Mengapa Milenial dan Generasi Z Terobsesi dengan Kematian?

unsplash.com

Ketika seorang manusia dilahirkan ke dunia, kematian sudah terkandung di dalam hidupnya. Kematian bukanlah suatu hal yang terpisah, kematian ada di dalam kehidupan. Jadi memang tidak perlu ada yang ditakuti dari sebuah kematian.

Jika ada generasi yang paling terobsesi dengan kematian, jawabannya pastilah generasi milenial dan generasi Z. Tapi yang menjadi pertanyaan tentu saja: kenapa? Dari sekian banyak hal, mengapa mereka begitu terobsesi dengan kematian?

1. Kematian bukan hal tabu

unsplash.com

Sudah bukan zamannya lagi menabukan banyak hal. Seperti saat ini, kita lebih nyaman dengan ide kematian diri kita sendiri. Tidak aneh, mungkin karena planet ini sedang sekarat bersama kita sehingga bayangan mengenai kematian seringkali muncul.

2. Bayangan tentang kematian

unsplash.com

Kurang lebih, bayangan tentang hari pemakaman cukup sering terpikirkan oleh anak muda. Tidak sedikit yang berpendapat kalau anak muda mengaku sering membayangkan mengenai hari kematian juga prosesi pemakamannya. Jika dilihat lebih jauh, hal itu tampaknya disebabkan oleh jumlah diskusi dan juga pembahasan topik mengenai bayangan kematian yang sangat terbatas. 

3. Survei tentang rencana pemakaman

unsplash.com

Kenyataan tersebut membuat seorang peneliti membuat poling di Instagram Story miliknya. Kebanyakan yang berpartisipasi adalah Gen-Z, dengan mayoritas perempuan dan gay.Hanya kurang dari seperempat responden yang mengatakan mereka memiliki rencana detail untuk pemakaman diri mereka sendiri.

Setidaknya, 64% responden mengatakan bahwa bayangan itu terlintas di pikiran mereka, namun mereka tidak merasa senang terhadap hal tersebut. Hanya 12% yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah terpikirkan sedikit pun tentang hari pemakaman mereka nanti.

Hasil polling tersebut tidak mengejutkan, sebab milenial dan Gen-Z adalah generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kondisi bumi saat ini dan kesuraman masa depan yang kita hadapi.

4. Krisis iklim dunia
unsplash.com

Greta Thunberg adalah gadis berusia 16 tahun yang spesial. Dia aktivis isu krisis iklim dunia, nominasi hadiah nobel perdamaian, penulis, berlayar melintasi samudra Atlantik, mempelajari dampak dari penerbangan. Dia juga menghadiri pertemuaan PBB yang membahas mengenai masa depan planet ini.

Pertemuan itu hanya beberapa bulan setelah Alexandria Ocasio-Cortez, senator Amerika Serikat mendapat serangan balasan atas ucapannya di Instagram Live bahwa. Menurut konsensus ilmiah, kehidupan anak-anak menjadi sangat sulit. Itu membuat anak-anak muda sah untuk bertanya: apakah kondisi ini baik untuk tetap memiliki anak?.

Tidak lama setelah pernyataan tersebut muncul, kelompok konservatif beramai-ramai menyerangnya di media sosial. Meskipun pada akhirnya membingungkan melihat perbandingan komentar mengenai kebijakan tanpa anak. Banyak anak muda yang 38% berasal dari usia 18-29 tahun mengatakan jika perubahan iklim adalah alasan yang harus dipertimbangkan untuk memiliki anak.

Kita hanya memiliki sedikit waktu untuk berusaha mengatasi bencana pemanasan global. Pembakaran hutan di Kalimantan dan Riau, Laut yang tercemar plastik dan minyak, lemahnya perlindungan hukum terhadap kaum minoritas, kaum elit yang kian serakah. Seharusnya tidak ada yang terkejut mengetahui fakta bahwa anak muda memiliki kesadaran terhadap bayangan kematian dan ide tentang hari pemakamannya yang sering terlintas di dalam pikirannya.

Tapi, psikolog siber Dr. Dawn Branley merasa tidak benar-benar yakin. Ia tidak percaya bahwa anak muda mengekspos kematian lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Namun ia mengakui seandainya itu benar, dampak dan paparan itu terjadi pasti akibat internet dan media sosial.

5. Hubungan media sosial dan kematian
unsplash.com

Saat persiapan pemutaran perdana musim ketiga dari serial TV Thirteen Reasons Why, tim produksinya memilih untuk menghapus adegan ganjil yang menggambarkan proses bunuh diri Hannah yang mengerikan dan mudah ditiru.

Penggambaran itu begitu menggugah dan terdapat pula penggambaran bahwa banyak pakar kesehatan mental adalah pembimbing yang berbahaya. Tentu saja penghapusan itu menjadi langkah yang benar. Tapi coba saja scroll Instagram, tidak butuh waktu lama untuk kamu menemukan sebuah meme yang sangat “gelap”. Banyak yang berisi harapan untuk mati dan keinginan untuk melarikan diri dari dunia yang bahaya ini.

Meskipun terkesan hanya komedi absurd, tapi tidak dipertimbangkan sama sekali konsekuensi like atau retweet. Meski hanya bisa dilihat oleh teman yang saling mengikuti, tidak ada yang tahu kondisi mentalnya saat ia melihat unggahan tersebut.

Kematian tak akan bisa dihindari. Tidak perlu berusaha memperlambat atau mempercepat kedatangannya, sebab momen ini tahu kapan waktunya datang. Jauh lebih penting untuk dilakukan saat ini ialah menjalani hidup dan memaknai kehidupan dengan baik.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Unggah Tiga Foto Pamer Belahan, Clara Duo Semangka Sebut Semakin Mengembang Semain Berat | Keepo.me

Unggah Tiga Foto Pamer Belahan, Clara Duo Semangka Sebut Semakin Mengembang Semain Berat | Keepo.me

Alternatif Sedotan Plastik sebagai Bentuk Kontribusimu ke Lingkungan

Alternatif Sedotan Plastik sebagai Bentuk Kontribusimu ke Lingkungan

Haru! Meski Hanya Pakai Sepatu dari Perban, Atlet Cilik Ini Berhasil Sabet 3 Medali Emas | Keepo.me

Haru! Meski Hanya Pakai Sepatu dari Perban, Atlet Cilik Ini Berhasil Sabet 3 Medali Emas | Keepo.me

Kenapa Kita Masih Bertahan di Hubungan yang Toxic?

Kenapa Kita Masih Bertahan di Hubungan yang Toxic?

Demo Tolak DWP Jakarta Panas, Massa Ormas: Anies Pengkhianat Umat Pendukung Maksiat! | Keepo.me

Demo Tolak DWP Jakarta Panas, Massa Ormas: Anies Pengkhianat Umat Pendukung Maksiat! | Keepo.me

Kemiskinan Memang Membuat Seseorang Menjadi Cepat Tua

Kemiskinan Memang Membuat Seseorang Menjadi Cepat Tua

loading