Puasa Media Sosial Itu Perlu Dilakukan Sesekali Lho. Ini 5 Alasannya!

27 Desember 2017
|Chandra W.
0SHARES

Bangun tidur ngecek handphone. Lihat notif Twitter, Instagram, Facebook, scrolling, gitu terus sampai mau tidur. Selain mata dan jarimu yang lelah, kadang ngerasa lelah pikiran juga nggak sih ketika mengonsumsi apa saja yang ada di media sosial setiap hari?

Nggak bisa dipungkiri, kita butuh informasi yang saat ini paling mudah didapatkan dari media sosial. Tapi kita juga memerlukan istirahat dari semua itu. Berikut alasannya yang perlu kamu tahu.

1. Supaya bisa lebih fokus sama diri sendiri

Ngaku deh, siapa yang kalau buka media sosial langsung melihat kebahagiaan dan kesempurnaan hidup orang lain yang sebenarnya belum tentu juga sesuai dengan kenyataan, tapi bikin iri? Padahal kita juga tahu kalau apa yang ditampilkan orang di media sosialnya hanya yang bagus saja. Dengan menonaktifkan atau tidak membuka media sosial, kamu bisa berhenti sejenak membandingkan diri dengan orang lain, mengerjakan apa yang kamu suka tanpa merasa harus pamer via media sosial.

2. Memanfaatkan waktu yang selama ini terbuang hanya untuk scrolling

Generasi millenial menghabiskan waktu lebih dari lima jam per hari di media sosial. Dari bangun tidur sampai mau tidur, waktu lagi jeda kelas, waktu lagi nungguin orang, waktu ketemu mantan terus pura-pura scrolling, dan akhirnya scrolling akun gebetan. Bayangkan jika waktu lima jam atau lebih itu kamu gunakan untuk bikin kue. Bisa dapet 2-3 blackforest ukuran sedang. Buat bikin kreasi DIY ala-ala, bisa jadi karya yang super amazing. Sementara kalau kamu habiskan untuk ‘memantau’ media sosial, apa yang didapat? Selain informasi, juga rasa iri dan tak puas diri.

3. Supaya sadar bahwa ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar citra diri di media sosial

Kamu sadar nggak, semakin bergantung seseorang pada media sosial, semakin ia nggak merasa bahagia? Iya dong. Soalnya harus selalu tampil sempurna di foto-foto yang diunggah. Nggak mau kalah saing sama orang lain. Padahal, ada hal yang jauh lebih penting dari itu semua. Yaitu kebahagiaan dari hal-hal kecil seperti ngobrol bareng teman tanpa ‘interupsi’ swafoto dan gawai, jalan-jalan di pagi hari sama hewan peliharaan, atau bahkan baca buku. Dengan hal-hal kecil ini justru hidup akan terasa lebih bermakna dibandingkan jika kamu hanya fokus dengan citra diri di media sosial.

4. Nggak melewatkan momen yang nyata

Ketergantungan terhadap media sosial salah satunya disebabkan oleh Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan informasi yang lagi beredar di masyarakat umum. Sayangnya, FOMO justru bikin kita kehilangan momen yang ada di depan mata. Pernah nggak, kamu lagi nongkrong sama teman-teman, tapi bukannya ngobrol malah sibuk update Instastory sendiri atau kumpul sama keluarga tapi malah pada bukain grup Whatsapp yang penuh broadcast ajaib? Dengan melepaskan diri sejenak dari semua itu, kita jadi bisa benar-benar full ada di kehidupan nyata. Momennya bakal lebih berasa.

5. Nggak bergantung dengan penilaian orang lain tentang kita

Hayooo ngaku siapa yang senang banget waktu fotonya di-love sama gebetan atau mantan atau musuh atau siapapun? Atau jumlah likesnya lebih dari 100, 200, 1k, 2k dan seterusnya? Media sosial mengubah kita menjadi makhluk yang butuh validasi berupa likes and comment dari orang lain. Padahal apa sih arti itu semua kalau nyatanya likes dan comment sepi di kehidupan nyata? Nggak ada kan? Dengan puasa media sosial, kita jadi bisa percaya diri tanpa mengandalkan validasi dari orang lain. 

Awalnya pasti bakal susah banget dilakukan, tapi coba deh luangkan sehari saja dalam seminggu untuk nggak buka minimal satu aplikasi media sosial yang terpasang di gawaimu. Pasti kamu ngerasa enakan. Nah kalau sudah, jadikan rutinitas deh! Dijamin hati dan pikiran lebih rileks. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES