Pemicu yang Membuat Seseorang Jadi Social Climber

www.pexels.com

Bukan hal yang baru bahwa ada banyak orang yang memanfaatkan kesempatan untuk jadi terkenal. Mulai dari orang biasa hingga selebriti, siapa saja punya potensi yang besar untuk menjadi seorang social climber.

Lantas, mengapa fenomena social climber ini semakin marak terutama di ranah social media? Bahkan, semakin banyak kaum milenial yang berpikiran bahwa media sosial adalah tempat paling tepat untuk pamer meskipun berbeda jauh dari realita.

1. Berusaha menutupi realita kehidupan yang kurang beruntung

pexels.com

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi seseorang cenderung pamer meskipun berbeda dengan realita kehidupannya adalah merasa bahwa kehidupannya yang sebenarnya kurang beruntung. Ia merasa bahwa dirinya kurang menarik dan tidak mencolok seperti orang lain.

Apalagi jika seseorang memiliki figur sukses dalam diri orang lain terlebih adalah orang yang dekat dengannya. Ketidakpandaian dalam bersyukur dan cenderung membanding-bandingkan diri dengan orang yang dia anggap “beruntung” ini yang pada akhirnya menjadi bumerang bagi dirinya.

2. Dikelilingi orang levelnya jauh di atas dirinya

pexels.com

Masih ada hubungannya dengan poin pertama, poin kedua ini dianggap menjadi salah satu faktor utama yang memicu seseorang akhirnya pamer berlebih. Padahal kehidupan ekonomi tidak sejalan dengan pengeluarannya. 

Seseorang akan merasa bahwa dirinya tertinggal hanya karena tidak mampu membeli berbagai macam barang seperti teman-temannya. Alhasil, ia akan berusaha untuk terlihat “selevel” meskipun harus memaksakan finansial.

3. Ingin diakui teman dan pengikut di social media

pexels.com

Ingin diakui oleh teman maupun para followers di social media jadi faktor pendukung yang cukup besar. Pengakuan ini nggak karena ingin diakui punya uang atau bisa beli barang mahal. Ada juga keinginan untuk diakui bahwa dirinya memang mampu, sukses, dan sederajat dengan orang lain yang lebih sukses dari dirinya.

4. Beranggapan orang akan mendekat jika terkesan "kaya"
pexels.com

Terkadang, presepsi tentang uang bisa jadi faktor pemicu seseorang jadi social climber. Kesalahpahaman ini membuatnya berpikiran bahwa uang bisa memberikan segalanya.

Seseorang akan beranggapan orang lain akan mendekati dan senang hati berteman dengannya jika memiliki status sosial tinggi. Paling tidak memiliki barang mahal yang bisa dipamerkan. Ini yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk bersikap layaknya orang berduit beneran.

5. Dendam masa lalu
pexels.com

Masa lalu seseorang juga bisa menjadi alasan untuk menjadi social climber. Keterbatasan di masa lalu bisa mendorong dirinya untuk melakukan balas dendam saat dirinya telah sukses.

Hal ini dilakukan untuk memuaskan hasrat terpendam yang sedari dulu kesulitan untuk memenuhi apapun yang dimiliki. Contohnya, seseorang belum kesampaian beli tas sekolah bagus di masa kecil, ada kemungkinan akan membeli tas impiannya dengan harga fantastis saat dewasa.

Hal ini juga yang pada akhirnya mendorong dirinya untuk pamer ke orang lain. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu memenuhi kebutuhan tersiernya.  

6. Haus pujian dan sanjungan dari orang di sekitarnya

pexels.com

Hal yang mungkin memang ada di setiap jiwa manusia adalah keinginan untuk dipuji dan mendapatkan sanjungan orang di sekitarnya. Hal ini yang banyak mendorong seseorang untuk menjadi social climber.

Mereka melakukan hal tersebut karena ingin mendapat pujian dan sanjungan dari teman dekat, teman kantor, atau followers di dunia maya. Orang seperti ini nggak akan bisa jauh dari kata pamer meskipun dompet cekak.

7. Keinginan kuat untuk tenar dan diperhatikan banyak orang

pexels.com

Orang yang panjat sosial memiliki keinginan kuat untuk tenar dan diperhatikan banyak orang. Mereka cenderung flamboyan, meskipun sebenarnya masih memiliki sisi introvert.

Keinginan untuk tenar dan diperhatikan banyak orang ini yang akhirnya mendorong mereka untuk pamer apapun. Mulai dari yang dilakukan, dimakan, diminum, dan ke mana pun mereka pergi. 

Semua manusia tentu memiliki keinginan untuk diakui dan diperhatikan, meskipun kadarnya berbeda-beda. Sda baiknya jika mulai mengontrol perasaan ingin diakui tersebut. Urungkan niat untuk selalu pamer di social media maupun di dunia nyata. Hal ini karena nggak selamanya kita mampu untuk berpura-pura cukup dan bahagia. Bergayalah semampunya, jangan pamer.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Film dan Drama Choi Minho SHINee, Kualitas Aktingnya Jempolan | Keepo.me

Film dan Drama Choi Minho SHINee, Kualitas Aktingnya Jempolan | Keepo.me

Rebut Perhatian Si Gadis Introvert dengan Cara Sederhana Ini

Rebut Perhatian Si Gadis Introvert dengan Cara Sederhana Ini

Dear Ladies, Ini Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender yang Akurat | Keepo.me

Dear Ladies, Ini Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender yang Akurat | Keepo.me

Saran Menyesatkan yang Sering Diterima dari Teman

Saran Menyesatkan yang Sering Diterima dari Teman

Dangdut Academy 4 Bikin Heboh, Ada Penampakan Kuntilanak Saat Live Show | Keepo.me

Dangdut Academy 4 Bikin Heboh, Ada Penampakan Kuntilanak Saat Live Show | Keepo.me

Tips Menghemat Budget Tanpa Mengurangi Anggaran untuk Ngemil

Tips Menghemat Budget Tanpa Mengurangi Anggaran untuk Ngemil

loading