Sebelum Mantap Menikah Muda, Pikirkan 7 Hal Ini Biar Nggak Nyesel!

27 April 2018
|Dista Mardani
0SHARES

Menjalani kehidupan pernikahan yang sempurna adalah impian semua orang. Semakin banyaknya postingan di media sosial dengan hashtag relationship goals, tak jarang membuat banyak anak muda kepikiran untuk menyegerakan hubungan ke jenjang yang lebih serius yakni pernikahan.

Tapi, tahu nggak guys? Selain niat, restu orangtua, kesepakatan, kejujuran, dan modal, masih ada satu lagi hal penting yang sering banget diabaikan, yakni kesiapan. Jangan sampai lupa bahwa kesiapan itu bukan soal materi dan pasangan kita aja, tetapi yang nggak kalah penting adalah kesiapan diri sendiri.

Berikut ini adalah hal-hal yang penting dipertimbangkan untuk memantapkan diri demi menikah muda, khususnya bagi yang di bawah usia 25 tahun, nih, guys!

1. Menjadi versi terbaik dirimu sendiri

Jadilah diri sendiri dari awal hubungan apa pun. Jika kalian memulai hubungan dengan menjadi diri sendiri sejak hari pertama kenal sampai komitmen dengan pasangan kalian. Inget ya guys, kalian nggak perlu kok berusaha menjadi seseorang yang baik untuk membahagiakan orang lain, karena yang terpenting adalah berusaha menjadi baik untuk membahagiakan diri sendiri tanpa merugikan orang lain. Kalau kita bahagia dengan diri kita sendiri, pasangan, dan orang di sekitar kita juga akan menerima kita apa adanya.

2. Mendekatkan diri kepada Tuhan

Niat baik pasti akan diberkahi Tuhan, termasuk pernikahan. Tetapi, jangan hanya meminta kemudahan pada-Nya, kalian juga harus memperbanyak kegiatan yang mendekatkan diri kalian pada Tuhan. Rajin ibadah dan membaca kitab suci tidak akan ada artinya tanpa rasa ikhlas dan kesungguhan mengharap cinta-Nya. Hanya dengan kasih saying Tuhan lah kalian akan mendapatkan pernikahan yang penuh dengan kasih sayang juga.

3. Mematangkan tujuan hidup

Jangan pernah mengabaikan cita-cita demi kebahagiaan orang lain. Selama kalian mampu mewujudkannya, tetap prioritaskan impian kalian walaupun dorongan untuk menikah lebih kuat. Buatlah catatan angan-angan tentang gimana kalian melihat diri kalian dalam 5, 10, 15, dan 20 tahun ke depan. Banyak orang-orang terjebak dalam penyesalan setelah pernikahan karena nggak mampu mewujudkan hal-hal yang ingin dilakukan sejak muda. Makanya jangan sampai kita jadi salah satunya ya, guys! Tetap berusaha mewujudkan tujuan hidup itu penting dan pernikahan bukan penghalang selama dalam hal yang positif dan nggak merugikan orang lain.

4. Persiapkan tabungan

Keuangan merupakan salah satu hal yang juga fundamental dalam pernikahan. Selain modal untuk menyelenggarakan prosesi pernikahan, biaya hidup, dan sumber pendapatan, ada satu hal lagi yang perlu kalian miliki pribadi, yakni tabungan. Bukan berarti kalian harus menyembunyikannya dari pasangan, tapi kalian juga berhak punya dana siaga buat kebutuhan yang nggak terduga, kan?

5. Cek dan jaga kesehatan

Kesehatan diri sendiri patut diprioritaskan sebelum kalian juga memikirkan kesehatan pasangan setelah pernikahan. Kehidupan setelah nikah nanti akan jauh lebih menantang ketahanan jiwa dan raga. Makanya kalian harus benar-benar tahu kondisi lahir batin kalian biar bisa menjaganya dengan cara yang tepat sesuai anjuran para ahli di bidangnya. Badan yang senantiasa terjaga prima lahir dan batin, akan membuat kita awet muda, lho!

6. Meningkatkan skill berumahtangga

Kesiapan diri untuk menikah yang bisa dilatih dalam jangka waktu yang lama adalah skill mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan pernah hanya mengandalkan kemampuan pasangan, karena pernikahan adalah kerjasama dan kesepakatan sepasang individu. Jadi, setiap pasangan harus memiliki minimal skill dasar untuk menunjang kehidupan berumahtangga, seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci, setrika, dan merawat anak.

7. Interospeksi diri itu penting. Jangan pernah dilupakan

Kesiapan diri nggak terlepas dari komunikasi kalian dengan diri kalian sendiri. Sesering mungkin, tanyakan pada diri kalian apakah kalian sudah siap atau belum? Amati juga tingkah laku dan emosi kalian apakah sekiranya mampu mengimbangi tingkah laku dan emosi pasangan. Hal ini dinamakan introspeksi dan lebih baik sering dilakukan. Buatlah catatatn rutin tentang kelebihan dan kekurangan diri kalian sendiri lalu evaluasilah poin mana yang perlu diperbaiki sebelum meminta pendapat pasangan dan orang lain.

Jadi guys, jangan keburu kebawa hype nikah muda, ya! Menyegerakan niat baik untuk menikah itu boleh, tetapi memperbaiki kualitas diri sendiri hingga pantas bersanding dengan seseorang yang dicintai itu hal yang terbaik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Dista Mardani
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES