Sebelum Memutuskan Mengejar Beasiswa S2 di Luar Negeri, Siapkan dulu 5 Hal Ini!

17 Juni 2018
|Romlah Sundari
160SHARES

Melanjutkan kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa, siapa yang nggak mau? Selain mendapat pendidikan lebih lanjut, kita juga akan diperkaya dengan pengalaman hidup di luar negeri yang penuh dengan suka duka. Belum lagi dengan koneksi mancanegara yang bisa kita dapatkan dan kisah petualangan di negeri asing. Duh, studi di luar negeri dengan beasiswa memang jadi impian banyak orang.

Tapi mengejar beasiswa S2 di luar negeri itu nggak semudah membalikkan telapak tangan, girls. Di balik berbagai kisah seru mereka yang menjalani studi di luar negeri, terdapat keringat dan air mata yang bercucuran. Karena itu, agar kamu lebih tegar dan siap dalam perjuangan mengejar beasiswa, siapkan dulu hal ini!

1. Niat! Karena perjalanan mencari beasiswa akan panjang dan melelahkan

Pertama sekali, kamu harus siapkan niat dan tekad yang bulat. Pasalnya, kamu akan menemui banyak rintangan dan jalan buntu yang membuatmu menangis hingga ingin menyerah. Karena itu, kamu harus tahu dari awal apa yang kamu benar-benar ingin tuju dengan kuliah di luar negeri. Kamu harus tahu alasan utamamu dan pegang itu kuat-kuat agar kamu nggak patah di tengah jalan.

2. Uji bahasa inggrismu melalui tes IELTS

Sesudah kamu menetapkan niat dan alasanmu untuk berkuliah lagi di luar negeri, langkah selanjutnya adalah mengasah kemampuan berbahasa asingmu, terutama Bahasa Inggris. Banyaklah berlatih dengan kawan-kawan seperjuangan demi mencapai nilai IELTS yang dibutuhkan. Rata-rata penyedia beasiswa mensyaratkan skor IELTS 6 atau 6.5, begitu pun dengan universitas di luar negeri.

3. Meski kamu mencari beasiswa, tapi untuk mendaftarnya pun kamu membutuhkan biaya. Jadi siapkan anggaran yang cukup

Jika kamu pikir karena kamu mendaftar dengan skema beasiswa berarti kamu tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun, kamu salah besar. Nyatanya, kita tetap harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk beberapa keperluan, seperti tes kesehatan, tes kompetensi Bahasa Inggris, pembuatan passport, hingga biaya pendaftaran universitas. Jadi, siapkan dana dari sekarang ya girls!

4. Jangan apatis dengan sekitar, koneksi dan pengalaman berorganisasi akan jadi sangat penting!

Percaya deh, meski kini rasanya bersosialisasi dan berorganisasi itu hanya bikin capek dan nggak penting, tapi kamu akan sangat membutuhkan pengalaman tersebut ke depannya. Bukan hanya untuk membuktikan keaktifanmu di mata penyedia beasiswa dan calon universitas, tapi juga agar kamu punya koneksi yang cukup kompeten untuk memberimu surat rekomendasi.

5. Pada akhirnya, kamu butuh kepercayaan diri yang cukup agar nggak menyerah di tengah jalan

Saat kamu sudah melalui lika-liku perjuangan agar lolos IELTS hingga berpacu dengan batas waktu pendaftaran, kadang hasil akhirnya tak sesuai dengan harapanmu. Di saat seperti inilah kamu membutuhkan rasa percaya pada kemampuanmu sendiri. Seringkali penolakan membuat kita berpikir bahwa kita nggak cukup baik untuk studi di luar negeri. Padahal kenyataannya nggak seperti itu. Kita mampu, hanya saja belum waktunya, belum jodohnya. Percayalah, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik bagi kita.

Perjalanan mengejar beasiswa itu, sekali lagi, sama sekali nggak mudah. Banyak yang harus kita korbankan, banyak yang harus kita relakan. Karena itu, tanya lagi pada dirimu sendiri, apakah benar studi di luar negeri adalah apa yang kamu inginkan? Jika jawabannya iya, maka kejarlah tanpa kenal kata menyerah.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
160SHARES