Plaza Indonesia Film Festival 2019 Menayangkan 12 Film Terbaik Dari Berbagai Negara!

saigoneer.com

Tahun ini, Plaza Indonesia Film Festival (PIFF) kembali digelar. PIFF 2019 yang bertemakan "Love, Live, & Life" ini coba mengangkat berbagai sudut pandang kehidupan dari isu-isu sosial, seperti toleransi, pengorbanan hingga gelap terangnya perjalanan cinta.

PIFF 2019 menayangkan 12 film. Tiga film berasal dari rumah produksi Indonesia, empat film internasional berasal dari Polandia, Jepang, Lebanon, dan Vietnam, serta lima kompilasi film pendek karya sineas Indonesia. Pemutaran film berlangsung di XXI Plaza Indonesia Extension Level 6 pada 14–17 Februari 2019.

Penasaran kira-kira film apa saja yang tayang pada PIFF? Simak ulasannya di bawah ini!

1. Ave Maryam (2018), Indonesia - Robby Ertanto

www.kompasiana.com

Film Ave Maryam bercerita tentang Maryam (Maudy Koesnaedi) yang terlahir dari keluarga Muslim, lalu ditugaskan untuk mengurus rumah biarawati di daerah Ambarawa, Semarang. Dalam perjalanan mengurus Biarawati, Maryam harus bertemu dengan seorang pastor baru yang akan memimpin gereja bernama Yosef (Chicco Jericho). Dari pertemuannya dengan Yosef inilah ia harus yang kemudian membawanya ke dalam pertanyaan mengenai loyalitas dan komitmennya dalam melayani.

 Film ini sendiri sudah tayang di Hanoi International Film Festival 2018, Hong Kong Asian Film Festival 2018, Seleksi resmi The Cape Town International Film Market and Festival 2018, Jogja-Netpac Asia Film Festial 13, Netpac-Geber Awards.

2. Cold War (2018), Polandia - Pawel Pawlikowski

www.impawards.com

Cold War menceritakan tentang kisah cinta dua insan yaitu Zula ( Joanna Kulig ) dan juga Wiktor ( Tornasz Kot ) di zaman perang dingin atau Cold War tahun 1950 an.

 Film ini cukup banyak mendapatkan respon postif. Hal tersebut dibuktikan dengan ditayangkannya film ini pada International Film Festival of Keraja. Selain itu, film ini juga dapat nominasi pada European Film Award 2018.

3. 27 Steps of May (2018), Indonesia - Ravi L. Bharwani

movfreak.blogspot.com

Film ini menceritakan tentang May, Gadis yang diperkosa oleh sekumpulan orang saat usianya 14 tahun. May yang trauma membuatnya harus menarik diri dari lingkungan. Sementara Ayah menjadi sangat terpukul dan bersalah atas insiden ini. Sampai suatu ketika ada seorang pesulap pindah ke rumah sebelah dan menciptakan celah kecil di dinding pelindung milik May. Pesulap itu membangkitkan rasa ingin tahu May yang kemudian membangkitkan emosinya dan membebaskan dirinya untuk bergerak maju.

Film ini pernah tayang pada Busan International Film Festival, A Window on Asian Cinema,  Seleksi resmi Cape Town International Film Market and Festival,  Jogja-Netpac Asia Film Festval 13 dan Golden –Silver Hanoman Award.

4. Shoplifters (2018), Jepang - Hirokazu Koreeda

www.dailysia.com

Shoplifters menceritakan tentang sebuah keluarga yang mengandalkan mencuri untuk bertahan hidup dalam kemiskinan. Film ini berlatar di Tokyo, dimana Osamu Shibata dan keluarganya hidup dalam kemiskinan. Film ini sempat ditayangkan pada ajang bergengsi Cannes film festival.

5. Capernaum (2018), Libanon - Nadine Labaki

www.heyuguys.com

Capernaum mengisahkan tentang bocah laki-laki yang menuntut orangtuanya atas kejahatan melahirkannya ke dunia yang penuh dengan rasa sakit dan penderitaan.

 Film ini mendapatkan nominasi best motion pictures dalam kategori foreign language Golden Globe 2019. Selain itu film ini juga memenangkan penghargaan Grand Jury di Festival Film Cannes, menang kategori best picture dalam festival film Sarajevo, Melbourne, Mill Valley, Miami Gems, San Sebastian, dan Calgary.

6. Memories of My Body/Kucumbu Tubuh Indaku (2018), Indonesia - Garin Nugroho

www.queerlion.it

Film ini berkisah tentang Juno, anak lelaki yang ditinggal ayahnya sendirian di desa mereka di Jawa Tengah. Juno lantas bergabung dengan kelompok tari Lengger, di mana lelaki mengubah penampilan dan gerakan mereka menjadi seperti perempuan. Film ini ditayangkan pada Festival Film Internasional Venesia ke-75.

7. The Tailor (2017), Vietnam - Kay Nguyen & Buu Loc Tran

saigoneer.com

Film ini menceritakan tentang pewaris fashion house yang berada di Saigon yang membawa ketertarikannya pada dunia barat ke dalam keluarganya. Film ini diputar pada Busan Film Festival ke-22 dan memenangkan dua penghargaan pada Vietnam Film Festival.

8. PIFF Short Film Compilations (Kado, Loz Jogjakartoz, Elegi Melodi, Ballad of Blood and Two White Buckets, Elinah)

breakingnews.co.id

Ternyata keren-keren ya film yang tayang pada PIFF 2019. Nggak heran kalau banyak orang yang antusias dengan acara ini. Film-filmnya jebolan dari berbagai ajang penghargaan ternama sih. Dari keseluruhan film di atas, mana yang jadi favorit kamu nih, guys? Komen ya!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Buaya Pemakan Manusia di Sulawesi Tenggara Tertangkap, Benda Ngeri Ini Ada Di Perutnya! | Keepo.me

Buaya Pemakan Manusia di Sulawesi Tenggara Tertangkap, Benda Ngeri Ini Ada Di Perutnya! | Keepo.me

7 Alasan Putus Nyambung Adalah Awal Hubungan yang Solid Hingga Menikah

7 Alasan Putus Nyambung Adalah Awal Hubungan yang Solid Hingga Menikah

Minahasa Tenggara, Sebuah Harta Karun Indah di Alam Indonesia | Keepo.me

Minahasa Tenggara, Sebuah Harta Karun Indah di Alam Indonesia | Keepo.me

Kiat Sukses Ala Eric Waldo, Guru di White House Era Obama

Kiat Sukses Ala Eric Waldo, Guru di White House Era Obama

Mau Hidup Sukses? Simak 3 Cerita Inspirasi Motivasi Ini | Keepo.me

Mau Hidup Sukses? Simak 3 Cerita Inspirasi Motivasi Ini | Keepo.me

5 Fakta Unik Plaza Indonesia Film Festival 2019. Tiket Ludes Dalam Satu Jam!

5 Fakta Unik Plaza Indonesia Film Festival 2019. Tiket Ludes Dalam Satu Jam!

loading