Pengalaman Kencan Gagal Ketika Meetup dengan Teman Tinder

www.pexels.com

Tinder merupakan salah satu aplikasi kencan andalan saat ini. Bagi sebagian orang, Tinder memang juru selamat yang mempertemukan beberapa orang dengan jodohnya.

Namun banyak pula yang menganggap Tinder adalah kutukan yang menjebak para penggunanya dalam kultur hookup dan mempersulit mereka untuk menemukan pasangan yang setia. Lantas, apakah Tinder adalah solusi tepat guna untuk mengobati kehampaan dalam dirimu?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kamu menyimak cerita kencan Tinder yang gagal berikut ini yang telah dirangkum dari Vice. Apakah kamu pernah juga mengalaminya, guys?

1. Si celana basket

www.qoo10.sg

Saya bertemu dengan pria ini di Tinder. Kami mengobrol lama dan saya pun merasa ada kecocokan dengannya. Akhirnya kami memutuskan untuk bertemu. Wajahnya tidak jauh berbeda dengan fotonya di Tinder.

Namun ketika dia keluar dari mobil, mata saya langsung tertuju pada celana basket yang ia kenakan. Serius pakai celana basket di kencan pertama? Kami pun mulai mengobrol dan saya mulai tidak suka dengan kesombongannya.

Ia mengatakan bahwa ia memiliki penghasilan yang besar. Bahkan, dia mengatakan temannya yang memiliki restoran sendiri masih berpenghasilan di bawah dirinya. Tapi situ kencan pakai celana basket.

Saya diajak ke restoran taco murah. Dia mengatakan, “Kalau mau dibawa ke tempat yang mewah, kamu harus membuktikan kesungguhan kamu dulu,”. Saya langsung makan taco secepat mungkin agar segera kamu dari dia.

Setelah itu, kami kembali ke mobil dan dia mengundang saya ke apartemennya. Tentu saja saya ogah! Dia memojokkan di samping mobil dan berusaha mencium saya. Karena dia hanya memakai celana basket, anunya menegang. Saya merasa ada yang menusuk paha dan langsung tertawa saat ia mencoba mencium saya.

Akhirnya dia pun melepaskan saya dan bertanya, “Mau lanjut lagi nggak?” Saya jawab, “Ogah!”

Saya pun meminta agar dia tidak lagi menelepon dan menghapus nomor saya. Setelah masuk ke mobil dan dalam perjalanan pulang, saya masih tidak bisa berhenti tertawa. Tiga bulan kemudian, dia kembali mengirim pesan dan ngajak begituan. –Shelby, 25

2. Salah orang

www.businessinsider.sg

Saya mencoba bermain Tinder karena tidak tahan dengan tekanan sosial yang saya terima. Akhirnya saya match dengan laki-laki bernama Ryan. Dia baik, ganteng tapi sebenarnya saya tidak terlalu tertarik. Kami ngobrol sebentar, bertukar nomor handphone tapi tidak ada kelanjutan.

Empat bulan kemudian, saya pergi ke sebuah pesta dan bertemu dengan pria bernama Ryan. Kami langsung merasa cocok dan beberapa hari kemudian ia mengirimi saya pesan dan mengajak saya untuk makan malam.

Hari-H tiba dan saya tiba di kantor Ryan dengan perasaan terkejut karena saat ia membuka pintu mobil. Ia terlihat sangat berbeda. Saya tidak mengenali Ryan yang ini dan saya heran bagaimana bisa dia mengajak ngobrol saya seolah-olah dia mengenal saya.

Akhirnya, saya pun menanyakan hal yang seharusnya bisa dijawab oleh Ryan yang saya temui di pesat. Saya bertanya bagaimana kita kenal, ia menjawab, “Kita ketemu di Tinder”.

Saat itu saya merasa bodoh. Ternyata saya tidak mencatat nama belakang kontak dan saya menghubungi Ryan yang salah. Saya menghubungi Ryan yang di Tinder, bukan yang di pesta. Saya pun menjalani makan malam yang sangat kikuk. Saya bersumpah tidak mau bermain Tinder lagi dan tidak mau berbicara dengan Ryan manapun. – Tera, 26

3. “Saya nggak baik-baik saja”

www.parents.com

Saya bertemu dengan perempuan ini melalui Tinder. Sebelumnya saya sempat kencan dengan beberapa orang dari Tinder dan hasilnya selalu canggung. Tapi perempuan ini berbeda. Saya merasa ada banyak kesamaan di antara kita dan percakapan terasa asik.

