Remaja SMP Ini Ciptakan Karya Ilmiah Robot Penyiram Tanaman dan Menang Penghargaan Internasional

08 April 2018
|Chandra W.
0SHARES

Prestasi tak kenal usia. Semuda apapun, seseorang tetap bisa membuat sesuatu yang berguna bagi sesama manusia. Justru ketika masih muda inilah waktu terbaik untuk jadi manusia yang produktif. Seperti yang dilakukan oleh Rafsi Azzam Hibatullah Albar seorang siswa SMP Islam Al-Azhar 13 Surabaya pada tahun 2016 lalu. Rafsi membuat inovasi robot penyiram tanaman otomatis yang lalu dinamai Loving Plant.

Robot ini ia ciptakan untuk mendukung program sekolah hijau (green school) di tempat ia belajar. Karena siswa sering lupa menyiram tanaman di lantai 4 gedung sekolah, ia menciptakan robot penyiram tanaman otomatis. Diharapkan robot ini dapat mempermudah pekerjaan menyiram tanaman. Terlebih lagi, robot ini hemat energi karena menggunakan solar cell. Rafsi pun mewakili Indonesia di Asia Pacific Conference of Young Scientist (APCYS) 2016 di Amity University Haryana, New Delhi, India tahun 2016 yang lalu dalam kategori Computer Science.

Otak robot ini berbasis teknologi microcontroller sehingga dapat menyiram secara otomatis. komponen di dalamnya mengolah data melalui sensor tertentu untuk diproses. Dilansir dari Tempo, robot terdiri atas instalasi pipa yang dilubangi sebesar 2 milimeter dan terhubung dengan keran sumber air. Di bagian atas pipa, dipasang panel surya berukuran 30 x 50 sentimeter sebagai sumber daya. Panel tersebut mampu menampung daya sebesar 16 volt. Ketika cuaca sedang cerah, mengisinya hanya memerlukan waktu 2-3 jam.

Dalam robot ini juga dapat diatur variabel tertentu, misalnya tanaman X memerlukan waktu penyimpanan 5 detik, tanaman B 7 detik dan seterusnya. Berdasarkan data inilah robot dapat menyiram tanaman dengan intensitas yang tepat. Selain itu, robot ini dilengkapi dengan sensor pendeteksi cuaca. Frekuensi menyiram tanaman dapat bertambah secara otomatis ketika cuaca cerah dan sebaliknya, ketika hujan robot ini tak akan menyiram tanaman. Pengaturannya cukup dilakukan sekali dua kali lalu dibiarkan berjalan sendiri. Tak perlu banyak pemeriksaan dan pengecekan berkali-kali.

Penemuan seperti ini ke depannya tak hanya dapat membantu orang di Indonesia, tetapi juga bisa menjadi penemuan kelas dunia yang membantu warga dunia dalam kehidupan sehari-hari. Siapa sangka, dari karya ilmiah dan proyek untuk membantu sekolah bisa jadi penemuan besar? Makanya kalau kamu memang menyukai sesuatu, tekuni saja. Suka satu mata pelajaran di sekolah? Bikin karya ilmiah!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES