Para Pria, Jika Kamu Ingin Menikah Berhentilah Menjadi 'Anak Mami'

06 Mei 2017
|Monica Petra
Life
0SHARES

Artikel ini semoga akan membuka matamu lebar-lebar bagi para pria yang sebentar lagi berharap akan menikahi kekasih hatinya. Ternyata, pernikahan bukan hanya sekedar masalah keuangan tapi juga masalah kedewasaan tentunya. Bagaimana memandang pasanganmu? Sadar atau tidak, ada sebagian pria yang memiliki hubungan sangat dekat dengan sang ibu, tentu bukan hal yang salah. Bahkan banyak orang yang melabeli pria-pria seperti ini adalah pria yang baik kelak terhadap istrinya karena dia mengasihi ibunya. Namun, apakah benar seperti itu kenyataannya? Ternyata belum tentu. Cek poin-poin di bawah ini yuk!

1. Sadari bahwa ibumu dan calon pasanganmu adalah dua orang yang berbeda

Sindrom 'anak mami' memiliki banyak kekurangan yang harus dipangkas sebelum seorang pria memasuki kehidupan rumah tangga. Salah satunya adalah kamu harus belajar melihat, bahwa ibumu dan kekasihmu adalah dua orang yang berbeda. Jadi, stop membandingkan mereka. Ketika kamu sakit, jangan berharap kekasihmu atau istrimu kelak melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh ibumu (memasak bubur kaldu ayam dan memijitmu misalnya). Hargai istrimu sebagaimana adanya dia. Dia memiliki cara sendiri dalam mencintaimu.

2. Jadilah penengah di antara ibu dan calon pasanganmu

Hal kedua yang sulit dilakukan oleh anak mami adalah bersikap adil. Dia akan selalu memuja ibunya, bahkan ketika ibunya dan calon pasangannya berselisih paham (yang mungkin sebenarnya tidak fatal), si anak mami, secara spontan akan membela ibunya. Hal ini, bukanlah hal yang sehat. Kelak, ketika sudah masuk ke pernikahan, masalah bisa menjadi lebih besar.

3. Calon pasanganmu memang bukan orang yang membesarkanmu, tetapi dialah yang akan menemanimu di sisa hidupmu

Seorang anak mami, akan selalu menanamkan dalam pikirannya bahwa ibunya (orang tuanya) sangat berjasa membesarkannya. Tentu tidak salah dengan apresiasi semacam ini. Tetapi seorang pria dewasa, akan mengerti bahwa tidaklah adil untuk terus mengungkit hal semacam ini di depan calon pasangan. Ingatlah, bahwa kelak calon pasanganmu lah yang akan menemani suka-duka sisa hidupmu. Bahkan ketika orang tuamu sudah tidak ada lagi.

4. Ketika sudah menikah nanti, pasanganmu adalah prioritas utama

Hal yang pahit dan sulit diterima oleh seorang anak mami adalah ketika menikah nanti, istri dan keluarga kecilnya lah yang harus menjadi prioritas utama. Pastikan apa yang menjadi kebutuhan istri dan anak-anakmu terpenuhi lebih dulu sebelum kamu hendak hang out dengan ibumu. Bahkan mungkin ada saatnya kamu tidak lagi bisa mengunjungi ibumu sesering dulu karena harus menemani istrimu ke dokter atau mengambil rapor anakmu. Siapkah kamu?

5. Hidup terpisah dengan ibumu, bukan berarti kamu anak durhaka, jangan kuatir

Rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang hidup terpisah dari orang tua, sehingga keluarga kecil ini bisa berinteraksi dan mengatur kehidupan rumah tangga mereka seutuhnya tanpa ada campur tangan dari para orang tua. Bukan hendak mengesampingkan peran orang tua, tetapi idealnya sebuah keluarga membutuhkan privasi sendiri dalam mengatur kehidupannya. Bagaimana istri mendidik anakmu akan berbeda dengan ibumu mendidik kamu. Tidaklah adil jika hal demikian menjadi persoalan dalam rumah tanggamu.

Nah, itulah sedikit saran dan pandangan yang semoga bisa membuatmu sadar. Ingatlah, tidak hanya kamu saja yang memiliki orang tua, tetapi juga calon pasanganmu tapi dia mungkin bahkan tidak seribet kamu. Segala sesuatu ada masanya. Jika kamu belum siap untuk berpisah dari ibumu, maka sebaiknya pikir ulang keinginan untuk menikah.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES