Mengoleksi Vinyl Ternyata Berdampak Buruk bagi Lingkungan

www.checkinjakarta.id

Vinyl adalah kependekan dari polyvinyl chloride (PVC). Ini sebutan bagi polimer plastik yang biasa digunakan untuk membuat kartu kredit dan kusen jendela. Biasanya terbuat dari minyak bumi, walaupun kini ada juga yang dibuat dari daur ulang plastik bekas.

Vinyl jelas berdampak buruk terhadap lingkungan. Minyak bumi diekstrasi dari tanah, lalu disuling dan hasil sulingannya diubah menjadi PVC. PVC itu kemudian diolah menjadi vinyl.

Sedangkan warna pada piringan hitam berasal dari karbon hitam yang terbuat dari bahan bakar fosil. Sayangnya, vinyl tidak bisa didaur ulang.

1. Vinyl dan dampak bagi lingkungan

thebrag.com

Proses produksi vinyl selama ini telah menimbulkan berbagai masalah bagi Bumi. Packaging sampul piringan hitam saja terbukti berdampak buruk bagi lingkungan.

Pihak label rekaman harus menebang pohon, mengolah kayu menjadi bubur kertas, lalu mengolahnya menjadi wadah vinyl. Belum lagi penggunaan tinta yang berlebihan saat mencetak sampul, emisi karbon yang keluar ketika memutar vinyl pun bermasalah.

2. Jangan buang vinyl tak terpakai

review.bukalapak.com

Meskipun secara teknis PVC dapat didaur ulang, tapi sebaiknya kamu tidak asal membuang vinyl yang sudah tidak terpakai. Apalagi membuangnya ke tempat sampah.

Kemungkinan vinyl yang dibuang itu akan berakhir di tempat pembuangan akhir dan tidak bisa terurai selama beberapa dekade. Ngeri.

3. Daur ulang sampul album vinyl

www.antarafoto.com

Langkah pertama yang bisa diambil ialah mendaur ulang sampul album vinyl terlebih dulu. Tapi jika benar-benar ingin membuang vinyl lama, maka carilah lembaga yang memang bekerja khusus untuk mendaur ulang vinyl.

Jika kamu sulit menemukannya, ketimbang membuangnya lebih baik kamu mengalihfungsikan vinyl lama yang kamu punya.

4. Dengarkan musik digital
lifestyle.kompas.com

Vinyl hingga saat ini masih memiliki banyak peminat. Kamu bisa menjual vinyl lama kamu ke kolektor. Kamu bisa menjualnya pada saat ada bazaar barang bekas atau menyumbangkannya ke orang lain.

Kamu juga bisa menyumbang vinyl lama ke pengrajin yang bisa mengubah vinyl menjadi barang baru seperti jam dinding, atau pajangan rumah. Tapi ada solusi lain yang lebih mudah untuk mengurangi dampak buruk vinyl terhadap lingkungan yaitu dengan mendengarkan musik digital.

Kualitas musik digital dalam format FLAC disebut sama bagusnya dengan vinyl. Emisi yang dikeluarkan dari menyimpan atau mengunduh musik digital juga jauh lebih kecil ketimbang vinyl atau CD fisik.

5. Gunakan perangkat ramah lingkungan
www.provoke-online.com

Lebih baik berhenti mengoleksi vinyl daripada semakin banyak berkontribusi merusak Bumi. Kamu tetap bisa keren dengan cara yang lain kok. 

Seandainya pekerjaan kamu sangat membutuhkan vinyl, maka harus dipastikan bahwa perangkat lain yang kamu gunakan sudah ramah lingkungan. Menggunakan transportasi umum atau mobil rendah emisi dan gunakan proses pencetakan injeksi yang 65% lebih ramah energi ketimbang pengempaan konvensional.

Seandainya baru mau mulai mengoleksi vinyl, lebih baik urungkan niat kamu tersebut. Percayalah, mendengarkan musik dari vinyl sambil melihat kerusakan Bumi bukanlah kondisi yang menyenangkan.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Cara Print Excel dari Laptop dan PC Anti Ribet, Kelar Secepat Kilat! | Keepo.me

Cara Print Excel dari Laptop dan PC Anti Ribet, Kelar Secepat Kilat! | Keepo.me

Pelarian yang Bisa Dilakukan Saat Lagi Uring-uringan

Pelarian yang Bisa Dilakukan Saat Lagi Uring-uringan

Resep Sempol Ayam Rumahan dengan Jaminan Rasa yang Juara | Keepo.me

Resep Sempol Ayam Rumahan dengan Jaminan Rasa yang Juara | Keepo.me

Perbedaan Antara Gelato dan Es Krim, yang Kamu Diketahui

Perbedaan Antara Gelato dan Es Krim, yang Kamu Diketahui

Cara Membuat Dimsum Rumahan yang Mendekati Resep Autentiknya | Keepo.me

Cara Membuat Dimsum Rumahan yang Mendekati Resep Autentiknya | Keepo.me

Bocoran Trik Menulis Bio Tinder Menarik, Bikin Panen Match Baru!

Bocoran Trik Menulis Bio Tinder Menarik, Bikin Panen Match Baru!

loading