Remaja yang Senang Budaya Barat Dibandingkan Budaya Nasional Pasti Buruk? Belum Tentu, Ini Alasannya!

20 April 2018
|Chandra W.
589SHARES

Anak-anak sekarang terlalu banyak mengikuti budaya barat, semakin nggak karuan.

Pernah mendengar orang berkata demikian? Sebenarnya, kalimat itu tergantung pada budaya Barat yang dimaksud. Lagipula 'Barat' itu di mana saja sih? Secara umum kita merujuk pada Eropa dan Amerika. Semua remaja yang dianggap mengikuti budaya barat diasosiasikan sebagai remaja bandel dan tak lagi mengikuti budaya ketimuran. Padahal, tidak semua budaya barat itu buruk lho. Banyak juga yang dapat dicontoh oleh remaja agar untuk masa depan yang lebih baik. Apa saja contohnya?

1. Tepat waktu

Indonesia ini sampai luar negeri pun terkenal akan jam karet alias perilaku datang terlambat ke acara yang telah ditetapkan waktunya. Rapat panitia saja harus dibroadcast sejam lebih awal agar dapat dimulai tepat waktu. Itu saja masih banyak yang terlambat. Biasanya juga ada toleransi sekian menit misalnya untuk jam kuliah. Hal ini sangat berkebalikan dengan budaya Barat, misalnya Jerman yang orang-orangnya sangat tepat waktu. Mereka lebih baik setengah atau satu jam lebih awal. Datang terlambat sama saja tidak menghargai orang yang tidak ditemui. Sikap ini sangat penting untuk dibiasakan sejak dini supaya nggak kaget saat terjun di dunia profesional dan harus berinteraksi dengan orang-orang penting.

2. Etos kerja tinggi

Berapa banyak di antara kita yang mengeluh saat tugas menumpuk? Padahal mengeluh hanya membuat pekerjaan semakin terasa berat. Guru galak, mengeluh. Guru santai, jadi nggak tahu diri. Banyak tugas protes dan malas mengerjakan. Budaya Barat mengajarkan orang-orang untuk mencintai pekerjaannya dan memaksimalkan performa di tempatnya bekerja. Hal ini juga tentu saja dapat diterapkan di sekolah dan kampus. 

3. Menghargai privasi orang lain

Kasus persekusi di Indonesia membuktikan bahwa negara ini sudah krisis privasi. Orang-orang lebih tertarik mengurusi orang lain dan selalu menghakimi, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Seolah punya kewajiban moral untuk memperbaiki keadaan, tapi caranya salah. Ini juga termasuk pasangan yang hobi banget memeriksa handphone pasangannya.

Budaya Barat mengajarkan orang-orang untuk menghargai privasi satu sama lain. Kalau nggak cerita, tetap dihargai. Sementara di sini, habis jadian harus cerita, kalau nggak cerita dianggap nggak menghargai. Lho, padahal setiap manusia punya hak untuk menyimpan informasi terkait dirinya sendiri. Nggak semuanya harus diberitahukan ke semua orang, kan?

4. Tahu kapan harus bekerja dan kapan waktunya bersenang-senang

Di sini, pekerja yang sering lembur dianggap karyawan teladan. Padahal, hidup idealnya seimbang. Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk bersenang-senang. Beban kerja terlalu berat hingga membuat karyawan sulit pulang tepat waktu juga pertanda bahwa perusahaan gagal menerapkan sistem yang ideal. Karena stigma yang tercantum pada kalimat pertama paragraf ini, banyak orang yang lalu mengikhlaskan waktu bersenang-senangnya. Sementara itu di beberapa negara Eropa, para pekerja berangkat tepat waktu dan pulang tepat waktu. 

5. Berani mengatakan tidak

Sejak dulu negara kita dikenal penduduknya malu-malu dan banyak basa-basi serta sering tidak enak hati untuk menolak ketika dimintai tolong atau diajak ke suatu tempat/acara meski sebenarnya enggan melakukannya. Padahal mengatakan tidak untuk sesuatu yang tidak bisa / tidak mau kita lakukan sah-sah saja. Sikap ini dinamakan asertif. Di sini kita menjunjung tinggi sikap 'nggak enak kalau menolak' ini sampai pada tahap rela menyingkirkan prioritas untuk membantu orang lain. Nggak semuanya harus kamu iyain kok. Daripada hidupmu berantakan gara-gara ini, belajarlah mengatakan tidak mulai sekarang. 

Betul kan, tidak semua yang disebut 'asing' atau 'Barat' itu buruk? Tinggal pintar-pintarnya kita memilih budaya yang mana yang bisa membuat diri lebih baik saja.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
589SHARES