Sambil terus mengobrol, saya mengambil ponsel dari saku dan ingin menunjukkan sesuatu. Mungkin dia tidak sadar saya masih bisa melihatnya, dia pun dengan cepat memasukkan jari ke tenggorokannya sendiri untuk memicu refleks muntah. Saya pun langsung diselimuti muntahan dia.

Saya syok, berusaha mengerti kejadian tersebut. Dia pun meminta maaf dan bertanya apakah saya baik-baik saja. Saya menjawab, “Nggak, saya nggak baik-baik aja,” sambil beranjak pergi ke toilet untuk membersihkan diri. Setelah saya kembali, dia sudah pergi dan saya tidak pernah lagi berkabar dengannya. – Ted, 24

4. Serangan kucing
www.petbucket.com

Saya sempat berkencan dengan seseorang yang sebut saja bernama Chip. Kami makan sushi dan menemukan banyak kesamaan. Kami pun pergi ke rumah Chip dan mulai bercumbu.

Ketika sedang asik, tiba-tiba ada yang mendarat di atas kepala saya. Ternyata itu adalah kucing milik Chip. Sebelumnya Chip sudah cerita bahwa ia memiliki kucing dan ia membuat akun Instagram untuk kucingnya itu.

Saya berusaha mengusir kucing itu, namun cakarnya justru masuk ke rambut dan punggung saya. Setelah berhasil lepas, kami pindah ke kamar loteng dan berusaha melanjutkan, tapi si kucing itu terus mengikuti. Saya mulai kesulitan bernafas karena asma, mula saya penuh bercak dan mata saya pun merah.

Chip mengatakan bahwa saya tidak terlihat parah. Sepertinya dia mengatakan tersebut dengan kepentingan sendiri karena saat itu dia sedang ereksi. Saya pun langsung keluar dari rumah Chip untuk mendapatkan inhaler. Setelah itu, Chip terus mengirimi saya foto anunya. Saya pun baru sadar kucing milik Chip punya 15.000 follower di Instagram. –Taylor, 24

5. Delusional akut
www.society19.com

Saya bertemu dengan seorang perempuan di Tinder dan sempat nongkrong bareng selama tiga minggu berturut-turut. Saat itu dia mengirim pesan dan mengajak saya untuk keluar. Saya menolak ajakan tersebut karena saat itu adik saya ulang tahun dan harus ikut acara kumpul keluarga.

Dia langsung merespons jawaban saya dengan sangat panjang dan mengatakan bahwa saya menghancurkan hubungan. Ia bilang Tuhan sudah berbisik bahwa kami ditakdirkan bersama dan dia ingin menikah dengan saya. Saya tidak membalas.

Beberapa hari kemudian, dia mengirim pesan suara. Dia mabuk dan sambil menangis menyanyikan lagu Usher berjudul U Got It Bad. Lagi-lagi saya cuek. Setelah itu, dia mengirimkan foto secarik kertas yang dibakar dengan tulisan bucketlist. Tertulis di kertas itu ia ingin mengajak saya ke Swedia. Sisanya sudah tidak terbaca karena terbakar. –Brittany, 24

Setelah baca cerita kencan gagal ini kamu masih mau Tinder? Kalau kamu belum pernah mengalami hal buruk, ya teruskan saja usahamu mencari belahan jiwa di Tinder. Siapa tau kamu justru bernasib baik dan benar-benar bisa menemukan pasangan sejati dari aplikasi kencan.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Film dan Drama Choi Minho SHINee, Kualitas Aktingnya Jempolan | Keepo.me

Film dan Drama Choi Minho SHINee, Kualitas Aktingnya Jempolan | Keepo.me

Persiapan Mental yang Harus Dilakukan Sebelum Memutuskan untuk Nikah

Persiapan Mental yang Harus Dilakukan Sebelum Memutuskan untuk Nikah

Dear Ladies, Ini Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender yang Akurat | Keepo.me

Dear Ladies, Ini Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender yang Akurat | Keepo.me

Kerja Sambil Traveling? Ini Dia Profesi yang Bisa Dikerjakan di Mana Saja

Kerja Sambil Traveling? Ini Dia Profesi yang Bisa Dikerjakan di Mana Saja

Dangdut Academy 4 Bikin Heboh, Ada Penampakan Kuntilanak Saat Live Show | Keepo.me

Dangdut Academy 4 Bikin Heboh, Ada Penampakan Kuntilanak Saat Live Show | Keepo.me

List Minuman yang Harus Dijauhkan dari Penderita Maag, Bahaya!

List Minuman yang Harus Dijauhkan dari Penderita Maag, Bahaya!

loading