Prihatin dengan Sampah di Laut, Kevin Kumala Ciptakan Plastik yang Bisa Diminum. Gimana Ceritanya?

08 November 2017
|Chandra W.
1.1 KSHARES

Berapa sampah plastik yang kamu buang setiap hari? Botol minum air mineral, sedotan, kantong plastik dari belanja di supermarket: sudah tiga. Jika separuh saja penduduk Indonesia (125 juta jiwa) membuang tiga sampah plastik, bayangkan berapa banyak sampah per hari yang harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hingga tahun 2010, Indonesia menghasilkan 1,8 juta ton sampah per tahun. Sedihnya, pengelolaan sampah di negeri ini masih jauh dari layak.

Kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menyebabkan banyak sampah yang mengalir ke laut dan mengancam kehidupan biota laut. Kevin Kumala, pemuda kelahiran 1985 prihatin saat berselancar di ombak penuh sampah. Berawal dari keprihatinannya ini, Kevin menciptakan solusi yaitu bioplastic yang terbuat dari tapioka. Bagaimana kisahnya?

Ia adalah pendiri Avani Eco, merk kantong ‘plastik’ ramah lingkungan yang terbuat dari tapioka. Menurut Kevin, produk-produk kantong plastik ramah lingkungan selama ini sesungguhnya tidak membawa banyak perubahan, ujung-ujugnya tetap tidak dapat terurai dan membahayakan nyawa makhluk hidup di lautan. Setelah melewati tahapan riset yang cukup panjang dan modal 200 juta rupiah, ia berhasil menciptakan kantong dari tapioka, tepung dari bahan singkong dalam grade yang biasa dibuat untuk pakan ternak.

Penyuka olahraga selancar dan selam ini mendirikan Avani Eco pada tahun 2014. Produknya bukan hanya kantong plastik tapioka yang dapat larut dalam air panas dan larut dalam air dingin setelah 90 hari, tetapi juga styrofoam dari bahan ampas tebu, yang terdekomposisi dalam 90 hari, papercup dari pati jagung dan sendok makan dari bahan kayu yang biodegradable. Produknya telah mendapat sertifikasi legal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 

Memang harganya lebih mahal dibandingkan kantong plastik biasa, sekitar Rp 2.000-3.000. Tapi dengan membayar lebih mahal ini kamu bisa menyelamatkan Bumi lho. Udah sering kan melihat berita kematian burug karena memakan tutup botol plastik dan paus yang memakan plastik karena dikira ubur-ubur? Sampai kapan kita mau mendiamkan kenyataan itu?

Avani Eco kini telah ekspor ke 26 negara baik negara maju maupun berkembang. Di Indonesia sendiri, produk Kevin ini telah dipakai oleh perusahaan besar, salah satunya Garuda Indonesia. Keren banget ya apa yang dilakukan Kevin ini. Berawal dari keresahan, bisa menghadirkan solusi untuk masalah lingkungan. Yakin deh masih banyak Kevin yang lain di luar sana, termasuk kamu mungkin?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
1.1 KSHARES