Putri Marino Sedih Pasca Menikah, Ternyata Tak Hanya Berisi Bahagia dan Bunga-Bunga

05 April 2018
|Chandra W.
1.1 KSHARES

Kabar pernikahan Putri Marino dan Chicco Jerikho beberapa waktu lalu adalah kabar bahagia bagi banyak orang, termasuk fans keduanya. Mengejutkan memang, mengingat minimnya publikasi sampai hari H. Apalagi keduanya belum lama saling mengenal. Sekarang, sebulan setelah menikah, Putri Marino dikabarkan merasa sedih. Padahal di foto-foto yang tersebar, ia selalu menunjukkan senyum lebar.

1. Biasanya, orang yang baru menikah akan selalu mempertontonkan kebahagiaan bersama pasangannya

Apalagi di era media sosial seperti sekarang, dari prewedding sampai hari H dan hari-hari berikutnya - seolah semua orang harus tahu. Sedikit-sedikit diunggah ke media sosial dengan caption semacam: jadi begini rasanya jadi istri/suami atau foto pasangan yang sedang tidur dengan stiker atau emoji hati.

2. Lalu mengapa Putri Marino merasa sedih?

Ternyata ia sedih karena kini harus tinggal terpisah dari kedua saudara kandungnya, Sita dan Ambar. Tiga kakak beradik ini telah tinggal bersama sejak kecil di rumah orangtua mereka di Bali. Ketiganya memang sangat akrab meski memiliki minat yang berbeda-beda. Sita berprofesi sebagai chef sedangkan Ambar adalah atlet basket. Putri merasa kesepian karena tidak sebebas dulu. Sebab sebelum menikah, ia sering bermain-main dengan kedua adiknya.

3. Ternyata, pernikahan tidak serta merta membawa kebahagiaan dan bunga-bunga kehidupan

Barangkali selama ini banyak orang berpikir bahwa menikah dengan orang yang terkasih adalah jalan menuju kebahagiaan selamanya. "Happily ever after," kata film-film Disney - terutama dengan tokoh-tokoh Disney Princesses seperti Sleeping Beauty dengan Aurora-Pangeran Phillip, Cinderella, Jasmine-Aladdin, Snow White, dan masih banyak lagi. Padahal, seringkali film-film itu tamat di adegan pernikahan atau happy ending.

4. Banyak orang lupa bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, termasuk menikah

Konsekuensinya apa saja? Salah satunya seperti apa yang dialami Putri Marino: merasa jauh dan kesepian karena tidak lagi tinggal seatap dengan keluarga yang sejak kecil hidup bersama. Tapi masak mau tinggal di rumah orangtua setelah menikah? Kapan kamu bisa mandiri?

5. Selain itu, akan ada banyak sekali penyesuaian dengan pasangan

Sifatnya, sikapnya, tidurnya, kebiasaannya saat mengobrol, dan masih banyak lagi. Bahkan setelah mengenalnya bertahun-tahun pun akan selalu ada kejutan yang menyenangkan maupun tidak dari pasangan. Sebab manusia adalah makhluk yang dinamis, selalu berubah. Kalau tidak berubah, sama saja dengan tidak berkembang dan tidak pernah belajar. Nah, di sini seseorang yang memutuskan untuk menikah harus sama-sama terus belajar menjadi lebih baik serta belajar untuk memahami pasangan.

6. Rasa bosan pasti akan menghampiri

Jangankan menikah, pacaran yang durasinya pendek saja bisa bosan, bukan? Nah kalau menikah ini untuk seumur hidup, lho. Jika kamu menikah di usia 25 dan takdir usiamu atau pasanganmu sampai usia 60 tahun saja, artinya kamu akan hidup bersama satu orang yang sama dalam 35 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar. Akan ada masanya ketika kamu dan pasangan memiliki rutinitas yang begitu-begitu saja - saat kalian sama-sama merasa sudah ‘hafal’ tabiat satu sama lain. Sehingga, mungkin saja semua itu sudah nggak seru lagi.

7. Belum lagi perbedaan yang muncul setiap harinya

Kalau menemukan pasangan dengan visi dan misi hidup yang seirama, bersyukurlah. Bahkan meski begitu, tetap tidak ada orang yang benar-benar sama pikiran dan tindak-tanduknya. Pasti akan ada perbedaan yang muncul suatu saat nanti. Tapi, menikah memang bukan untuk menyatukan dua kepala, melainkan mendampingkan dua jiwa. Lagi pula, untuk apa dipersatukan kalau berbeda saja tetap bisa berdampingan?

8. Menikah sesungguhnya adalah soal kompromi

Seberapa banyak kamu dan pasangan bersedia untuk berkompromi serta selalu berusaha memahami satu sama lain? Ini sangat penting supaya tidak deadlock. Menikah juga tentang kerja sama. Kalau mau sendiri-sendiri dalam melakukan apa saja, mengapa tidak melajang saja? Kerja sama ini sangat banyak, seperti membangun komunikasi, kepercayaan, pemahaman, juga dalam hal mendidik anak jika sudah memutuskan untuk memiliki momongan, dan masih banyak lagi.

Tulisan ini bukan bermaksud menakut-nakutimu untuk menikah. Melainkan hanya sebagai pengingat supaya ketika kelak kamu akan menikah, kamu benar-benar telah memikirkannya secara matang. Karena konsekuensinya ke hidup yang sedang kamu jalani sekarang. Dengan begitu, kamu nggak hanya berpikir soal bahagianya saja. Semakin kamu banyak tahu, semakin siap kamu menghadapi sesuatu. What you know will save you. Plus, jangan jadi orang yang suka mendorong orang lain untuk cepat menikah. Selain annoying, sebenarnya setiap orang pasti sudah punya pertimbangan sendiri untuk itu. Tidak perlu dipaksa. Memangnya kamu mau tanggung jawab jika kehidupan pernikahannya tidak bahagia?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
1.1 KSHARES