Mengomentari Bentuk Tubuh Termasuk Bullying Lho! Berhenti Bilang 'Ih, Kamu Kok Gendutan'

03 November 2017
|Lulu Lukyani
0SHARES

“Ih, kok kamu gendutan?” “Kamu makin item deh!” “Rata banget sih udah kaya papan aja” kamu pernah mengatakan hal-hal semacam itu? Berarti kamu pernah menjadi pelaku body shaming! Body shaming atau mengejek fisik orang lain memang seringkali tanpa sadar kita lakukan. Dari mulai basa-basi, bercanda, atau sekadar untuk mencairkan suasana. Padahal kebiasaan ini termasuk kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan lho, guys! Kenapa? Karena body shaming atau mengejek fisik adalah termasuk tindakan bullying secara verbal.

Body shaming bisa membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri bahkan hingga depresi! Bukan tidak mungkin seseorang yang menjadi korban body shaming akan mengurung diri, stres, dan merasa insecure dengan penampilan fisiknya. Jadi, kalau kamu gak mau menyebabkan seseorang depresi karena body shaming, yuk hentikan mulai sekarang! Caranya? Tenang, Tim Yukepo udah siapin nih kiat-kiat agar kamu berhenti melakukan body shaming. Yuk yuk langsung aja kita kepoin!

Body shaming bukan sesuatu yang baru. Psikolog klinis dari Pusat Informasi dan Konsultasi Tiga Generasi, Anna Margaretha Dauhan, mengatakan bahwa body shaming sudah dilakukan sejak lama dan sering dilakukan tanpa sadar. Penyebab utama seseorang melakukan body shaming adalah persepsi yang salah mengenai bentuk fisik. Seperti, mengidolakan bentuk tubuh tertentu dan mengaitkannya dengan karakter yang positif. Dampak dari body shaming ini gak main-main lho, guys. Korban body shaming bisa melakukan crash diet yang tidak sehat dengan tujuan “memperbaiki” bentuk tubuhnya bukan untuk kesehatan. Secara psikologis, body shaming bisa membuat seseorang merasa tidak berharga, tidak percaya diri, stres, hingga depresi. Dampak yang lebih ekstrem, body shaming bisa memicu adanya kelainan makan seperti bulimia atau anoreksia nervosa yangg dampaknya sangat fatal untuk kesehatan.

Kebanyakan orang masih menilai perempuan yang cantik adalah perempuan yang tinggi, langsing, berkulit putih, dan berhidung mancung. Begitu juga untuk laki-laki. Laki-laki yang tinggi, berbadan atletis, hidung mancung adalah laki-laki dengan ketampanan yang ideal. Kalau kamu termasuk orang yang masih memakai standar tersebut, mulai sekarang bebaskan segala standar kecantikan dan ketampanan karena setiap orang istimewa dengan bagaimanapun kondisi fisik yang mereka punya! Ingat ya, semua perempuan itu cantik, dan semua laki-laki itu tampan!

Kemudian dengan kamu mengabaikan segala standar kecantikan dan ketampanan, berarti kamu mulai belajar menerima keadaan fisik apa adanya dan tidak lagi menilai seseorang dari kondisi fisiknya. Nah, hal ini bisa kamu mulai dari diri kamu sendiri. Coba deh sekarang kamu bercermin, dan lihat betapa sempurnanya kamu diciptakan.  Tidak perlu mengikuti standar tertentu, kamu sudah cantik atau tampan dengan caramu sendiri. Dengan begitu, cara pandang kamu ke orang lain pun akan berubah sesuai dengan cara pandangmu pada diri sendiri. 

Untuk bisa mengerti perasaan korban body shaming, coba deh kamu bayangin kalau kamu jadi korbannya. Kamu bayangkan bagaimana perasaanmu ketika orang lain memberikan komentar negatif pada tubuhmu. Pasti sedih dan langsung ngerasa insecure dong. Kamu gak mau kan mengalami perasaan seperti itu? Makanya kamu juga gak boleh membiarkan orang lain merasakan perasaan itu ya.

Agar kamu gak menilai seseorang hanya dari tampilan fisiknya, kamu perlu mengutamakan inner beauty yang ada pada setiap orang. Bagaimana ia bersikap, bagaimana ia berbicara, bagaimana pemikirannya, dan lain-lain. Kalau kamu sudah bisa melihat inner beauty, kamu pun akan selalu menghargai orang lain tanpa memandang tampilan fisiknya. Bahkan tampilan fisik tidak lagi menjadi prioritas ketika kamu melihat seseorang.

Kemudian hal penting yang juga harus kamu lakukan dalam upaya menghindari perilaku body shaming adalah dengan banyak memuji. Mulailah dengan pujian-pujian sederhana ketika kamu bertemu dengan teman-temanmu. Tidak hanya menyenangkan hati orang lain, manfaat baiknya juga bisa kamu rasakan lho.

Kamu udah mulai berhenti melakukan body shaming, tapi teman-temanmu masih sering melakukannya. Nah, kamu juga bisa nih ngingetin temen-temen kamu. Kalau mereka lagi kumpul dan ngomongin fisik seseorang, kamu bisa keluar dari pembicaraan dengan mengalihkan topik pembicaraannya. Kamu bisa juga mulai memberitahu teman-temanmu kalau berkomentar tentang fisik seseorang adalah tindakan bullying. Tentunya cara kamu menegur teman-temanmu harus dengan lembut ya, agar mereka bisa menerima dengan baik nasehat dari kamu.

Itu dia tips agar kamu berhenti jadi pelaku body shaming. Harus banget dipraktekkin ya, guys! Dengan berhenti menjadi pelaku body shaming, tentunya kita berhenti menebarkan keburukan dan bisa mulai belajar melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat buat sekitar kita. Selamat mencoba!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES