Mengharukan! Meski Lumpuh, Guru Ngaji Ini Tetap Mengajar Anak-anak Baca Al-Quran

27 Oktober 2017
|Chandra W.
0SHARES

Seorang lelaki hanya bisa tergolek lemah di tempat tidurnya setiap hari. Jangankan untuk berjalan, duduk dan berdiri saja ia tak mampu. Namanya Sugiarto, usianya 39 tahun. Telah 17 tahun Sugiarto mengalami kelumpuhan semenjak pinggangnya terlindas bus dalam sebuah kecelakaan di Langgongsari, Cilongok. Namun demikian, rumahnya selalu ramai setiap sore oleh anak-anak yang datang untuk mengaji. Simak kisah inspiratif islami ini yuk.

Dilansir dari Radar Banyumas, Sugiarto yang bertempat tinggal di Grumbul Dukung Pucung II RT/RW 05/06 Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang ini memang telah menjadi guru mengaji di daerahnya sejak sebelum kecelakaan. Bahkan ia mengalami kecelakaan setelah pulang mengaji di tempat lain. Sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Solo selama 40 hari, Sugiarto pulang dalam keadaan bagian tubuh mulai dari pinggang sampai ke bawah, lumpuh.

Ia jadi sulit untuk mengangkat tubuhnya sendiri bahkan hanya untuk duduk sekalipun. Sempat juga ia berhenti mengajar ngaji anak-anak di kampungnya sampai empat bulan setelah kecelakaan, namun ia memutuskan untuk kembali mengajar meski sambil berbaring. Setiap sore, anak-anak di kampungnya kembali mendatangi rumah Sugiarto untuk belajar mengaji. 

Awalnya Sugiarto merasa kesulitan, namun tekad kuat mengalahkan ketidakberdayaannya. Ia kini tinggal bersama ibunya yang berusia 60-an tahun. Dari beberapa sumber, dikatakan bahwa Sugiarto dulu telah memiliki istri dan seorang anak namun ia telah digugat cerai, entah sebelum atau sesudah pinggangnya terlindas bus dalam kecelakaan yang melumpuhkannya itu.

Sugiarto tidak memungut biaya untuk anak-anak yang mengaji kepadanya. Beberapa orang tua anak-anak tersebut terkadang memberikan makanan atau hasil kebun kepada Sugiarto dan ibunya. Sebenarnya dinas kesehatan setempat sudah turun tangan untuk membawa Sugiarto ke rumah sakit agar mendapat perawatan medis yang lebih baik. Sebelumnya ia memang telah bolak balik menjalani perawatan medis hingga alternatif namun terhenti karena biaya dan belum memiliki kartu BPJS.

Sayangnya, hingga kini Sugiarto masih lebih memilih untuk dirawat di rumah. Petugas medis dari Puskesmas mendatanginya dua minggu sekali untuk memeriksa luka-lukanya. Bagi Sugiarto, yang penting ia tetap berguna untuk sesama sampai Allah memanggilnya kelak. Mungkin butuh banyak orang untuk membujuknya dirawat di rumah sakit. Kalau sudah sembuh, pasti Sugiarto akan dapat mengajar mengaji dengan lebih baik. Inspiratif banget ya kisah Sugiarto ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES