disiplin sama diri sendiri. Apalagi kalau kamu melakukannya berulang kali. 

5. Duh aku lagi sibuk

Ketika dimintai bantuan oleh teman sekantor, kamu bisa dan boleh menolak dengan bilang maaf dan menjelaskan apa yang sedang kamu lakukan serta deadline mepet misalnya. Semua orang yang bekerja pasti punya kesibukan. Mengatakannya akan membuatmu terlihat sombong.

6. Ini bukan salahku

Kesannya melarikan diri dari tanggung jawab. Kenapa nggak mengakui kesalahan dan mencoba mencari solusi bersama?

7. Nggak mungkin lah

Menunjukkan bahwa kamu pesimis. Daripada bilang nggak mungkin, coba cari solusi lain dari sebuah masalah. Misalnya, "Kita bisa coba ini...karena cara yang kemarin kurang berhasil,' atau kira-kira seperti itu. 

8. Nanti ya

Nanti tugasnya beranak pinak lho. Jam kerja ya kerja, habis itu mau bermalas-malasan juga terserah kamu. 

9. Aku cuma nurutin perintah

Mengatakannya pada atasan sama saja kamu melemparkan kesalahan. Kalau memang perintahnya salah, kamu kan bisa bilang dari awal. 

10. Aku juga bisa

Kalau kamu juga bisa, ya sudah lakukan saja yang terbaik. Nggak semuanya harus dipamerkan juga kan? Kalau pamer begini, orang-orang bukannya hormat, justru malas sama kamu.

Ingat, perkataanmu dapat menunjukkan siapa kamu sebenarnya. Mulutmu harimaumu. Jangan sampai salah bicara sampai mengorbankan image profesional yang kamu miliki dan merugikan diri sendiri ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES