Menguak Tentang Social Climber, Perilaku Sok Kaya dari Orang-orang Miskin

Life
0SHARES

Punya sepatu baru langsung difoto dan diunggah ke Instagram, nonton film baru langsung difoto juga tiketnya, jalan-jalan ke luar negeri dipamerin juga meski uangnya hasil utang teman, dan bisa jadi kalau punya pasangan baru bisa diajak keliling perumahan buat dipamerin tetangga. Fenomena demikian dinamakan social climber. Social Climber itu lebih menyoroti tentang perilaku manusia yang ingin meningkatkan status sosialnya agar mendapat pengakuan dari orang lain, apapun caranya.

Secara psikologis, kecenderungan orang pada dasarnya ialah ingin terlihat baik di mata orang lain. Jadi itulah mengapa di zaman sekarang seseorang tidak segan-segan untuk merombak akun media sosialnya dengan update hal-hal baru yang membuat orang berdecak kagum. Hal ini terjadi karena orang lebih banyak menilai seseorang dari profil media sosialnya daripada mengenalnya secara dekat. Ia akan menutup rapat-rapat sisi buruk yang dapat menjatuhkan reputasinya.

Memang tidak ada salahnya jika kamu dianggap orang kaya, tapi apakah kekayaan yang kamu punya itu benar-benar hasil jerih payahmu ataukah hasil dari berbagai cara tidak halal agar kamu dinilai berkelas? Baru-baru ini Marieta Safitri dikabarkan mengidap perilaku social climber. Gadis asal Surabaya ini membuka agen travel abal-abal dengan modus promo tiket murah. Banyak orang yang ingin memanfaatkan jasanya akhirnya terjebak dengan mengirimkan uang terlebih dulu kepadanya, tapi data pemesanan tiket tidak tercatat di maskapai penerbangan yang dituju bahkan kode booking tiketnya itu palsu, alhasil Marieta dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penipuan.

Selanjutnya dikabarkan pula bahwa uang orang-orang yang ditipu olehnya, dipakai Marieta untuk berfoya-foya ke luar negeri. Demi melampiaskan rasa gengsinya yang tinggi, ia melakukan tindakan jahat. Itu semua terlihat di akun media sosialnya, dan Marieta pun menjadi buah bibir banyak orang.

Banyak ahli mengatakan jika social climber ini adalah benih dari sakit jiwa. Jika tidak segera dimatikan kebiasaannya, maka itu menjadi sesuatu yang membahayakan. Ia merasa tidak nyaman dan mudah khawatir jika orang lain tampil lebih keren dan glamour dari dirinya. Tidak hanya itu, kebiasaan buruk ini akan melahirkan perbuatan yang tidak terpuji yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Beda halnya dengan orang yang memang kaya karena hasil dari proses perjuangan yang tidak instan. Bagi mereka, nilai sesungguhnya tidak terletak pada materi dan tampilan luar. Tampilan luar yang terlihat mencolok justru akan membuatnya tidak tampil apa adanya bahkan membatasi dirinya bisa bergaul dengan siapa saja dari semua kalangan. Orang yang benar-benar kaya malahan tampil lebih sederhana dan tidak pusing dengan penilaian orang lain.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu lebih memilih hidup biasa-biasa saja tapi berkecukupan atau hidup mewah tapi suka menipu?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Yuniar Dwi Setiawati
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES