Mengintip Kebiasaan Anisa Rahma Jelang Lebaran, Bikin Kepingin Cepat-cepat Mudik

16 April 2018
|Chandra W.
0SHARES

Sebagai salah satu negara dengan mayoritas warga muslim terbanyak di dunia, Indonesia punya banyak tradisi menjelang Lebaran. Baik orang desa maupun orang kota melakukan tradisi yang berulang setiap menjelang Idul Fitri. Tak terkecuali para selebritis tanah air, misalnya Anisa Rahma. Mantan personel girlband Cherrybelle ini juga biasa melakukan beberapa hal sebelum dan saat lebaran. Apa saja ya?

1. Anisa yang belum lama ini memutuskan untuk berhijab tidak mudik saat lebaran, tetapi berkunjung ke tempat sang kakak

Dilansir dari KapanLagi, Keluarga Anisa semuanya tinggal di Bandung, sehingga ia pun tidak perlu mudik untuk bersilaturahmi dengan seluruh anggota keluarganya. Namun karena sang kakak kini telah bermukim di Cirebon, Anisa dan keluarganya biasanya akan menginap di sana selama 3-4 hari lalu kembali ke Bandung.

2. Orang-orang yang merantau pasti menunggu saat-saat Lebaran untuk pulang kampung

Mudik atau pulang kampung selalu menjadi peristiwa fenomenal setiap tahun. Berbagai informasi seputar mudik telah ditayangkan sebulan sebelum sampai sekitar H+7 lebaran. Puluhan ribu orang pulang membawa cerita dan cinderamata dari rantau, memenuhi segala moda transportasi mulai dari kereta api, bus, kapal laut, pesawat, bahkan yang naik motor pun banyak. Maklum, banyak perantau yang hanya punya kesempatan pulang kampung sekali setahun, yaitu saat Lebaran. Pemerintah pun biasanya telah menyediakan tambahan angkutan mudik untuk menampung lonjakan penumpang.

3. Tak hanya sukacita, banyak juga kabar duka yang mewarnai peristiwa mudik Lebaran

Dimulai dari berita kecopetan, perampokan, ketinggalan transportasi, tak dapat tiket dan yang paling sering diberitakan: kecelakaan lalu lintas. Tak peduli bagaimanapun risikonya, tetap saja semua orang ingin berkumpul bersama keluarga di kampung. Hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab, yang memiliki usaha transportasi tetapi tidak memenuhi standar operasi, sehingga banyak menimbulkan kecelakaan. Lagi-lagi, hal ini tak pernah menyurutkan semangat pemudik untuk pulang kampung. Kamu sudah beli tiket belum?

4. Selain mudik, tradisi Lebaran yang lainnya adalah masak memasak bersama keluarga

Sebenarnya hidangan khas lebaran di seluruh Indonesia pasti berbeda-beda saking beragamnya warisan kuliner nusantara yang kaya ini. Namun ada satu hidangan yang sangat khas dan hampir semua orang di Indonesia merasa kurang afdal bila belum menghidangkannya di Idul Fitri. Apa lagi kalau bukan opor ayam? Daging ayam yang lembut dimasak dengan bumbu kuning bersantan disajikan dengan ketupat, lontong, atau lepat juga bisa ditambah sambal dan bawang goreng. Anisa Rahma misalnya, keluarganya lebih memilih lepat yang bentuknya mirip lontong tetapi rasanya lebih gurih karena bersantan. Kalau kamu, biasanya opor pakai apa nih?

5. Paling asyik membuat kue di rumah bareng mama papa atau kakak adik

Siapa sih yang tidak merindukan kehadiran nastar dan kastengel di meja depan? Selain nastar dan kastengel, ada berbagai kue kering yang juga menjadi andalan kudapan saat lebaran. Sebut saja kue puteri salju, sagu keju, dan tentu saja rengginang dalam kaleng biskuit. Meski banyak yang menjualnya, suasana lebaran akan semakin akrab ketika kue-kue dimasak di rumah bersama seluruh anggota keluarga meskipun ujung-ujungnya ada yang hanya berperan sebagai tukang icip (hayo ngaku siapa yang begini!). Memang lebih capai sih, tapi lebih bahagia juga. Anisa Rahma sendiri memilih untuk beli kue karena tahun-tahun sebelumnya mencoba membuat tetapi malah berakibat kurang tidur.

6. Silaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga sekitar

Tak berhenti di mudik dan makanan saja, Lebaran juga berarti memulai kehidupan dengan jiwa yang baru. Karena itu, ada tradisi memohon maaf lahir dan batin kepada semua orang terutama keluarga besar dan tetangga sekitar. Dulu, orang-orang biasanya akan langsung bersalam-salaman setelah selesai salat Ied.

7. Bagi-bagi uang fitrah buat semua yang belum bekerja

Ketika kecil kita sangat senang menyambut Lebaran karena di hari raya ini kita akan mendapat limpahan harta dari orangtua, tante dan om, bulik paklik, bude pakde sampai sepupu-sepupu yang sudah bekerja. Lucunya, biasanya anak yang paling kecil justru yang mendapat uang fitrah paling banyak. Semakin kita tumbuh dewasa, penerimaan semakin menurun padahal kebutuhan semakin meningkat. Belum lagi saat akhirnya kita sudah bekerja, harus ikut ‘bertanggungjawab’ memberi uang fitrah untuk keponakan-keponakan dan adik-adik kandung serta sepupu. Berat.

8. Terakhir dan yang tak boleh ketinggalan, baju baru

“Baju baru Alhamdulillah, ‘tuk dipakai di hari raya,”

Jika kamu membaca petikan lirik itu dengan bernyanyi, kemungkinannya ada dua. Pertama, kamu kelahiran tahun 90-an. Kedua, kamu golongan yang harus memakai baju baru setiap Lebaran. Entah dari mana dan sejak kapan tradisi ini ada, rasanya di Indonesia kalau nggak mengenakan baju baru ada yang kurang atau bahkan terasa seperti tidak lebaran. Sepertinya tradisi yang satu ini harus segera diubah atau dihilangkan. Sebab yang terpenting dari Idul Fitri bukanlah pakaian baru, melainkan hati dan jiwa yang baru, yang telah memaafkan dan dimaafkan. Betul tidak?

Selain beberapa tradisi yang telah disebutkan di atas, apa lagi tradisi yang biasa kamu lakukan di saat Lebaran? Adakah yang lebih khas lagi di daerah asalmu? Bagaimanapun tradisinya, yang penting selalu ingat bahwa makna Idul Fitri adalah kembali kepada fitrah, bukan baju baru dan uang fitrah. Setuju?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES