Minder Badanmu Berisi? Surat Cinta Pria Ini Buktikan Cinta Bukan Tentang Fisik Semata

15 September 2017
|Chandra W.
0SHARES

"Wah rambutnya bagus banget, kayak di iklan shampo.”

“Body-nya Kendall Jenner tuh goals banget ya.”

“Kapan ya aku bisa sekurus Maudy Ayunda?”

Tidak dapat dipungkiri, kita saat ini hidup dalam masyarakat yang melihat sesuatu dari fisiknya saja. Seakan kepintaran, kesopanan, dan kebaikan lainnya tidak penting, kalau orang itu tidak cantik atau tampan. Buktinya, masyarakat selalu nyinyir kalau ada pria tampan berpasangan dengan wanita yang biasa-biasa saja, atau tidak memenuhi standar “tinggi, kurus, putih, rambut ala iklan shampo” dan sebaliknya. Belum lagi prasangka buruk yang mengikutinya seperti, “Palingan si laki-laki/perempuan kaya, makanya dia mau.”

Duh, salah siapa kalau begini? Memang citra yang ditampilkan majalah, televisi dan media lainnya selalu menempatkan perempuan yang itu tadi –tinggi, kurus, putih, rambut berkibar sebagai wajah terdepan. Akhirnya, baik perempuan maupun laki-laki jadi percaya dan berusaha mati-matian memenuhi standar tersebut, atau minimal punya pasangan yang memenuhi standar tersebut. Atau lebih ekstrem lagi, memaksa pasangannya untuk memenuhi standar yang kadang nggak masuk akal.

Tapi ada yang berbeda dengan Robbie Tripp, seorang penulis buku, aktivis, dan kontributor di Huffington Post. Di tengah-tengah standar masyarakat yang tidak masuk akal, ia membuktikan bahwa cinta bukan hanya soal fisik semata. Kecintaannya terhadap istrinya ia tulis dalam caption di salah satu foto di akun Instagram-nya, @tripp.

1. Sarah, istrinya, adalah perempuan tercantik, juga terbaik menurut Tripp, terlepas dari standar kecantikan apapun

|| To the rest of the world you're just one person, but to me you're the whole world. || #DollFace

A post shared by ROBBIE TRIPP™ (@tripp) on

Tripp sangat sering mengunggah foto bersama istrinya, Sarah yang memiliki akun Instagram @sassyredlipstick. Sarah bukan tipe perempuan yang memenuhi standar model –tinggi, kurus, ya apapun itulah yang sekarang dijadikan ukuran ideal cantik tidaknya seorang perempuan. Tapi Tripp selalu mengungkapkan betapa bersyukurnya ia memiliki Sarah. Sebab Sarah bukan hanya cantik menurutnya, tapi juga percaya diri, ramah dan pandai. Hal-hal ini justru yang membuat Tripp semakin mencintainya.

 

2. Yang terpenting adalah saling membantu menggapai mimpi dan cita-cita

Dalam salah satu foto di instagramnya, Tripp mengatakan ia sangat menikmati perjalanan hidupnya bersama Sarah. Salah satunya membangun blog fashion Sarah hingga kini sudah memiliki ratusan ribu followers dan banyak menjalin partnership. Minat keduanya yang sama-sama ada di industri kreatif semakin menguatkan pernikahan mereka.

3. Ini adalah foto Tripp yang menunjukkan bahwa cinta bukan soal fisik saja.

Dalam foto ini, Tripp bercerita bahwa ketika ia remaja banyak teman-teman yang mengejeknya karena ia suka kepada perempuan yang menurut mereka tidak cantik, terlalu gemuk, dan sebagainya, sehingga tidak cocok dengan Tripp. Perempuan-perempuan yang mereka sebut "gendut" atau "chubby."

4. Ketika sudah dewasa, Tripp baru menyadari bahwa perilaku semacam itu terbentuk karena persepsi orang pada umumnya dibentuk oleh media.

|| Building an empire with you is only half as fun as building a life with you. || #TeamTripp

A post shared by ROBBIE TRIPP™ (@tripp) on

Majalah-majalah terutama majalah wanita, berhasil membentuk mindset masyarakat bahwa perempuan baru bisa dibilang cantik kalau kulitnya putih, giginya rapi, rambutnya hitam berkilau lurus, tingginya sekian sentimeter dan seterusnya dan seterusnya. Yang menyedihkan, bukan hanya perempuan yang mempercayai hal ini. Laki-laki ternyata justru lebih percaya lagi dan oleh karena itu, mereka merasa gengsi jika tidak memiliki pasangan dengan kriteria perempuan bintang cover majalah.

5. Tripp kemudian menjelaskan bahwa ia mencintai Sarah, tak peduli bagaimana bentuk tubuhnya yang tidak seperti cover majalah.

Tripp tidak memandang tubuh yang berisi sebagai kekurangan. Tidak ada orang yang sempurna. Tripp berpesan kepada para lelaki di luar sana untuk berhenti menilai perempuan dengan dasar kecantikan artifisial yang biasa dilihat di media. Pun kepada perempuan, tak perlu memaksa diri untuk memenuhi standar-standar kecantikan itu hanya agar dapat dicintai atau disukai orang lain.

6. Akan ada laki-laki yang menerimamu apa adanya, seperti aku (Tripp) yang menerima Sarah-ku apa adanya.

Pasangan sempurna ternyata bukan terdiri dari dua orang yang sempurna. Yang ada justru dua orang yang saling mengisi dan saling mendukung untuk jadi orang yang lebih baik.

Menemukan pasangan yang mau menghargai diri kita apa adanya memang bukan hal mudah. Bersyukurlah jika saat ini kamu sudah memilikinya. Apalagi jika kamu seorang wanita, pria yang mau menerima kamu apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihanmu tentu layak diperjuangkan dan dijaga sebaik-baiknya. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES