Ngeri! Ada Tradisi yang Menghilangkan Keperawanan Gadis Muda di Afrika Selatan

04 Juli 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Afrika, benua dengan wilayah daratan yang cukup luas. Ditempati begitu banyak penduduk dengan berbagai suku dan tradisi yang sebagain besar merupakan suku asli. Sebagian masyarakat suku di sana masih belum begitu terpengaruh perkembangan zaman. Mereka masih memegang teguh tradisi yang telah diwarisi secara turun-temurun. Imbasnya masih banyak berbagai ritual yang masih dilaksanakan masyarakat suku hingga sekarang.

 

Salah satunya adalah ritual pembersihan untuk para gadis di sebuah desa di Malawi, Afrika Selatan. Ritual ini dilakukan saat para gadis memasuki usia pubertas yang ditandai dengan datangnya haid pertama. Para pemuka adat memandang bahwa ritual tersebut sangat perlu dilakukan untuk mengusir pengaruh buruk, kutukan, dan berbagai penyakit yang menyertai para gadis. Bagaimana ritual ini dilakukan?

 

Sungguh ngeri, ritual ini dilakukan dengan membiarkan para gadis ditiduri oleh seorang pria. Pria ini juga bukan pria sembarangan, dia adalah orang yang terpilih secara adat dengan gelar Hyena. Pria Hyena inilah yang dibayar untuk melakukan “pembersihan” dengan cara berhubungan badan tentunya. Para orang tua di Malawi ini sangat percaya jika ritual tersebut tidak dilakukan maka malapetaka besar akan menimpa si gadis. Ritual ini juga berlaku bagi para janda dan wanita yang keguguran untuk melakukan pembersihan juga.

 

Sayangnya, para orang tua di sana tidak menyadari bahaya yang mengintai putri mereka. Perilaku seks semacam ini berpotensi besar menularkan virus HIV kepada para gadis. Dan memang benar adanya. Dilansir dari bbc.com, seorang pria Hyena bernama Eric Aniva dinyatakan sebagai positif HIV. Dia diamankan kepolisian karena telah melakukan hubungan badan tanpa kondom dengan wanita sedangkan dia tahu bahwa dia positif HIV. Meski itu adalah tugasnya untuk meniduri wanita, tetap saja dia tidak seharusnya menyembunyikan identitasnya sebagai positif HIV.

 

Praktik pembersihan ini dituding sebagai salah satu penyebab meningkatnya penderita HIV di Malawi. Pemerintah Malawi telah berupaya menghalau praktik ritual pembersihan tersebut. Salah satunya dengan melakukan pelarangan pernikahan anak dan meningkatkan usia pernikahan dari 15 tahun menjadi 18 tahun.

 

Melestarikan sebuah tradisi memang tugas kita sebagai pewaris generasi. Namun, kita juga tidak boleh mematuhi tradisi secara buta tanpa mempertimbangkan resiko yang menyertainya. Bagaimana pendapatmu tentang ritual ini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES