Sedih, Galau, Takut: Ini yang Kamu Rasakan Ketika Mengalami Quarter Life Crisis

28 Oktober 2017
|Chandra W.
4.3 KSHARES

Dulu waktu masih muda, katanya usia 17 tahun adalah saat penting di mana kamu sudah dewasa dan dapat menentukan pilihan hidup sendiri. Tapi pada kenyataannya, baru pada usia 20-an kita bisa benar-benar melakukannya. Awal-awal memasuki masa dewasa memang menyenangkan, tapi biasanya semua berubah ketika kamu memasuki usia 25 tahun. Kamu akan berhadapan dengan yang namanya Quarter Life Crisis alias krisis hidup seperempat abad. Kayak apa tuh?

1. Dari keluarga, ada tuntutan finansial dan calon pasangan hidup

“Nak, kok pacarmu nggak pernah dibawa ke rumah? Sini dong, kenalin sama Mamah kalau memang serius.”

“Kamu kerja apa sih itu kok nggak jelas? Mbok jadi PNS aja...”

Dalam hati: ya serius sih serius, Mah. Tapi kan mesti nabung dulu buat nikah. Lagian juga belum semua cita-cita kesampean. Yaelah bentar lagi keyboard sama mouse aja udah mau punah, masih disuruh jadi PNS? Mending juga jadi Data Scientist.

2. Bahkan dengan diri sendiri pun kamu adu argumen

Setiap hari kamu terus berpikir, mending S2 apa lanjut ngejar karir aja ya? Kira-kira cukup nggak ya waktunya seandainya mau nikah di umur 30 tahun? Kalau nanti lulus S2 terus mau ngapain? Dan seterusnya, dan seterusnya. Banyak hal yang muncul di kepalamu saat memasuki quarter life. Ada banyak sekali yang harus dipertimbangkan ketika hendak melakukan sesuatu. Jadilah otakmu sibuk menimbang risiko, konsekuensi, dan langkah yang akan kamu ambil selanjutnya. Nah, berarti kamu sudah mengalami yang namanya quarter life crisis.

3. Tiba-tiba definisi kebahagiaanmu dipertanyakan

Aslinya kamu merasa baik-baik saja dengan pekerjaanmu sekarang, gaji yang cukup untuk bayar kost, kebutuhan pokok, sampai nonton film bareng teman-teman. Kamu merasa bahagia masih bisa pulang kampung sebulan sekali dan berkumpul sama keluarga. Tapi kemudian salah satu temanmu atau kakakmu nyeletuk, ‘Dengan gaji sekian, sebenarnya orang bisa hidup bahagia nggak sih? Kalo kamu gimana?’ Yang pada intinya lalu menyarankanmu untuk cari kerja dengan gaji lebih besar. What a quarter life!

4. Kamu juga bertanya-tanya apakah pasanganmu sekarang bisa diajak seriusan atau enggak

Dulu sih mikirnya jalanin aja. Tapi tahu-tahu kok sekarang tiap Minggu harus kondangan dan OMG...itu yang pacarannya baru setahun aja udah nikah. Kamu yang udah bertahun-tahun, apa kabar? Bahkan jika kamu punya rencana untuk nggak menikah dalam waktu dekat pun, pasti tetap kepikiran apakah pacarmu bakal bisa diandalkan sampai menikah nanti. Nggak ada lagi tuh pikiran ‘jalanin aja’. Semuanya harus direncanakan di usiamu yang sekarang.

5. Mending tetap idealis atau mencoba realistis?

Sejak awal kamu tahu ingin mengabdikan diri untuk mengajar anak-anak di wilayah pedalaman. Tapi menjadi sukarelawan juga butuh banyak biaya, belum lagi rasa kangen rumah dan keluarga yang harus ditahan berbulan-bulan atau sampai setahun. Dipikir-pikir itu artinya kamu juga akan menyusahkan orang tua lagi dengan meminta sokongan dana. Mau bekerja di korporasi, itu bukan passion-mu, tapi duitnya banyak. Hhh galauuuu.

6. Hidup seperti apa yang sesungguhnya ingin kamu jalani?

Sejak lulus kuliah sebenarnya kamu sadar bahwa kita nggak bisa mendapatkan semua hal dalam satu waktu. Ada juga keinginan-keinginan kita yang nggak bisa tercapai sampai kapanpun. Akhirnya kamu mulai melihat resolusi-resolusi 5 tahun ke belakang, rencana jangka pendek, rencana jangka panjang, dan mengevaluasi apa saja yang sudah berhasil direalisasikan dan bagaimana caranya untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Lebih jauh lagi, kamu bingung hendak memilih cara hidup yang nyaman tapi gitu-gitu aja, atau hidup yang menyenangkan tapi penuh tantangan dan risiko. Sebegitu rumitnya kah quarter life itu?

7. Diam-diam kamu takut bakal jadi orang yang gagal

Di saat temanmu baru naik jabatan dan update di LinkedIn, ada perasaan iri menyusup di antara rasa kagum dan bahagia kepadanya. Kok kamu masih gini-gini aja sementara teman-teman yang lain udah pada jadi manager, misalnya. Kamu takut nggak bisa sukses dan mengecewakan semua orang yang telah berharap padamu.

Sekarang ambil napas panjang, lalu ambil kertas dan pulpen. Tuliskan ulang apa yang kamu inginkan di hidupmu, jika kendali sepenuhnya ada di tanganmu; bukan orang tua, teman, sahabat, apalagi pacar. Itulah yang harus kamu pegang dan realisasikan. Kenyataannya nggak akan segampang itu, tapi seperti kata Chrisye, ‘Badai pasti berlalu.’ Quarter Life Crisis hanya satu badai besar dalam hidupmu. Setelah lewat 25 tahun, akan ada badai-badai yang lebih dahsyat di depan sana. Makanya, kamu harus bisa menaklukkan yang satu ini dulu. Semangat!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
4.3 KSHARES