Pertemanan Kids Zaman Old: Dari Tisam Sampai Surat-Suratan Sama Sahabat Pena. Kamu Ngalamin?

12 Maret 2018
|Chandra W.
10SHARES

Kehadiran teknologi telah mengubah banyak segi kehidupan manusia, termasuk dalam berinteraksi. Contoh sederhananya, kalau dulu mau main harus panggil-panggil, “Afikaaaa! Main yuuuk!” sekarang berganti menjadi: berhenti di depan rumah Afika, buka HP, chat Afika “Afika, gue udah di depan,".

Kalau kids zaman old punya masanya sendiri menikmati relasi antar manusia, yang nggak bergantung sama sekali dengan smartphone. Kayak gini misalnya.

1. Tisam alias titip salam lewat radio

“Lewat radio aku sampaikan kerinduan yang lama terpendam. Terus mencari biar musim berganti, radio cerahkan hidupnya jika hingga mati ku tak bisa menemukan hatinyaaa, menemukan hatinya. Menemukan hatinya lagi...”

Familiar dengan lirik lagu tersebut? Lagu dari Sheila On 7 itu memang sungguhlah mewakili hati para pendengar radio. Ketika telepon pintar belum semendunia sekarang, radio itulah hiburan yang sesungguhnya. Oke kita mungkin harus flashback ke zaman orang yang lahir tahun 1960-1970an. Saat mereka remaja (kira-kira tahun 1980-1990an) radio adalah hiburan yang paling hits.

Acara yang paling ditunggu adalah tisam alias titip salam yang harus dilakukan dengan membeli kartu titip salam di radio. Ada lho yang sampai memakai nama samaran. Dari tisam dan berbalas salam balik, banyak juga yang akhirnya berjodoh. Biasanya habis tisam-tisaman, ketemuan gitu di kantor radionya. Terus jalan bareng, tambah dekat, dan akhirnya ke pelaminan jua. Sekarang masih banyak nggak sih anak-anak yang suka tisam?

2. Berangkat sekolah ketemuan di ujung gang

Dulu banget nih sebelum banyak kendaraan seperti sekarang, anak-anak kalau berangkat tuh pada janjian dulu ketemuan di ujung gang, terus berangkatnya rame-rame jalan kaki. Pulangnya juga gitu. Bareng kayak rombongan, akhirnya berpisah di ujung gang untuk menuju rumah masing-masing. Selama perjalanan sudah pasti banyak yang digosipkan, atau ngobrolin tren-tren terbaru. Ketawa ketiwi sepanjang jalan dari dan ke sekolah. Asyik banget ya?

3. Surat-suratan dengan sahabat pena

Chatting pakai Whatsapp atau LINE masih jauh di depan zaman yang bergulir. Komunikasi antar dua orang yang berjauhan masih harus menggunakan surat. Nah di majalah-majalah zaman dulu ada rubrik yang isinya alamat-alamat orang untuk menjalin persahabatan melalui surat. Yup. Sahabat pena. Bersahabat dari tulisan. Jadi kamu bisa bertukar pikiran dengan orang yang kamu inginkan hanya melihat dari profil singkatnya di majalah. Serunya, kapan-kapan bisa ketemuan dan benar-benar bisa jadi sahabat lho kalau nyambung.

Beda banget ya pertemanan kids zaman old dengan kids zaman now? Mana yang masih bertahan sampai sekarang? Mungkin tisam di radio sih ya. Seandainya punya mesin waktu, kamu ingin merasakan berteman di zaman dulu nggak?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
10SHARES