Sebelum Menikah, Ini Hal yang Harus Dibicarakan dengan Pasangan

18 November 2017
|Chandra W.
0SHARES

Melanjutkan hubungan pacaran ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan memang membahagiakan. Siapa sih yang nggak ingin bersanding di pelaminan dengan kekasih hati yang telah lama bersama? Tapi sebelum lebih dalam merencanakan berapa orang yang akan diundang, prasmanan atau gubukan dan seterusnya, lebih baik bicarakan delapan hal ini empat mata. Penting lho, biar nggak kaget setelah menikah nanti.

1. Tinggal di mana setelah menikah

Belum ada bayangan? Ini harus didiskusikan sejak awal lho. Mungkin kamu tipe mengejar karir di kota, sedangkan dia ingin hidup tentram dan green living di pedesaan sembari berdagang hasil hidroponik dari rumah. Atau barangkali juga salah satu dari kalian nggak mau meninggalkan kota asal. Atau si dia ingin tetap tinggal di rumah orang tua setelah menikah nanti? Termasuk juga bagaimana model rumah yang kalian inginkan, furniturenya minimalis atau Mediteranian. Nah mau nggak mau salah satu harus mengalah dong. Coba dicari jalan tengahnya.

2. Mau punya anak atau enggak? Bagaimana pola asuhnya?

Termasuk apakah akan segera punya anak setelah menikah atau menghabiskan setahun pertama pernikahan dengan traveling dulu baru habis itu program punya anak? Jika memutuskan untuk punya anak, berapa jumlahnya, selisih umur untuk program KB, dan tentu saja cara mengasuhnya mulai dari pendidikan di rumah, sekolah, sampai prinsip-prinsip yang harus diajarkan. Anak akan bingung ketika ayah dan ibunya mengajarkan prinsip berbeda untuk satu hal yang sama.

3. Mertua

Ini nih isu sensitif di setiap pernikahan. Perlu dibahas apakah nanti mertua akan tinggal satu rumah bersama kalian, atau rumahnya sebelahan, bagaimana kebiasaannya dan seterusnya. Kalau satu rumah, apakah beliau bisa menghargai privasi kalian sebagai pasangan yang sudah mandiri?

4. Bagi tugas mengurus rumah

Karena sekarang sudah nggak zaman semua urusan domestik dipegang istri, diskusikan ini sejak awal. Misalkan kalian berdua sama-sama bekerja, lalu nanti ketika punya anak, siapa yang harus mengalah untuk bekerja dari rumah, atau menyewa baby sitter. Begitu juga dengan pekerjaan ringan seperti menyapu dan memasak. Apakah akan dibagi dua, bagaimana porsinya, dan sebagainya.

5. Seks

Karena salah satu jaminan rumah tangga yang hebat adalah seks yang memuaskan, jangan malu untuk membahasnya sebelum nikah. Nggak mau kan udah nikah malah zonk? Kamu perlu mengetahui preferensi seksnya, tanyakan bagaimana pendapatnya soal film porno, juga frekuensi seks yang wajar untuknya. Dengan begitu kamu juga dapat menyuarakan pendapatmu jika memang ada perbedaan preferensi.

6. Makanan

Salah satu masalah terbesar yang bisa terjadi dalam hal makanan adalah kamu suka pedas, dia nggak suka. Mau nggak kamu ribet-ribet menyiapkan makanan pedas dan biasa saja setiap hari? Maukah kamu berkompromi untuk makan masakan non-cabai? Juga apakah kalian lebih memilih untuk memasak di rumah atau beli di luar. Tentu ini ada hubungannya dengan keuangan. Segera bicarakan ya.

7. Orientasi politik

Jangankan pertemanan, pernikahan pun bisa berakhir hanya karena perbedaan orientasi politik lho. Beda memilih capres, bubar rumah tangga sekian tahun. Padahal nggak apa-apa lho orientasi kalian berbeda dalam hal pandangan politik, asalkan masih bisa dikompromikan. Makanya mending diomongin sebelum nikah.

8. Keuangan

Kalau ini jelas wajib kudu harus diomongin. Bagaimana kalian akan mengatur pemasukan dan pengeluaran setelah menikah. Apakah pihak istri atau suami yang membuat rencana anggaran bulanan, berapa yang harus disisihkan dari pendapatan masing-masing untuk menyicil rumah, dan seterusnya.

Kalau semua sudah dibicarakan dan menemukan titik tengahnya, baru deh mulai tuh booking gedug, catering, cetak undangan, fitting kebaya. Karena menikah bukan permainan, rencanakan segala sesuatunya dengan baik, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES