Punya Bos Orang Asing? Pasti 7 Penderitaan Ini Sering Kalian Hadapi!

07 Oktober 2016
|Mutikhadijah
1.4 KSHARES

Memasuki era MEA alias Masyarakat Ekonomi Asia memang semakin membuka peluang bagi kita, orang Indonesia, untuk bekerja di perusahaan asing. Terlebih dengan semakin menjamurnya perusahaan-perusahaan startups belakangan ini. Nggak heran kalau kemampuan komunikasi dengan bahasa Inggris udah jadi keharusan. Kita harus membiasakan lidah lokal ini buat mulai ngomong bahasa asing. Tapi apa daya, kadang meski udah diusahakan setengah mati, kenyataannya ngomong bahasa asing, dalam hal ini bahasa Inggris memang susah-susah gampang. Masih mending kalau ternyata kita nggak harus berhubungan langsung setiap hari sama bos-bos asing. Tapi, kalau ternyata kita jadi orang yang setiap saat harus berhadapan sama mereka? Apalagi dengan kemampuan bahasa Inggris kita yang menyedihkan? Hmmm. Ini dia nih, 7 hal yang pasti sering banget kamu alami kalau punya bos orang asing:

1. Singkatan-singkatan nggak biasa

Komunikasi sama atasan di zaman canggih emang bisa lewat aplikasi pesan apa aja. Nggak jarang, karena belum terbiasa, bahkan chat sama atasan pun jadi hal yang menantang. Banyak singkatan yang nggak pernah kita pakai sebelumnya.

2. Deg-degan kalau bos mau ketemu

Namanya juga punya bos dari negara lain, jadi begitu emang udah waktunya bos dateng ke kantor, kadang ada senengnya banyak takutnya. Apalagi pas bos ngajak makan siang atau makan malam berdua. Dinner meeting. Badan langsung keringet dingin! Bukan masalah yang bayar siapa sih, tapi nggak tahu mesti ngomongin apa! Lah, bahasa Inggris kitanya aja tersengal-sengal.

3. Tadi tuh, nanya apa ngasih tahu?

Berbekal bahasa Inggris yang parah banget, alhasil pas lagi meeting sama bos, kita suka bingung sendiri. Yang barusan itu dia lagi ngejelasin atau nanya? Soalnya ngomongnya cepet banget, sih! Nggak ada jeda buat otak kita memproses dulu.

4. Nggak paham tapi nggak berani minta ulang

Takut dikira nggak memperhatikan, tapi emang dasarnya kita yang dodol. Begitu meeting beres, semua brief dan materi udah disampaikan, giliran kita yang bingung sendiri. Semua listrik di otak kayak berpacu nggak terkendali. Kepala berasa panas kayak mau meledak tapi nyali ciut buat nanya sama bos.

5. “Aku ada di mana?”

Karena otak kita lagi berpacu buat ngikutin ritme si bos ngomong, berusaha nangkep alur penjelasannya, plus berusaha mikir harus jawab apa dalam bahasa Inggris, alhasil selalu ada momen di mana tubuh dan jiwa kita terpisah. Kayak mendadak nggak mikir apa-apa gitu. Biasanya berakhir dengan momen si bos ngomong, “Okay?” Apanya yang oke? Orang barusan otak lagi berkelana mengembara.

6. Ketawa apa nggak, ya?

Nggak cuma soal obrolan doang, masalah kadang juga dihadapi dalam hal becandaan. Waktu-waktu break kayak makan siang jadi sangat menegangkan. Pertama, kita nggak tahu mesti basa-basi apa. Kedua, mau basa-basi juga nggak tahu bahasa Inggrisnya apa. Ketiga, nggak bisa nangkep kapan bos serius dan becanda. Hadeeeuh.

7. Masih sering keceplosan ngomong bahasa Indonesia

Kadang, karena si bos ngomong cepet banget sedangkan prosesor otak kita masih lemah banget, begitu si bos nodong pertanyaan, suka keceplosan jawab pakai bahasa Indonesia. “Eh iya, Pak.” Ya kali. Begitu bos nanya barusan ngomong apa, repot lagi deh jelasinnya.

Belajar bahasa asing itu emang ibarat pribahasa ‘Alah bisa karena biasa’. Nggak perlu takut atau minder kalau kita emang belum lancar bahasa asing, gaes & sis! Bos kita juga bakal ngerti kok apa yang kita omongin meski pun tata grammar-nya berantakan. Yang penting usaha dan sadar kalau belajar membekali diri sama bahasa asing itu juga penting. Selamat sepik-sepik sama bos, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mutikhadijah
Gak Punya Quote Nih!
1.4 KSHARES