Meski Sukses, Elon Musk Ternyata Tetap Punya Masalah dalam Bekerja. Apakah Kamu Juga Mengalami Ini?

ekonomi.kompas.com

Elon Musk adalah salah satu dari deretan orang terkaya di dunia saat ini. Pendiri Tesla tersebut memiliki berbagai ide yang fenomenal. Namun, tahukah kamu bahwa Elon Musk sendiri memiliki masalah juga dalam kepemimpinan. Berdasarkan informasi Business Insider, dia terlalu sering mengkhawatirkan sesuatu yang cukup banyak dalam pikirannya sehingga rasa tidak percaya terhadap orang lain kerap muncul dalam dirinya.

Bahkan, ada suatu candaan bahwa Elon Musk bekerja selama 120 jam per minggunya. Dia menghabiskan banyak waktunya di dalam perusahaannya untuk memenuhi target produksi.

www.livemint.com

“Ada suatu momen di mana aku tidak meninggalkan perusahaanku selama tiga atau empat hari.”, ungkap Elon. Apa yang menyebabkan Elon Musk begitu sibuknya sampai dia rela bekerja sesibuk itu. Jika kalian belum tahu, dia adalah chairman dan kepala eksekutif sekaligus dalam perusahaan Tesla. Selain itu, dia adalah CEO dan kepala desainer di SpaceX. Berdasarkan situs Times, Eksekutif Tesla sedang mencari orang nomor dua untuk membantu tugas harian Elon di Tesla.

www.spiegel.de

Uniknya, Musk sendiri tidak peduli dengan tidak adanya orang nomor dua yang bisa membantu pekerjaannya. Dia mengungkapkan meskipun hari-hari yang dia alami cukup mengerikan karena tidak ada yang mampu membantu dirinya, dia merasa tidak masalah dengan hal itu. Dia tidak ada rencana untuk merekrut seseorang menjadi wakilnya. Masalah menugaskan seseorang dalam dunia kewirausahaan adalah isu yang cukup penting. Kasus Elon Musk sendiri juga terjadi pada beberapa orang terutama jika jabatan mereka adalah pemimpin utama perusahaan tersebut.

www.hollywoodreporter.com

Robert Pozen, dosen senior di MIT Sloan School of Management mengatakan bahwa masalah itu sering terjadi pada pengusaha. Dia mengatakan bahwa mencari orang kedua dalam perusahaan sama seperti mencoba mengahadapi masalah dengan klien atau dengan penegak hukum. Pozen menegaskan bahwa pemimpin sebaiknya mencoba untuk bekerja dalam keputusan strategis saja.

Pandangan Musk sendiri terhadap manajemen dan orang kedua adalah dia ingin orang yang mampu mewakili dirinya harus orang yang lebih baik dari dia. Bahkan, dia tidak segan mempromosikan hal ini kepada media massa seperti Times. “Jika kamu memiliki kenalan yang lebih baik daripada aku, tolong kenalkan ke aku.”, ungkapnya ketika wawancara dengan Times.

Namun, Pozen memiliki pandangan yang berbeda dengan Musk. “Sebenarnya pertanyaan dalam mendelegasikan tugas seseorang bukan mengenai apakah orang itu mampu melaksanakan pekerjaannya lebih baik dibandingkan yang lain. Melainkan, apakah hanya anda sebagai founder yang mampu melakukan pekerjaan itu?”, ungkap Pozen.

Jadi, maksud pernyataan Pozen adalah dalam mendelegasikan tugas kita, seharusnya kita tidak memikirkan orang itu bekerja lebih baik dari kita, tetapi apakah orang itu mampu mengerjakan pekerjaan kita atau tidak.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Pengakuan Dosa La Nyalla Mattalitti, Saya lah yang Fitnah Pak Jokowi PKI, Cina dan Kristen - Keepodotme

Pengakuan Dosa La Nyalla Mattalitti, Saya lah yang Fitnah Pak Jokowi PKI, Cina dan Kristen - Keepodotme

Tipe Shopaholic Kayak Gimana Sih Kamu Saat Menjelang Natal?

Tipe Shopaholic Kayak Gimana Sih Kamu Saat Menjelang Natal?

Ya Gini Kalau Pedagang Pasar Sudah Bersatu, Cawapres Nomor Urut 02 ini Pun Ditolak Mentah-Mentah, Sadis! - Keepodotme

Ya Gini Kalau Pedagang Pasar Sudah Bersatu, Cawapres Nomor Urut 02 ini Pun Ditolak Mentah-Mentah, Sadis! - Keepodotme

Sering Membicarakan Kesuksesan Mantan Tim Kerja Bisa Bikin Perusahaan Jadi Ilfeel, lho

Sering Membicarakan Kesuksesan Mantan Tim Kerja Bisa Bikin Perusahaan Jadi Ilfeel, lho

5 Harga Kamera Vlog Ramah Dompet ini Hasilkan Foto yang Maksimal - Keepodotme

5 Harga Kamera Vlog Ramah Dompet ini Hasilkan Foto yang Maksimal - Keepodotme

Katanya Orang Cerdas Bisa dengan Mudah Mencapai Kesuksesan, Tapi Begini Kenyataannya!

Katanya Orang Cerdas Bisa dengan Mudah Mencapai Kesuksesan, Tapi Begini Kenyataannya!

loading