Mengapa Penghulu Harus Laki-laki? Ini Penjelasan yang Harus Kamu Tahu

13 Juli 2017
|Faizah Pratama
Life
0SHARES

Di hari pernikanan, bagi mempelai menunggu akad nikah adalah saat yang paling mendebarkan. Momen ini menjadi inti dari segala prosesi yang berjalan. Karena dengan prosesi akad nikah, maka kedua mempelai baru bisa disebut sah sebagai sepasang suami istri.

Dalam prosesi pernikahan keberadaan penghulu adalah salah satu yang terpenting. Penghulu memang dianggap sangat penting dalam pernikahan secara Islam, karena dialah yang berhak mengatur jalannya prosesi akad nikah. Terutama untuk masalah surat-surat pernikahan dan memimpin acara akad nikah. Tanpa adanya penghulu, jelas sebuah prosesi akad nikah tidak akan berjalan lancar dan bahkan bisa dibilang kesahannya akan dipertanyakan.

Walaupun orang yang memiliki hak untuk menikahkan adalah wali nikah dari mempelai putri, tetapi penghulu juga dapat memiliki peran tersebut. Hal ini dilakukan jika mempelai putri sudah tidak memiliki wali nikah yang sah, sehingga bisa diwakilkan. Tak heran jika jabatan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah prosesi pernikahan.

Biasanya prosesi akad nikah akan dipimpin langsung oleh penghulu. Dimulai dengan menanyakan nama serta identitas kedua mempelai, nama orangtua, dan berapa jumlah maharnya. Pernah nggak sih kalian memperhatikan mengapa peran ini selalu laki-laki? Menurut kalian, mungkinkah peran ini diambil oleh seorang perempuan?

 

Jawabannya tidak mungkin. Kalau pegawai KUA lain, boleh dijabat oleh perempuan. Tapi untuk penghulu harus selalu laki-laki. Biasanya seorang Kepala KUA juga ditunjuk sebagai penghulu sekaligus. Dalam Islam, seorang wali hakim haruslah seorang laki-laki. Jadi, dengan alasan itulah yang menutup jabatan Kepala KUA bagi perempuan. Bukan untuk mendiskriminasi seorang perempuan, namun itu sudah menjadi tugas yang hanya bisa dilakukan oleh laki-laki. Dalam Islam, laki-laki adalah seorang imam. Sementara prosesi pernikahan adalah prosesi yang sarat dengan aturan-aturan agama. Itulah mengapa, prosesi pernikahan juga harus mengikuti aturan yang telah diatur dalam ketentuan agama.

 

 

 

Itulah penjelasan tentang mengapa jabatan penghulu harus dilaksanakan oleh laki-laki. Bukan untuk meremehkan perempuan dalam hal menjadi pemimpin. Namun, memang ada peran-peran tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh laki-laki. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES