Merantau ke Jakarta Tingkatkan Risiko Obesitas dan Diabetes?

unsplash.com

Setiap tahunya, jumlah penduduk DKI Jakarta terus bertambah. Tidak perlu heran jika jalanan dan keadaan di Jakarta bertambah ruwet. Ditambah lagi para penduduk wilayah sekitarnya yang bekerja di wilayah Jakarta, lengkap sudah kesemrawutan ibu kota negara ini.

Tapi kesemrawutan itu tetap tidak mampu menjadi penghalan banyak orang untuk merantau ke Jakarta. Mereka tetap berdatangan membawa harapan untuk mengubah kehidupan. Padahal menurut penelitian, merantau ke Jakarta akan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

1. Gaya hidup masyarakat urban

www.cnnindonesia.com

Gaya hidup masyarakat urban tak jauh dari pola konsumsi makanan cepat saji yang berkalori tinggi dan lebih banyak menghabiskan waktu duduk di depan komputer. Iniyang diduga kuat sebagai pemicu kegemukan pada banyak masyarakat Jakarta.

Orang yang tinggal di Jakarta secara umum memiliki timbunan lemak lebih banyak. Hal itu berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, salah satunya adalah diabetes melitus.

2. Riset tingkat obesitas di Jakarta

lifestyle.bisnis.com

Sebuah riset menunjukkan bahwa setiap satu tahun tinggal di Jakarta, indeks massa tubuh seseorang meningkat 0,15 kg/meter persegi. Bila rata-rata tinggi badan laki-laki di Indonesia 160 cm, maka berat badan naik sebesar 0,4 kg/tahun. Tinggal di perkotaan seperti Jakarta juga dikaitkan dengan peningkatan kegemukan di daerah perut, rata-rata 0,5 cm/tahun,

Hasil riset itu sebanding dengan hasil Riset Kesehatan Dasar terbaru yang dirilis akhir 2018. Riset ini menemukan peningkatan masalah obesitas pada masyarakat Indonesia yakni menjadi 35% padahal tahun 2007 hanya 19% dan 2013 sekitar 26%.

3. Cara mengatasi obesitas dan diabetes

www.republika.co.id

Kenaikan angka obesitas masyarakat Indonesia akhirnya berakibat pada peningkatan jumlah penderita diabetes melitus. Kurang lebih 10,9% masyarakat Indonesia menderita penyakit tersebut. Diabetes melitus dikaitkan dengan timbulnya berbagai komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, amputasi, dan stroke.

Lalu, bagaimana cara mengatasi masalah tersebut? Ada empat langkah penting untuk mencegah obesitas dan diabetes melitus:

1. Menjaga pola makan yang sehat

2. Menerapkan pola hidup aktif

3. kenali faktor risiko

4. Memeriksakan kesehatan secara berkala

4. Kenali risiko obesitas dan diabetes
www.alodokter.com

Selain menjaga pola hidup yang sehat dengan menjaga pola makan yang sehat dan aktif secara fisik, kita juga perlu meningkatkan kesadaran kita untuk mengenali faktor risiko. Selain itu, perlu memeriksan secara berkala untuk mengidentifikasi potensi obesitas diabetes melitus di dalam tubuh.

Hampir tiga dari empat penderita diabetes melitus di Indonesia tidak menyadari dirinya menyandang diabetes melitus. Kebanyakan baru mengetahui adanya penyakit tersebut di dalam tubuhnya setelah melakukan pemeriksaan darah. Jadi penting sekali untuk melakukan pemeriksaan darah agar dapat mengantisipasi sejak dini.

Risiko obesitas dan diabetes orang yang tinggal di perkotaan khsususnya Jakarta memang jauh lebih tinggi. Gaya hidup urban adalah penyebab utamanya. Tapi semua itu diatasi dengan menjaga kesehatan dengan baik melalui olahraga dan menjaga pola makan dengan baik.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
19 Cara Mengatasi WiFi Lemot di Laptop, Android, dan Indihome | Keepo.me

19 Cara Mengatasi WiFi Lemot di Laptop, Android, dan Indihome | Keepo.me

Kudapan yang Bisa Dongkrak Mood Jadi Lebih Baik

Kudapan yang Bisa Dongkrak Mood Jadi Lebih Baik

Sering Diabaikan, Manfaat Buah Salak Ini Ternyata Nggak Kalah Magic | Keepo.me

Sering Diabaikan, Manfaat Buah Salak Ini Ternyata Nggak Kalah Magic | Keepo.me

Atasi Rasa Takut Saat Nonton Film Horor, Besarkan Nyalimu!

Atasi Rasa Takut Saat Nonton Film Horor, Besarkan Nyalimu!

Cara Merawat Hamster yang Baik, Agar Si Bulu Gemas Bisa Hidup Lama | Keepo.me

Cara Merawat Hamster yang Baik, Agar Si Bulu Gemas Bisa Hidup Lama | Keepo.me

Walau Sedang Depresi, Hal Simpel Ini Bikin Harimu Jauh dari Gloomy

Walau Sedang Depresi, Hal Simpel Ini Bikin Harimu Jauh dari Gloomy

loading