Menakjubkan! Inilah 7 Fakta Unik Saat Kita Mimpi

27 Juni 2017
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Mimpi adalah suatu hal yang masih sangat misterius meskipun sudah banyak teori-teori yang dilontarkan oleh para ahli psikologi. Usaha pendekatan kepada aspek mimpi dalam hidup manusia ini tidak pernah benar-benar menghasilkan sesuatu yang objektif. Terkadang mimpi terkesan berkaitan dengan kehidupan manusia di saat terbangun, namun ada kalanya juga mimpi itu terasa tidak berafiliasi dengan apapun dalam keseharian.

Yang jelas, mimpi ini muncul ketika tubuh kita sedang tidak aktif untuk sementara waktu, sedangkan pikiran masih bekerja sehingga menghasilkan imaji surealis yang tidak memiliki pertautan kokoh dengan realita ketubuhan manusia. Akhirnya, mimpi ini terkadang membuat diri kita merasa terlontar dari satu tempat ke tempat lain tanpa kita ketahui bagaimana hal itu terjadi.

Nah, buat temen-temen yang penasaran dengan aktivitas mimpi, di bawah ini ada beberapa fakta soal mimpi yang kita rasakan di waktu tidur. Langsung aja yuk, kita kepoin!

1. Pengidap tunanetra pun bisa bermimpi

Dalam mimpi, kita seringkali disajikan dengan nuansa visual yang membuat mimpi itu seolah-olah nyata. Lantas bagaimana dengan orang pengidap tunanetra? Ternyata, orang yang tidak memiliki kemampuan melihat pun bisa bermimpi lho. Untuk orang yang buta setelah sebelumnya bisa melihat, mereka masih bisa menghadirkan dimensi visual dalam mimpi mereka. Meskipun begitu, orang yang buta sejak lahir pun bisa bermimpi, namun mimpi mereka lebih dihiasi dengan dimensi yang dihadirkan melalui pencitraan dari indera yang lain, seperti suara, bau, rabaan, dan lain-lain.

2. Kita melupakan 90% dari peristiwa yang terjadi dalam mimpi

Saat kita terbangun dari tidur yang di dalamnya terdapat mimpi, terkadang kita berusaha untuk mengingat-ngingat apa saja yang terjadi dalam mimpi. Akan tetapi, usaha itu dapat diibaratkan dengan usaha kita untuk mempertahankan genangan air di tangan kita yang akan selalu bertumpah-tumpah karena gravitasi. Makanya, jika kamu adalah orang yang tertarik untuk menyimpan kenangan soal mimpi, saat sebangun tidur alangkah baiknya jika kamu langsung menuliskan kisah dalam mimpi selama peristiwa itu belum kabur dari pikiran.

3. Mimpi dapat meredam gejala psikosis

Psikosis adalah gejala mental yang ditandai oleh kehadiran halusinasi dan delusi para pengidapnya. Gejala ini dapat membuat orang memandang kenyataan secara berbeda dengan orang pada umumnya. Pada titik ekstrem, orang yang mengidap gejala psikosis ini akan sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya bayangan dari pikirannya saja.

Aktivitas mimpi ternyata dapat meredam atau menahan gejala psikosis yang dapat tiba-tiba timbul dalam keseharian. Hal ini telah diuji dalam suatu penelitian yang ditujukan kepada seorang siswa yang langsung dibangunkan saat mimpi baru saja dimulai, namun setelah itu dia dipersilahkan untuk tidur secara normal tanpa bermimpi. Akibatnya, anak tersebut malah mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan mengalami halusinasi di saat dia telah terbangun. Artinya, mimpi yang dialami itu terkadang harus kita biarkan apa adanya agar saat terbangun kita tidak mengalami gejala psikosis yang telah disebutkan di atas.

4. Kita memimpikan sesuatu yang kita ketahui

Dalam mimpi, terkadang kita dihadirkan situasi yang mempertemukan kita dengan orang-orang yang tidak kita kenal. Ternyata, orang-orang yang kita anggap tidak kita kenal itu bisa saja merupakan orang-orang yang memang kita pernah temui, namun kita tidak mengingat mereka karena ingatan jangka pendek kita. Meskipun tidak ingat, pertemuan singkat pun dapat tertanam dalam alam bawah sadar kita dan memori itu mungkin dapat muncul kembali dalam mimpi.

5. Tidak semua orang bermimpi dalam dimensi dengan warna yang bervariasi

Ternyata, ada beberapa orang yang mimpinya hanya menghadirkan warna hitam-putih. Meskipun begitu, belum dapat dipastikan apa yang melandasi perbedaan tersebut.

6. Ada mimpi yang temanya bisa dirasakan oleh semua orang

Apakah kamu pernah bermimpi lari dengan slow motion namun tetap diam di tempat? Apakah kamu pernah bermimpi jatuh dari ketinggian? Atau mungkin bermimpi tentang kematian dari seseorang yang kamu kenal? Atau bermimpi terbang, gagal ujian, atau bahkan bermimpi adegan hidup di masa lalu? Mimpi-mimpi semacam itu ternyata bisa dialami oleh kebanyakan orang pada umumnya lho.

7. Mimpi tidak selalu berbicara tentang sesuatu secara apa adanya

Mimpi tidak berbicara dalam bahasa denotatif. Mimpi berbicara melalui bahasa simbolik yang terkadang pemimpinya sendiri tidak bisa memahami apa maksud dari mimpi yang dirasakan. Makanya, hal inilah yang memicu adanya bisnis penjualan jasa untuk pembacaan mimpi yang seringkali dikaitkan dengan para cenayang.

Itulah beberapa fakta di balik aktivitas mimpi yang mungkin tidak asing lagi dalam aktivitas tidur kita. Mimpi terkadang dianggap remeh untuk beberapa pihak. Namun, bagi sebagian yang lain, mimpi bisa dijadikan sebagai semacam inspirasi untuk para seniman yang memiliki kecenderungan gaya surealis lho. Makanya, terkadang fakta tentang mimpi adalah sesuatu yang menarik untuk dibicarakan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES