Pekerjaan Nggak Cuma PNS, Ini Alasan Mengapa Anak Muda Harus Terjun ke Industri Kreatif

15 April 2018
|Chandra W.
281SHARES

Hari gini masih berharap jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor pemerintah? Masih berharap memakai seragam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka? Setiap orang bebas menentukan cita-citanya, pun begitu jika kamu ingin menjadi PNS atau pegawai BUMN. Tapi, coba deh dipikirkan kembali. Ini sudah 2018, generasi sudah sampai gen Z, masak kamu masih mau berakhir di kantor pemerintah, bekerja pukul 8-4 di belakang meja, menjalani rutinitas yang itu-itu saja setiap hari lalu pensiun?

1. Di zaman yang serba canggih dan digital ini, anak muda ditantang untuk menjadi insan kreatif

Dulu, kira-kira awal tahun 2000an, orang-orang yang bisa membuat video dan konten kreatif lainnya tak sebanyak sekarang. Seolah-olah keterampilan grafis dan video making hanya bisa dipelajari oleh segelintir orang. Telepon genggam belum pintar. Sekarang, telepon pintar sudah di genggaman hampir semua orang. Dengan fungsi yang begitu rupa mulai dari fotografi sampai editing, seseorang bisa membuat konten menarik hanya bermodalkan telepon genggam.

2. Pemerintah sedang getol-getolnya memajukan industri kreatif di Indonesia

Industri kreatif ini cakupannya sangat luas. Mulai dari kuliner, fashion, segala yang berbasis digital, handmade craft dan lain-lain. Berbagai skema bantuan permodalan diluncurkan. Asalkan kamu punya niat yang kuat dan kemampuan berinovasi dalam produk-produk yang kamu ciptakan, pasti kamu akan mudah mendapatkan bantuan modal.

3. Terjun ke industri kreatif jauh lebih menantang sekaligus menghasilkan

Dibandingkan dengan menjadi PNS dan pegawai BUMN. Memang ada beberapa instansi yang memberimu kesempatan untuk studi atau jalan-jalan ke seluruh Indonesia dan bahkan luar negeri serta memberikan benefit yang sangat cukup untuk biaya hidup, tetapi banyak juga yang akhirnya menjadikanmu zombie yang hanya berangkat pagi pulang sore/malam, menjalani hari-hari membosankan baik di ibukota maupun di daerah.

4. Ketika kamu terjun di industri kreatif, kamu bebas menentukan akan jadi apa

Pengusaha batik, pengusaha kuliner, vlogger, penulis, apa saja yang kamu inginkan. Kamu juga bisa menjalankannya sesuai kebutuhan. Tidak ada jam kantor yang mengikat. Tidak ada situasi canggung dengan atasan, soalnya kamu sendiri atasannya. Andrea Hirata penulis Laskar Pelangi, novel yang lalu diadaptasi menjadi film dan menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa di Indonesia, melalui tulisannya dapat mengubah keadaan ekonomi di Belitung. Itu ‘hanya’ dari satu tulisan.

5. Kamu juga bisa memajukan perekonomian masyarakat tempat tinggalmu

Tidak perlu muluk-muluk memajukan satu desa. Ketika usahamu mulai berkembang dan membutuhkan orang lain untuk membantu, kamu sudah meningkatkan taraf hidup satu orang. Semakin berkembang, semakin banyak yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan taraf hidup banyak orang.

6. Selain itu, terjun di industri kreatif juga memungkinkanmu bertemu ratusan insan kreatif lainnya

Sekarang eranya kolaborasi. Apalah artinya kreatifitas hanya terpendam di pikiran? Eksekusi ide terkadang tak cukup dilakukan seorang saja. Di sinilah kolaborasi diperlukan. Orang kreatif pasti akan bertemu orang kreatif lainnya, bekerjasama membuat sebuah proyek. Seru banget kan bisa bertemu dengan orang-orang yang sepikiran?

Pada tahun 2017, pendapatan dari sektor ekonomi kreatif mencapai Rp990,4 Triliun. Pekerja di sektor ekonomi kreatif dapat terserap sebanyak 16,4 juta orang. Jumlah itu masih sedikit dibandingkan total angkatan kerja di Indonesia. Makanya, jika kamu terjun ke industri kreatif kamu secara langsung juga berkontribusi untuk ekonomi Indonesia yang lebih baik. Plus, kamu tak harus menenggelamkan diri dalam kebosanan berlarut-larut selama bertahun-tahun. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
281SHARES