Petani Bogor Jual Kangkung Penghasilan Puluhan Juta Per Bulan. Kok Bisa Ya?

02 November 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Selama ini profesi petani atau apa saja di bidang pertanian dan peternakan masih dipandang sebelah mata. Bau lumpurlah, panas-panasan lah, kutu air, dan stereotip lainnya yang tidak menyenangkan membuat anak muda enggan menekuni profesi ini. Padahal di Bogor ada petani yang menanam kangkung menghasilkan Rp 97,2 juta per bulan. Masih mau bilang petani nggak kece? Baca dulu ceritanya.

Namanya Charlie Tjendapati, mantan karyawan Garuda Indonesia dan Chevron menanam kangkung dengan sistem hidroponik bersama Zekky Bakhri dari Jakarta. Bermodal 700 juta rupiah termasuk untuk membeli lahan, peralatan hidroponik dan pembibitan, pemasukan yang didapat mencapai 100 jutaan per bulan.

Inilah yang sangat layak disebut sebagai kerja cerdas, bukan kerja keras. Dengan sistem hidroponik, kangkung yang dihasilkan lebih bersih dan terlihat segar dibandingkan kangkung biasa. Charlie dan Zekky pun menyuplai kangkung ke sejumlah restoran seafood, hotel dan supermarket di Jakarta. Memang butuh usaha lebih, karena harus punya koneksi untuk memasarkan ke tempat-tempat yang mendatangkan benefit, bukan hanya dijual di pasar tradisional.

Sekilogram kangkung terdiri atas 64 tanaman. Jika setiap lubang tanam menghasilkan 4—6 tanaman, maka untuk menghasilkan sekilogram kangkung perlu 16 lubang tanam. Jika jumlah lubang tanam 86.400, berarti jumlah panen mencapai 5.400 kg. Dengan hitungan seperti itu, maka pendapatan per bulan mencapai 97,2 juta rupiah. Siapa sangka dari menanam satu jenis tanaman saja bisa menghasilkan pendapatan sebesar itu?

Kini Charlie dan Zekky tidak lagi menyuplai kangkung ke restoran dan hotel. Sebabnya, suplai ke supermarket seperti Superindo dan Carrefour saja bisa 270 kg per hari. Nggak heran sih soalnya kangkung sudah jadi bagian dari kehidupan orang Indonesia sehari-hari. Jadi petani bisa sekece ini ya kalau tahu cara memasarkan produknya. Mungkin ke depannya mahasiswa Pertanian bisa menerapkan ini di lapangan setelah lulus, daripada jadi pegawai bank ya kan...


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES