Membangun Personal Branding di Media Sosial Itu Penting Banget, Lho! Ini Alasannya

04 Maret 2018
|Chandra W.
0SHARES

Ketika mendengar kata ‘pencitraan’, apa yang kalian pikirkan? Mungkin beberapa di antara kalian ada yang langsung terpikir nama-nama politisi tertentu. Atau berpikir bahwa pencitraan adalah hal buruk. Tapi biar bagaimanapun, orang lain akan menilai diri kita dari apa yang kita citrakan sehari-hari. Dari penampilan, perkataan, perbuatan, cara kita menyampaikan pendapat dan seterusnya. Perkembangan teknologi memudahkan kita menilai orang dari personal branding di media sosial.

1. Memangnya personal branding itu apa sih?

Menurut Jeff Bezos, Founder Amazon, “Your brand is what other people say about you when you’re not in the room.” Bukan, bukannya apa yang orang omongin pas lagi ngegosipin kamu. Melainkan kesan yang menempel di benak orang-orang setelah kamu pergi. Citraan atau imej yang menempel di dirimu, gitu kira-kira.

2. Membangun personal branding di media sosial kini menjadi satu hal yang penting

Sebab, sebelum bertemu di dunia nyata, pada umumnya orang-orang zaman sekarang melihat kita dari media sosial terlebih dahulu. Dari foto profil, biodata, sampai apa yang kita unggah semuanya bisa digunakan untuk menilai. Dan ini berlaku untuk semua media sosial: Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn apalagi. Terutama media sosialmu yang memang masih aktif digunakan.

3. Fungsinya yang paling penting terutama ketika kamu sedang dalam masa mencari pekerjaan

Sekarang banyak lowongan pekerjaan yang meminta pelamarnya untuk mengisi kolom akun media sosial. Apakah betul-betul akunmu dikepoin employer? Bisa iya, bisa tidak. Kalau LinkedIn pasti iya. Makanya kamu harus rajin update info di media sosial. Siapa tahu kan siapa tahu, setelah employer melihat profilmu di media sosial, kamu lalu dipanggil untuk wawancara. Bisa aja lho!

4. Atau kamu juga bisa mengisi media sosialmu dengan konten kreatif

Sekarang anak muda harus kreatif. Biar jadi vlogger atau selebgram siapa tahu kan followers bertambah lalu mulai mendapat tawaran endorse, pasang tarif, terus gitu terus bahagia kan? Nggak usah minta uang saku sama orang tua, nggak harus terikat sama pekerjaan tertentu.

5. Jadi gimana caranya membangun personal branding di media sosial?

Pertama, coba search namamu sendiri di Google. Kalau hasilnya belum sesuai dengan apa yang kamu harapkan atau namamu belum muncul di halaman pertama, tandanya kamu masih harus berbenah. Yang terpenting dalam personal branding di medsos adalah 3C: Content, Community, Conversation.

6. C yang pertama: Content

Kalau media sosialmu isinya hanya curhat-curhat galau nirfaedah, coba tuangkan dalam bentuk tulisan yang lebih tertata. Di blog misalnya. Usahakan juga mengurangi postingan yang sifatnya ‘no mention’. Tahu kan? Yang kamu protes-protes doang tapi nggak menyebutkan tujuannya. Citraanmu bisa terlihat buruk karena itu tandanya kamu beraninya di belakang doang.

7. C yang kedua: Community

Artinya kamu harus tahu kamu bikin konten itu siapa targetnya. Misalnya targetmu milenial, ya bikin yang playful, influencing, dengan komposisi yang bagus juga. Misal kamu ingin dikenal sebagai traveler, ya posting lah itu foto-fotomu beserta info di mana, kapan, ada apa saja di tempat yang kamu kunjungi.

8. C yang terakhir; Conversation

Untuk membangun engagement dengan targetmu, kamu harus punya waktu dan kecakapan untuk berinteraksi dengan followers. Bagaimana kamu membalas komentar bisa juga dijadikan indikator orang lain daam menilaimu.

Pertanyaannya kemudian, kamu ingin punya personal branding yang seperti apa? Yuk, dibangun mulai sekarang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES