Mencantumkan Gelar Akademis di Undangan Pernikahan, Perlu Nggak Sih?

09 Desember 2017
|Chandra W.
79SHARES

Beberapa waktu yang lalu media sosial Twitter cukup ramai karena cuitan seniman Indonesia, Sudjiwo Tedjo tentang mencantumkan gelar akademis di undangan. Persoalan ini abadi, selalu ada pihak pro dan kontra. Dan setiap pasangan yang hendak menikah pasti merasakan dilema apakah akan mencantumkan gelar sarjana, master, doktor, dokter dan lain-lain sebagainya atau tidak. 

1. Orangtua masing-masing juga berpengaruh terhadap pencantuman gelar di undangan pernikahan

Karena sebagian besar mahasiswa Indonesia bisa lulus dengan mengandalkan biaya kuliah 3-7 tahun dari orangtua, belum biaya hidup serta biaya yang lain-lain, maka para orangtua biasanya nggak rela kalau gelar di undangan ditiadakan.

"Sudah menguliahkan mahal-mahal, masa nggak ditulis? Nanti kalau teman Mama Papa mengira kamu lulusan SMA gimana?". Gengsi juga memainkan peranan penting di sini.

2. Bagi sebagian orang, gelar itu prestis. Menunjukkan capaian luar biasa dalam kehidupan

Budaya memandang seseorang terhormat dilihat dari gelarnya masih sangat kental di negeri ini, apalagi di wilayah yang jauh dari kota. Sama halnya ketika seseorang dihormati karena bekerja sebagai PNS dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang dianggap 'ideal'. Gelar juga begitu. Orang-orang bisa lebih respect ke lulusan sarjana atau master yang menganggur ketimbang lulusan SMA/K yang langsung bekerja.

3. Tapi kamu tahu nggak sih, mencantumkan gelar akademis di undangan pernikahan itu nggak perlu

Ulangi sekali lagi: nggak perlu. Coba deh dipikir, buat apa sih? Yang menikah kan dua jiwa yang bahagia, bukan dua sarjana yang berbahagia. Bukan kamu sebagai insinyur atau dokter yang menikah, melainkan kamu sebagai jiwa yang utuh dengan segala karakter yang ada di dirimu.

4. Pernikahan itu merayakan kebahagiaan dua keluarga, bukan kelulusan dan jabatan

Kalau kamu diundang sebagai pembicara di suatu seminar atau talkshow atau workshop, gelar itu penting karena menunjukkan keahlianmu dalam suatu bidang, setidaknya dalam konteks akademik meskipun masih minim pengalaman. Sedangkan pernikahan adalah perayaan kebahagiaan atas menyatunya dua insan dan dua keluarga. Apa relevansinya sama gelar akademis? Nggak ada.

5. Gelar nggak akan berpengaruh apa-apa dalam kehidupan rumah tanggamu

Apakah pernikahanmu akan bahagia atau enggak, rumah tanggamu harmonis atau enggak itu bukan gelar akademismu yang punya kuasa menentukannya. Karaktermu itu yang bakal menentukan segalanya. Apalah artinya gelar tinggi tapi emotionally abusive, misalnya.

6. Seperti kata Sudjiwo Tedjo, tunjukkan dengan karya bukan dengan gelar

Untuk kamu yang berpikiran 'masa udah kuliah capek-capek nggak ditulis?' Tuh udah dijawab sama Sujiwo Tejo. Apalah artinya kamu punya gelar tapi tidak berkarya? 

Tentu saja semua itu kembali ke preferensi masing-masing. Lagipula pernikahan juga bukan cuma melibatkan dua orang, tetapi juga dua keluarga. Menyatukan pendapat bukan hal yang mudah, termasuk soal gelar akademis di undangan. Tapi ya balik lagi, sebenarnya nggak ada gunanya kok mencantumkan gelar di undangan. Orang-orang juga nggak bakal selamanya mengingat gelarmu apa dan nggak berpengaruh juga sama hidup mereka dan hidupmu, kecuali kamu berkarya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
79SHARES