Mengenal Lebih Jauh Tentang Ordos, Sebuah Kota yang Terlupakan di Tiongkok

10 April 2017
|Monica Petra
Life
0SHARES

Tentu kita pernah mendengar istilah kota 'hantu', kota mati atau kota kosong. Yup, istilah itu diberikan pada kota-kota yang nggak lagi dihuni manusia atau terpaksa ditinggalkan oleh manusia. Berbagai alasan bisa menjadi penyebabnya. Bisa karena terkena ledakan bom, bisa karena terjangkit virus sehingga semua harus mengungsi dan juga alasan-alasan lainnya. 

Salah satu kota 'hantu' yang ada di dunia adalah Ordos, Tiongkok. Kota ini tidak ditinggali konon karena saking mahalnya harga properti di sana. Alasan lain juga karena tempat ini terlalu terpencil. Kamu mungkin belum banyak yang tau, makanya YuKepo akan coba bahas kota ini khusus buat kamu. 

Namanya adalah Kota Kangbashi yang terletak di daerah Ordos. Tapi lebih banyak juga yang mengenalnya dengan Kota Ordos. Berawal dari 15 taun lalu, tepatnya tahun 2003 ketika Kota Ordo Lama mengalami ledakan karena tambang batu bara dan gas alam. Sejak peristiwa itu, maka pada tahun 2004 dimulailah pembangunan di sekitar Kota Ordo Lama yang disebut Ordos tadi. Pembangunan berlangsung selama 8 tahun, yaitu di tahun 2012 baru selesai.

Daerah di sekitar Ordo Lama memang kaya akan cadangan batubara yaitu sekitar seperenam dan cadangan gas alam sekitar sepertiga. Maka tak heran jika pemerintah Tiongkok begitu menggebu-gebu ingin membangun hunian mewah di sana. Ordo Lama memiliki pendapatan per kapita yang cukup tinggi, yaitu nomor 2 di Tiongkok setelah Shanghai. 

Pemerintah Tiongkok tadinya mengharapkan Kota Ordos (Ordo Baru) yang dibangun di tengah gurun Mongolia Dalam ini bisa dihuni setidaknya satu juta penduduk. Namun, niatan itu harus kandas. Hanya sekitar 100.000 orang yang menempati kota itu. Padahal kota ini sudah dibangun sangat modern dengan berbagai infrastrukturnya.

Alasan mengapa masyarakat Tiongkok enggan berhijrah ke Ordos, kemungkinan ada 2 penyebab. Alasan pertama adalah terlalu jauhnya dari pusat kota, yaitu Beijing. Ordos berjarak 560 kilometer dari Beijing. Meski di Ordos sendiri juga telah dibangun bandara. Alasan kedua, adalah harga properti di sana yang terlalu mahal. Sangat disayangkan.

Seorang fotografer Prancis yang tinggal di Shanghai, yaitu Raphael Olivier sempat mendatangai tempat itu serta mengabadikan berbagai foto. Dia mengatakan bahwa Ordos adalah kota yang indah untuk ditinggali dan bukan kota 'hantu' karena masih ada orang yang tinggal di sana walau hanya sedikit. Namun, dari segi kualitas, kota ini kurang baik. Mungkin karena sangat cepat pembangunannya sehingga menurut Olivier, bahan yang digunakan adalah material murahan. Mungkin hanya menunggu waktu saja, kota ini bisa runtuh. 

Pembangunan kota ini sendiri memakan biaya sebesar $2,6 milyar. Kota ini dibangun dengan sangat lengkap, ada apartemen, taman kota, gedung pencakar langit, perpustakaan, serta museum. Serta jika ditelisik lebih jauh, sebagian rumah atau bangunan di tempat ini sebenarnya sudah dibeli orang-orang sebagai sarana investasi tapi mereka tidak mau tinggal di sana. Entah sampai kapan kota ini akan bertahan. 

Itulah sekilas cerita dari kota 'hantu' Ordos. Memang nggak ada yang nggak bisa dilakukan sama manusia di era canggih sekarang ini. Sudah dibangun kota yang begitu canggih dan modern tapi mubazir karena kurangnya perencanaan. Tapi siapa tau ke depan, masyarakat Tiongkok sudah mulai bisa hijrah ke sana karena semakin canggihnya transportasi. Bisa juga karena saking penuhnya Kota Beijing beberapa tahun ke depan, sehingga membuat mereka mau nggak mau pindah ke sana. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES