#NoMarriage, Gerakan Wanita Korea Selatan Lawan Tekanan Nikah Buru-buru

unsplash.com

Generasi muda Indonesia, khususnya perempuan, sudah biasa dengan tekanan dari berbagai pihak untuk buru-buru menikah dan menyampingkan mimpi-mimpi yang ingin dicapai. Tentu kita, anak muda Indonesia, sudah tidak aneh ditanyai “kapan nikah?” saat berkumpul di hari pertemuan keluarga besar.

Ternyata hal itu bukan hanya dialami oleh anak muda di Indonesia saja. Tapi juga menimpa wanita di Korea Selatan. Namun, tekanan itu justru membuat mereka bersatu dan melawan balik dengan gerakan #NoMarriage.

1. Apa itu #NoMarriage?

www.straitstimes.com

Para lajang di Korea Selatan bersatu dalam sebuah gerakan yang bernama #NoMarriage. Gerakan tersebut dibuat untuk menekan balik pemerintah dan masyarakat untuk berhenti memaksa perempuan segera menikah dan punya anak.

Bagi perempuan Korea Selatan yang belum menikah, mereka biasa dipanggil mi-hon oleh masyarakat. Namun semakin hari semakin banyak perempuan lajang yang menolak dipanggil dengan sebutan tersebut dan lebih memilih dipanggil bi-hon yang berarti tidak akan menikah dan punya anak.

2. Lebih baik menggapai cita-cita

www.scmp.com

Salah satu perempuan yang ikut dalam gerakan ini adalah Youtuber Korsel, Baeck Ha-Na. Ia mengatakan, “Gara-gara pandangan masyarakat, aku sering merasa gagal jadi perempuan karena aku belum menikah dan punya anak di usia 30. Daripada pusing mikirin cari pasangan, mendingan juga menggapai cita-cita sendiri.”

Baeck dan temannya, Jung Se-Young, memanfaatkan channel Youtube untuk membahas dan menyebarkan kesadaran melawan budaya patriarki di Korea Selatan. Ia memberikan ruang bagi para perempuan yang ingin menjadi dirinya sendiri.

3. Menyita perhatian masyarakat

unsplash.com

Baeck pun tergabung dalam organisasi EMIF alias Elite without Marriage, I am going Forward. Sebagian besar anggota EMIF memilih untuk tetap melajang dan tidak memiliki anak. Mereka membuat gerakan #NoMarriage yang telah mendapat banyak perhatian dari masyarakat dalam dan luar Korea Selatan.

Saat ini, Korea Selatan memang sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat penurunan jumlah populasi. Menurut World Bank, negara ini memiliki tingkat kelahiran terendah dibanding dengan semua negara maju lainnya. Salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah perempuan yang enggan menikah dan memiliki anak.

4. Upaya pemerintah tingkatkan angka kelahiran
unsplash.com

Namun dalam penilaian Baeck dan temannya, upaya pemerintah dalam meningkatkan tingkat kelahiran cukup “kejam” dan “mengecewakan”. Hingga pada 2017, pemerintahan Moon Jae-in mendirikan Komite Presidensial untuk Penduduk Lanjut Usia dan Kebijakan Kependudukan untuk menyelesaikan persoalan kependudukan.

“Kita harus mencari cara untuk menikah dan memiliki anak yang tidak membatasi perempuan. Ini waktu yang tepat untuk membereskan masalah serius soal populasi."

“Masalah terbesarnya pemerintah selalu  mengabaikan suara perempuan. Padahal mereka ini yang akan mengandung dan mengurus anaknya,” kata Kang Han-byul, co-founder EMIF.

Perempuan tentu merupakan individu yang merdeka. Dirinya berhak menetukan segala sesuatu yang berkaitan dengan hidup dan tubuhnya.

Seandainya ada perempuan yang tidak mau memiliki anak, itu haknya. Tidak ada satu orang pun yang berhak mengganggu-gugat keputusannya tersebut.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
19 Cara Mengatasi WiFi Lemot di Laptop, Android, dan Indihome | Keepo.me

19 Cara Mengatasi WiFi Lemot di Laptop, Android, dan Indihome | Keepo.me

Kalau Jodoh Pasti Bertemu, Lebih Baik Mencari atau Menunggu?

Kalau Jodoh Pasti Bertemu, Lebih Baik Mencari atau Menunggu?

Sering Diabaikan, Manfaat Buah Salak Ini Ternyata Nggak Kalah Magic | Keepo.me

Sering Diabaikan, Manfaat Buah Salak Ini Ternyata Nggak Kalah Magic | Keepo.me

Ingin Langsungkan Pernikahan Adat Jawa? Pahami Dulu Yuk Filosofi di Baliknya

Ingin Langsungkan Pernikahan Adat Jawa? Pahami Dulu Yuk Filosofi di Baliknya

Cara Merawat Hamster yang Baik, Agar Si Bulu Gemas Bisa Hidup Lama | Keepo.me

Cara Merawat Hamster yang Baik, Agar Si Bulu Gemas Bisa Hidup Lama | Keepo.me

Nggak Cuma Cinta, Hal Ini Juga Perlu Diperjuangkan di Usia 20-an

Nggak Cuma Cinta, Hal Ini Juga Perlu Diperjuangkan di Usia 20-an

loading