Percayalah Bahwa Perjuanganmu Tak Akan Sia-sia, Wahai Anak Rantau!

14 September 2017
|Chandra W.

Merantaulah agar kamu tahu betapa pedih dan berkeloknya jalan menuju kesuksesan, kata orang. Kamu yang menjalani hidup di tanah rantau pasti sudah akrab dengan segala macam kesulitan dan penderitaan, meski tak bisa juga memungkiri bahwa semua kesulitan dan penderitaan ini pasti akan berbuah manis kelak suatu saat nanti. Merantau bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tinggal jauh dari rumah, orang tua, dan segala kenyamanan yang ada di kampung halaman, mau tidak mau menjadikanmu sosok yang berbeda dari sebelumnya.

1. Hari-hari pertama menjadi anak rantau adalah yang terberat.

Ketika kamu memutuskan untuk sekolah atau kuliah atau bekerja di luar kota, atau bahkan luar pulau, artinya kamu juga harus siap dengan konsekuensi yang mengikutinya. Hari-hari pertama di tanah rantau pasti sangat berat dan menyakitkan buatmu. Biasa dibangunkan lalu sudah ada sarapan, hari itu kamu harus bangun sendiri dan repot mencari sarapan. Perasaan kesepian menghinggapimu ketika hari sudah mulai gelap. Kalau di rumah, pasti kamu lagi nonton TV bersama keluarga. Sementara itu, di kamar kos, hanya ada kamu dan kesunyian. Tidak apa-apa, namanya juga hari pertama. Lambat laun pasti kamu akan terbiasa.

2. Di rumah kamu bebas minta uang kapan saja. Sementara di rantau, semuanya harus dipikirkan sejak awal bulan.

Di rumah, ketika mau keluar dengan teman-teman, kamu tinggal meminta uang saku pada ayah atau ibu. Sementara sejak kamu merantau, uang bulananmu ditransfer di awal bulan dan yang menentukan hidup matimu dari uang itu adalah kamu sendiri. Dari sini kamu akan belajar menahan hawa nafsu untuk belanja berlebihan dan hidup hemat. Ketika kamu sudah mulai belajar, saat itulah kamu benar-benar sudah menjadi anak rantau.

3. Berkenalan dengan orang banyak, tapi juga tetap waspada.

Percuma kalau kamu merantau, tapi tidak berusaha mengenal lingkungan sekitar dan memperluas jaringan. Pada masa-masa perantauan ini, bertemanlah dengan sebanyak mungkin orang, dan ambil pelajaran berharga dari setiap individu yang kamu temui. Namun kamu juga harus tetap waspada, karena tidak semua orang baik adanya. Kewaspadaan ini juga berlaku saat kamu sedang berada di ruang publik, termasuk saat menaiki transportasi umum. Jangan sampai lengah dan berujung mengalami kejadian tidak menyenangkan karena kurang waspada.

4. Teman-teman adalah keluarga, sayangi mereka.

Di perantauan, tidak ada yang bisa kamu andalkan selain diri sendiri. Tapi, manusia tidak bisa hidup sendiri. Maka ketika kamu sudah menemukan teman-teman yang baik, jaga dan sayangi mereka seperti keluarga. Akan tiba masanya kalian berpisah dan menentukan jalan sendiri-sendiri. Sebelum waktu itu tiba, bangun pertemanan sekuat mungkin. Siapa tahu kamu akan bertemu lagi ketika sudah sukses nanti.

5. Bebas sebebas-bebasnya, tapi tahu batasan.

Jauh dari pengawasan orang tua membuatmu merasa kebebasan ada di tanganmu. Hati-hati, kalau tidak pandai menyikapinya, bisa-bisa kamu terbawa ke jalan yang membelok terlalu jauh. Nggak masalah kalau kamu mau main-main sampai larut malam, asal nggak merugikan diri sendiri. Masa muda memang saatnya mencoba segala hal baru. Tapi nggak semua hal patut untuk dicoba. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menentukan mana yang bisa dicoba untuk mengembangkan diri, mana yang akan menjerumuskan dirimu ke lubang gelap.

6. Secapek-capeknya kamu kuliah, lebih capek orang tua yang kerja buat bayarin kuliahmu.

Selalu ingat ini saat banyak tugas, saat kamu merasa dunia nggak berpihak kepadamu dan rasanya ingin bolos saja. Ingat, ada yang sedang kelelahan membanting tulang demi keberlangsungan kuliah dan uang bulananmu. Pasang foto orang tua di meja belajar. Agar ketika kamu malas, kamu ingat lagi bahwa ada yang sedang menanti kesuksesanmu.

7. Luangkan waktu untuk pulang.

Meski berat di awal, terkadang anak rantau lupa dan tenggelam dengan kesibukan sendiri sampai lupa untuk sekadar menelepon dan selalu mengelak ketika diminta pulang. Tahukah kamu bahwa kepulanganmu yang hanya dua tiga hari itu adalah obat termujarab bagi kerinduan orang tua? Jangan dikira hanya kamu yang susah hidup di rantau. Mereka mengkhawatirkan hidupmu setiap detik, bahkan saat tidur sekalipun.

Merantau memang berat, tapi kesuksesan menantimu di ujung jalan sana. Teruslah mengembangkan kemampuan diri selama merantau. Berjuanglah untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitarmu. Jangan lupa pulang sekali waktu untuk mengobati orang tua yang tenggelam dalam rindu, padamu.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES